Sejumlah Dosen UI Beri Nilai Tambahan bagi Mahasiswa yang Ikut Demo

PASUNDANEKSPRES.ID - Dosen UI beri nilai tambahan. Sejumlah dosen Universitas Indonesia (UI) dikabarkan memberikan nilai tambahan kepada mahasiswa yang mengikuti aksi unjuk rasa pada Rabu (28/10/2026). Kebijakan tersebut disebut sebagai bentuk dukungan terhadap mahasiswa yang turun langsung menyuarakan aspirasi masyarakat.
Sejumlah Dosen UI Beri Nilai Tambahan bagi Mahasiswa yang Ikut Demo
Informasi itu disampaikan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI, Yatalathof Ma’shum Imawan, yang akrab disapa Athof, saat berkumpul bersama ribuan mahasiswa di Lapangan FISIP UI, Depok, Jawa Barat, sebelum bergerak menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta.
Athof membenarkan adanya sejumlah dosen yang memberikan apresiasi akademik kepada mahasiswa yang mengikuti demonstrasi.
"Iya, betul. Ada beberapa dosen seperti itu (memberi nilai tambahan kepada mahasiswa yang ikut demo)," kata Athof kepada wartawan.
Menurut Athof, dukungan dari kalangan dosen dapat meningkatkan semangat mahasiswa untuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai belum berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk terus mendukung dosen yang memberikan ruang bagi aktivitas kritis dan partisipasi sosial mahasiswa.
"Terus dukung dosen tersebut, dan juga mari kita suarakan kepada dosen-dosen lainnya yang berintelektual," ujarnya.
Mahasiswa Dinilai Punya Tanggung Jawab Sosial
Athof menilai peran mahasiswa tidak seharusnya terbatas pada kegiatan perkuliahan dan aktivitas akademik di lingkungan kampus. Menurutnya, mahasiswa juga memiliki tanggung jawab untuk merespons berbagai persoalan sosial serta menyuarakan kepentingan masyarakat.
Karena itu, ia berharap semakin banyak dosen yang mendukung keterlibatan mahasiswa dalam gerakan sosial dan perjuangan menyampaikan aspirasi publik.
Athof mengatakan dukungan akademisi diperlukan agar mahasiswa dapat mengembangkan pemikiran kritis sekaligus menerapkan pengetahuan yang dimiliki untuk memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
"Agar mereka mempunyai tanggung jawab untuk membebaskan mahasiswanya, memperjuangkan intelektualnya, agar bermanfaat bagi masyarakat secara langsung," tutur Athof.
Ia berharap lingkungan perguruan tinggi dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan intelektualitas sekaligus menjalankan peran sebagai bagian dari masyarakat yang kritis terhadap kebijakan publik.
Mekanisme Pemberian Nilai Belum Dijelaskan
Meski membenarkan adanya dosen yang memberikan nilai tambahan kepada mahasiswa peserta demonstrasi, Athof tidak mengungkapkan identitas dosen maupun fakultas yang menerapkan kebijakan tersebut.
Ia juga belum merinci bentuk apresiasi akademik yang diberikan, mekanisme penilaian, ataupun persyaratan yang harus dipenuhi mahasiswa untuk memperoleh tambahan nilai.
Dengan demikian, belum diketahui apakah apresiasi tersebut diterapkan dalam mata kuliah tertentu, menjadi bagian dari penilaian aktivitas mahasiswa, atau memiliki ketentuan akademik lainnya.
Informasi mengenai pemberian nilai tambahan tersebut sejauh ini disampaikan oleh Ketua BEM UI. Belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak universitas mengenai kebijakan tersebut.
Mahasiswa UI Bergerak Menuju Bundaran HI
Aksi unjuk rasa yang diikuti mahasiswa UI pada Rabu (28/10/2026) berlangsung dengan titik kumpul di Lapangan FISIP UI, Depok. Dari lokasi tersebut, massa mahasiswa bersiap bergerak menuju Bundaran HI, Jakarta.
Dalam aksi itu, mahasiswa hendak menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah serta menyuarakan aspirasi yang mereka nilai perlu mendapat perhatian.
Dukungan dari sejumlah dosen, sebagaimana disampaikan Athof, dinilai menjadi dorongan bagi mahasiswa untuk menjalankan peran kritis di ruang publik.
Meski demikian, pemberian nilai tambahan kepada peserta demonstrasi masih memerlukan penjelasan lebih lanjut mengenai penerapan dan kesesuaiannya dengan ketentuan akademik yang berlaku di Universitas Indonesia.
(ipa)
