Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Singapura Bongkar 7 Perusahaan Diduga Terlibat Karhutla, Tiga Pemasok APP

P
Putri MelaniaEditor: Putri Melania
|10:25 WIB
Bagikan:
Singapura Bongkar 7 Perusahaan Diduga Terlibat Karhutla, Tiga Pemasok APP
Foto: Singapura diselimuti kabut asap karhutla pada (13/10/2026). (Sumber: Video Reuters/CNBC Indonesia)

PASUNDANEKSPRES.ID - Kabut asap yang melintasi batas negara membuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia ikut menjadi urusan pemerintah negara tetangga.

Singapura kini mengambil langkah lebih jauh dengan mengidentifikasi tujuh perusahaan diduga terlibat karhutla dan berkaitan dengan kebakaran di sejumlah wilayah Singapura.

Daftar tersebut dirilis oleh National Environtment Agency (NEA) Singapura setelah melakukan penyelidikan terhadap sumber kebakaran yang memicu asap lintas batas.

Ketujuh perusahaan diketahui mengelola lahan di Sumatera. Meski begitu, belum ada kepastian apakah seluruh perusahaan tersebut berasal dari Indonesia, Singapura, atau yurisdiksi lain.

Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Singapura, Grace Fu, meminta perusahaan-perusahaan yang masuk dalam daftar tersebut segera mengambil tindakan. 

Mereka diminta mengerahkan personel pemadam kebakaran, menghentikan aktivitas pembakaran, serta menyampaikan rencana konkret untuk mengendalikan api dan mencegah kejadian serupa.

Daftar 7 Perusahaan Diduga Terlibat Karhutla di Indonesia

Mengutip pemberitaan Channel News Asia dan Business Times, NEA telah mengirimkan pemberitahuan kepada tujuh perusahaan yang teridentifikasi dalam penyelidikan. 

Berikut daftar perusahaan diduga terlibat karhutla:

  • PT Bumi Andalas Permai
  • PT Bumi Mekar Hijau
  • PT Paramitra Mulia Langgeng
  • PT Sumatera Alam Anugerah
  •  PT SBA Wood Industries
  • PT Hutan Lestari Raya
  • PT Bangkanesia

Tiga nama dalam daftar tersebut, yakni Bumi Andalas Permai, Bumi Mekar Hijau, dan SBA Wood Industries, diketahui merupakan pemasok kayu bagi Asia Pulp & Paper (APP), bagian dari Sinar Mas Group.

Grace Fu menegaskan bahwa pemerintah Singapura belum dapat memastikan hubungan perusahaan-perusahaan tersebut dengan entitas bisnis lain maupun negara asalnya.

"Kami belum menemukan keterkaitan dengan pelanggan lain atau perusahaan terkait lainnya, sehingga kami belum dapat mengonfirmasi atau memberikan informasi apakah perusahaan-perusahaan tersebut mengarah ke Singapura atau yurisdiksi lain," kata Grace, dikutip dari Business Times, Sabtu (17/10/2026).

Pemberitahuan NEA mewajibkan perusahaan mengerahkan petugas pemadam untuk menangani kebakaran di lahan yang dimiliki atau dikuasai. 

Mereka juga harus menghentikan maupun tidak memulai aktivitas pembakaran serta menyerahkan rencana aksi penanganan kepada pemerintah Singapura.

Perusahaan Kencana Agri Ikut Diselidiki

Selain tujuh perusahaan tersebut, penyelidikan juga menyasar anak perusahaan produsen kelapa sawit Kencana Agri yang tercatat di bursa Singapura. Perusahaan ini turut dimintai keterangan oleh Singapore Exchange Regulation (SGX RegCo) terkait kebakaran di Indonesia.

Mengutip Straits Times, Kencana Agri mengakui terdapat kebakaran pada sekitar 62 hektare lahan di dalam area konsesi yang dikelola anak perusahaannya di Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur.

Namun, perusahaan membantah bahwa kebakaran tersebut berasal dari kegiatan operasional mereka. Kencana menyatakan api merambat dari lahan di sekitar area konsesi yang dikelola.

Kasus ini memperlihatkan bahwa penyelidikan karhutla tidak hanya menyangkut perusahaan yang disebut dalam daftar NEA. 

Sejumlah perusahaan lain juga dimintai penjelasan setelah kebakaran di area konsesi mereka menjadi bagian dari perhatian regulator Singapura.

Grace Fu menyatakan pemerintahnya masih memantau respons perusahaan terhadap pemberitahuan yang telah dikirimkan. 

NEA juga membuka kemungkinan menerbitkan pemberitahuan kepada perusahaan lain apabila ditemukan indikasi keterlibatan dalam kebakaran yang menyebabkan kabut asap lintas batas.

Pemberian denda hingga tuntutan hukum turut dipertimbangkan sebagai langkah lanjutan apabila perusahaan terbukti bertanggung jawab. 

Singapura juga mengaku telah berkomunikasi dengan pemerintah Indonesia selama beberapa bulan terakhir dan menawarkan dukungan untuk membantu pemadaman.

"Kami memahami bahwa kondisi yang mereka hadapi cukup rumit, dan kami siap membantu sebisa mungkin," ujar Grace.

Penyelidikan tersebut belum menjadi penetapan bahwa seluruh perusahaan dalam daftar bersalah. 

Namun, langkah Singapura menunjukkan bahwa perusahaan diduga terlibat karhutla di Indonesia kini menghadapi tuntutan untuk menjelaskan kondisi lahan konsesi sekaligus membuktikan langkah penanganan kebakaran yang mereka lakukan.

(pm)

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Sambut Sekjen PBB Antonio Guterres di Hambalang, Bahas Isu Ini

Presiden Prabowo Sambut Sekjen PBB Antonio Guterres di Hambalang, Bahas Isu Ini

Nasional9 menit lalu
Ditemukan Lahan Bekas Karhutla di Dharmasraya Ditanami Sawit, Polisi Turun Tangan

Ditemukan Lahan Bekas Karhutla di Dharmasraya Ditanami Sawit, Polisi Turun Tangan

Nasional59 menit lalu
Singapura Bongkar 7 Perusahaan Diduga Terlibat Karhutla, Tiga Pemasok APP

Singapura Bongkar 7 Perusahaan Diduga Terlibat Karhutla, Tiga Pemasok APP

Nasional1 jam lalu
Sumpah Pemuda dengan Konteks Kekinian (Versi Modern)

Sumpah Pemuda dengan Konteks Kekinian (Versi Modern)

Opini1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Demonstrasi Ekonomi di Lima Negara Eropa Berujung Kerusuhan, Biaya Hidup Mencekik

Demonstrasi Ekonomi di Lima Negara Eropa Berujung Kerusuhan, Biaya Hidup Mencekik

Nasional1 jam lalu
Pojokan 327: Akhir Kritisisme

Pojokan 327: Akhir Kritisisme

Opini1 jam lalu
Polda Jabar Gruduk Pabrik Tramadol Dan Heximer? Simak Berita Updatenya Disini!

Polda Jabar Gruduk Pabrik Tramadol Dan Heximer? Simak Berita Updatenya Disini!

Jawa Barat1 jam lalu
Viral Video Dugaan Penganiayaan Petugas SPPG di Bogor, BGN Turun Tangan

Viral Video Dugaan Penganiayaan Petugas SPPG di Bogor, BGN Turun Tangan

Jawa Barat1 jam lalu
Emak Ruhimah dan Abah Casmita Terima Bantuan Rutilahu TMMD

Emak Ruhimah dan Abah Casmita Terima Bantuan Rutilahu TMMD

Headline1 jam lalu
Survei Terbaru PPI Ungkap Daftar Menteri dengan Kinerja Terburuk di Kabinet Prabowo

Survei Terbaru PPI Ungkap Daftar Menteri dengan Kinerja Terburuk di Kabinet Prabowo

Nasional1 jam lalu