Siswi Korban Keracunan MBG Alami Hilang Ingatan Kini Diperiksa Lanjut di RSCM

PASUNDANEKSPRES.ID - Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami Febiola Br Purba terus berlanjut. Siswi korban keracunan MBG asal Karo, Sumatera Utara yang mengalami hilang ingatan tersebut kini sudah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) bersama satu pasien lainnya dari Sumatera Utara.
Febiola dan Agnesia Parulina Br Silitonga berangkat menuju Jakarta pada Sabtu (12/9/2026) menggunakan pesawat komersial. Keduanya didampingi orang tua serta tenaga medis.
Gubernur Sumatera, Utara Bobby Nasution, pun turut mengantarkan mereka ke Bandara Internasional Kualanamu.
Rujukan dilakukan agar kedua siswi tersebut mendapatkan pemeriksaan lanjutan dari tim dokter RSCM. Kondisi Febiola sebelumnya mendapat perhatian khusus karena mengalami sejumlah keluhan setelah mengonsumsi menu MBG di sekolah.
Siswi Korban Keracunan MBG Kini Diperiksa di RSCM
Siswi korban keracunan MBG yang mengalami hilang ingatan kini menjalani pemeriksaan lebih menyeluruh di RSCM. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan telah mengumpulkan tim ahli untuk menangani Febiola dan Agnesia.
Tim tersebut terdiri dari dokter spesialis anak, neurologi, psikiatri anak dan penyakit dalam. Kolegium anak juga dilibatkan dalam pemeriksaan untuk mendapatkan gambaran kondisi kedua pasien secara lebih lengkap.
Budi mengatakan tim RSCM dibentuk setelah adanya arahan dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Saya sudah mengumpulkan tim RSCM karena sesuai dengan arahan dari Pak Wakil Presiden (Gibran Rakabuming),” kata Budi pada Senin (14/9/2026) dikutip dari Antara.
Menurut Budi, para dokter sudah mulai melakukan pemeriksaan. Hasil evaluasi diperkirakan dapat diketahui dalam waktu satu hingga dua hari.
“Mereka sudah bekerja, harusnya hasilnya sebentar lagi keluar. Kenapa saya tidak mau berspekulasi? Karena lebih baik ahli yang menjawab,” ujarnya.
Pemeriksaan tersebut penting karena kondisi Febiola masih membutuhkan penjelasan medis lebih lanjut. Keluarga sebelumnya menyebut kemampuan mengingat Febiola mengalami penurunan hingga sekitar 70 persen.
Keluarga juga mengatakan Febiola sempat tidak mengenali teman, guru hingga anggota keluarganya. Namun, angka 70 persen tersebut merupakan keterangan dari keluarga dan belum dapat dianggap sebagai diagnosis medis.
Dinas Kesehatan Sumatera Utara sebelumnya menyampaikan bantahan terhadap kabar mengenai hilang ingatan 70 persen.
Pemeriksaan EEG dan fungsi otak yang dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan juga disebut tidak menunjukkan kelainan.
Kondisi Febiola Setelah Mengonsumsi Menu MBG
Keluhan kesehatan yang dialami Febiola muncul setelah ia menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah pada 13 Agustus 2026. Saat itu, menu yang dikonsumsinya terdiri dari ikan tongkol dan sayuran.
Kepada keluarga, Febiola sempat mengeluhkan rasa ikan yang pahit dengan tekstur yang menurutnya keras. Beberapa waktu setelah tiba di rumah, kondisi Febiola mulai menurun. Ia mengalami pusing hebat, gatal-gatal hingga muntah.
Gejala tersebut kemudian berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Febiola sempat kehilangan kesadaran, mengalami kejang, serta kesulitan berbicara.
Hampir sebulan menjalani perawatan, Febiola telah berpindah di lima fasilitas kesehatan, yakni RS Kabanjahe, RS Efarina, RS Haji Medan, RSUP H Adam Malik, dan RS Amanda Karo.
Pemeriksaan lebih mendalam dilakukan pada 7 September 2026 di RSUP H Adam Malik. Saat itu, Febiola menjalani sejumlah pemeriksaan, mulai dari neurologi anak dan psikiatri hingga electroencephalography (EEG).
Usai menjalani rangkaian pemeriksaan tersebut, Febiola bersama Agnesia kemudian dirujuk ke Jakarta untuk mendapatkan penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Sebelumnya, Kemenkes juga belum memastikan adanya hubungan langsung antara gangguan ingatan yang dialami Febiola dengan konsumsi MBG. Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk mencari penyebab kondisi tersebut secara medis.
Bobby Nasution turut meminta masyarakat tidak memberikan komentar negatif terhadap kedua korban. Ia menilai kondisi psikologis anak juga perlu diperhatikan selama menjalani proses pemulihan.
Hasil pemeriksaan tim ahli RSCM nantinya diharapkan memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi Febiola.
Untuk sementara, kabar mengenai siswi korban keracunan MBG mengalami hilang ingatan masih harus ditempatkan sebagai laporan mengenai kondisi pasien yang sedang menjalani pemeriksaan medis, bukan kesimpulan mengenai penyebab penyakitnya.
(pm)
