Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

FSBP-KASBI Minta Kaji Ulang Soal Angka Pengangguran Menurun di Subang

H
HubaEditor: Huba
|07:30 WIB
Bagikan:
FSBP-KASBI Minta Kaji Ulang Soal Angka Pengangguran Menurun di Subang
UNJUK RASA: Buruh yang tergabung dalam FSBP-KASBI Subang saat melakukan unjuk rasa. FSBP-KASBI minta kaji ulang soal pengangguran menurun. MUHAMMAD FAISHAL/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-FSBP-KASBI Subang merespon pernyataan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Subang Yeni Nuraeni, S.Sos., M.AP mengenai turunnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dalam tiga tahun terakhir. 

Menurut BPS Kabupaten Subang tercatat pada tahun 2021 TPT di Subang berada di angka 9,77 persen, kemudian turun di angka 7,77 persen pada tahun 2022, dan terus turun di tahun 2023 di angka 7,65 persen. 

Sekretaris Umum FSBP-KASBI Rahmat Saputra mengatakan, data penurunan angka TPT di Subang yang berasal dari BPS masih perlu diuji kembali. 

"Data yang disampaikan oleh Kadisnaker Subang masih harus diuji terkait penurunan angka TPT di Subang. Karena pada faktanya, angka PHK di Kabupaten Subang masih cukup tinggi, dampak dari Covid-19, lalu disusul adanya perang Rusia-Ukraina masih menimbulkan dampak pada dunia industri," ucapnya. 

Ia mengatakan, angka PHK yang tinggi juga akan berdampak pada TPT di Subang. "Ketika angka PHK tinggi akan berdampak pada peangguran, angka PHK sendiri bisa dikonfirmasi ke BPJS Ketenagekerjaan yang dimana buruh mengambil JKP dan JHT," ucapnya. 

Dia mengatakan, data BPS yang dikutip patut dipertanyakan darimana angka tersebut diperoleh. 

"Data yang disampaikan Kadisnaker yang dikutip dari BPS sendiri dipertanyakan angkanya, mengingat data yang dipakai masih memakai data tahun 2021 yang belum terupdate di tahun 2024," ucapnya. 

Ia mengatakan, lapangan kerja di Subang saat ini hanya berorientasi pada industri padat karya yang terfokus pada tenaga kerja perempuan saja. 

"Ditambah mayoritas lapangan kerja terbuka di Subang hanya berorientasi pada industri padat karya yang notebenenya kebutuhan tenaga kerja hanya pada kaum perempuan saja, sementara angka pengangguran bagi pria masih sangat tinggi," ucapnya. 

Melihat hal tersebut, Rahmat berharap ke depannya Subang tidak hanya memperbanyak industri padat karya saja, tetapi juga dapat memperbanyak industri padat modal, sehingga dapat mengatasi tingkat pengangguran pria. 

"Pembukaan industri bukan hanya memperbanyak industri padat karya saja, tetapi lebih memaksimalkan investor yang berorientasi pada industri padat modal, agar pengangguran kaum pria bisa teratasi, karena di Subang masih sangat sulitnya pria mendapatkan pekerjaan di bidang industri," ucapnya. 

Dirinya juga berharap hadirnya industri dapat dibarengi kepatuhan para investor tentang pemenuhunan kewajiban terhadap para pekerja dalam konteks UU Ketenagakerjaan. 

Sebelumnya Kadisnakertrans Subang mengatakan, upah di Subang masih kompetitif jika dibandingkan dengan daerah tetangga seperti Purwakarta dan Karawang, yang berdampak kondusifitas hubungan industrial yang kondusif baik sehingga menjadi daya tarik investor. 

Maka dari itu, Rahmat berharap Disnakertrans Subang agar tidak terus mengobral upah murah di Subang hanya untuk menarik investor. 

"Disnakertrans Subang sendiri juga tidak mengobral upah murah di Subang hanya untuk menarik investor saja, karena dengan begitu Disnakertrans Subang akan terus mengupayakan atau menekan upah buruh agar rendah dan tidak layak," ucapnya. 

Menurutnya, faktor upah bukan faktor penentu keinginan investor menanamkan modalnya di Subang, tetapi perbaikan birokrasi dan pungli yang justru enggannya investor untuk berinvestasi.(fsh/ysp) 

Berita Terbaru

Subang Masuk 4 Besar Daerah dengan Tambang Ilegal Terbanyak di Jabar, Ini Jumlahnya

Subang Masuk 4 Besar Daerah dengan Tambang Ilegal Terbanyak di Jabar, Ini Jumlahnya

Subang1 jam lalu
Uu Soroti Penurunan Perolehan Suara PPP di Subang, Minta Kader Menangkan Lima Kursi DPRD

Uu Soroti Penurunan Perolehan Suara PPP di Subang, Minta Kader Menangkan Lima Kursi DPRD

Headline1 jam lalu
Rekomendasi Villa untuk Gathering di Subang yang Pas Buat Acara Rame-rame

Rekomendasi Villa untuk Gathering di Subang yang Pas Buat Acara Rame-rame

Lifestyle2 jam lalu
Apa Itu Eskul Korp Kadet di SMA? Ini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya

Apa Itu Eskul Korp Kadet di SMA? Ini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya

Nasional3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Bagaimana Cara Melamar Di Kawasan Industri Subang Terbaru 2026, Lengkap dengan Jalur Resmi

Bagaimana Cara Melamar Di Kawasan Industri Subang Terbaru 2026, Lengkap dengan Jalur Resmi

Subang4 jam lalu
Belum Dieksekusi, Silfester Matutina Malah Sempat Jadi Komisaris BUMN, Cuma 5 Hari Menjabat

Belum Dieksekusi, Silfester Matutina Malah Sempat Jadi Komisaris BUMN, Cuma 5 Hari Menjabat

Nasional5 jam lalu
Kawasan Industri Subang Makin Ramai, Hotel dan Penginapan Bakal Ketiban Berkah

Kawasan Industri Subang Makin Ramai, Hotel dan Penginapan Bakal Ketiban Berkah

Subang6 jam lalu
Tiga Calon Sekda Subang Jalani Cek Kesehatan di RSUD Ciereng

Tiga Calon Sekda Subang Jalani Cek Kesehatan di RSUD Ciereng

Headline7 jam lalu
Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang Terungkap

Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang Terungkap

Nasional7 jam lalu
Rekomendasi Tempat Ngopi untuk Meeting di Subang Paling Nyaman, Cek di Sini!

Rekomendasi Tempat Ngopi untuk Meeting di Subang Paling Nyaman, Cek di Sini!

Lifestyle8 jam lalu