Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Respon PSSI Terkait Kericuhan yang Terjadi di Stadion Si Jalak Harupat: Harus DIusut Tuntas

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|11:32 WIB
Bagikan:
Respon PSSI Terkait Kericuhan yang Terjadi di Stadion Si Jalak Harupat: Harus DIusut Tuntas
Respon PSSI Terkait Kericuhan yang Terjadi di Stadion Si Jalak Harupat: Harus DIusut Tuntas (Image From: JawaPos)

PASUNDAN EKSPRES - Respon PSSI mengenai kericuhan yang terjadi setelah pertandingan Persib vs Persija. Pada Senin sore, 23 September 2024, stadion Si Jalak Harupat menjadi saksi kericuhan yang mewarnai pertandingan antara Persib Bandung dan Persija Jakarta.

Laga yang berakhir dengan kemenangan tuan rumah 2-0 itu tidak hanya diwarnai dengan momen-momen pertandingan, tetapi juga dengan insiden yang mengejutkan setelah peluit panjang tanda akhir laga dibunyikan. 

Respon PSSI Terkait Kericuhan yang Terjadi di Stadion Si Jalak Harupat

Beberapa oknum turun ke lapangan dan menyebabkan kericuhan yang tidak terkendali. Bahkan dalam kekacuan tersebut, beberapa petugas steward dipukuli, sampai dilempari kursi. 

Mengenai kejadian tersebut, Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga meminta insiden kericuhan yang terjadi di lapangan Si Jalak Harupat itu dapat diusut tuntas.

BACA JUGA: Kronologi Seorang Bobotoh Diduga Diintimidasi di Locker Room Persib

BACA JUGA: Target Persija Jakarta Curi Poin di Kandang Persib Bandung Berantakan

Menurutnya masalah yang terjadi memang seharusnya ditangani secara hukum. Ia juga menekankan bahwa klub memiliki tanggung jawab terhadap kondisi tersebut dan tidak boleh mengabaikannya. 

Apa pun penyebabnya, menurut Arya insiden tersebut tetap tidak boleh dibenarkan. Arya menegaskan bahwa kekerasan di dunia sepak bola, terutama di stadion, merupakan pelanggaran. 

PSSI meminta Persib untuk segera menyelesaikan masalah internal antara manajemen tim dan suporter. 

"Dan tidak ada kata tolerir untuk kekerasan di dalam lapangan. Alasan apapun tidak bisa dipakai untuk itu. Jadi harus ditegaskan itu," ucap Arya dalam rilis rekaman suara, dikutip CNN Indonesia, Selasa (24/9). 

(ipa)

Berita Terbaru

Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Nasional10 menit lalu
Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Headline32 menit lalu
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Subang50 menit lalu
Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

Headline1 jam lalu
80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

Nasional1 jam lalu
Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Subang1 jam lalu
Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Subang1 jam lalu
Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Subang2 jam lalu
Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Nasional2 jam lalu