Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

DPRD Purwakarta Soroti Kebutuhan Listrik dan Air BDx di Jatiluhur

M
MaldiansyahEditor: Asep
|08:45 WIB
Bagikan:
DPRD Purwakarta Soroti Kebutuhan Listrik dan Air BDx di Jatiluhur
SOROTI: Anggota DPRD Purwakarta dari Fraksi PKB Alaikassalam menyoroti kebutuhan sumber daya yang diperlukan untuk mengoperasikan data center AI dalam skala besar. Maldiansyah/Pasundan Ekspres

PURWAKARTA-Rencana pembangunan data center Artificial Intelligence (AI) berskala besar oleh BDx di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, mendapat sorotan dari Anggota DPRD Purwakarta dari Fraksi PKB Alaikassalam.

Ia mengingatkan, investasi besar tersebut jangan sampai sekadar menjadikan Purwakarta sebagai lokasi berdirinya infrastruktur, sementara manfaat langsung yang diterima masyarakat dan daerah tidak sebanding dengan sumber daya yang digunakan. "Jangan sampai Purwakarta hanya kebagian dampaknya, sementara manfaat ekonominya justru lebih banyak keluar daerah. Kalau investasi ini menggunakan lahan, air, energi dan infrastruktur di Purwakarta, maka masyarakat Purwakarta harus mendapatkan manfaat yang nyata," tegas Alaikassalam. 

Menurutnya, besarnya nilai investasi tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan pemerintah dalam menarik investor. Hal yang jauh lebih penting adalah seberapa besar kontribusi investasi tersebut terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), penyerapan tenaga kerja lokal, keterlibatan UMKM dan pengusaha lokal, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. "Jangan kita hanya bangga mengumumkan nilai investasinya. Masyarakat perlu tahu: berapa rupiah PAD yang masuk setiap tahun? Berapa warga Purwakarta yang bekerja? Berapa pengusaha lokal yang dilibatkan? Itu yang harus dibuka secara konkret," katanya.

Alaikassalam juga menyoroti kebutuhan sumber daya yang diperlukan untuk mengoperasikan data center AI dalam skala besar.

Ia meminta perusahaan bersama PLN, pemerintah daerah dan pengelola sumber daya air memberikan penjelasan secara transparan mengenai kebutuhan listrik maupun air ketika fasilitas tersebut telah beroperasi penuh. "Kalau kebutuhan energinya sangat besar, kita harus mendapatkan kepastian bahwa keberadaan data center ini tidak mengganggu keandalan pasokan listrik bagi masyarakat maupun industri yang sudah lebih dahulu beroperasi di Purwakarta," ujarnya.

Alaikassalam meminta perusahaan membuka berapa kebutuhan air data center setiap harinya, sumber air yang akan digunakan, serta teknologi pengolahan dan penggunaan kembali air yang diterapkan. "Sebutkan angkanya. Berapa meter kubik air yang dibutuhkan setiap hari? Airnya dari mana? Berapa yang digunakan kembali dan berapa yang dibuang? Jangan sampai persoalan ini baru menjadi perhatian setelah operasional berjalan," terangnya.

Alaikassalam juga menyoroti persoalan tenaga kerja lokal. Menurutnya, investasi data center berbeda dengan industri manufaktur yang umumnya menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Data center menggunakan teknologi dan otomatisasi tinggi sehingga pemerintah daerah harus sejak awal memastikan adanya manfaat terhadap peningkatan kualitas SDM lokal. "Jangan sampai investasinya disebut sangat besar, tetapi masyarakat sekitar hanya menjadi penonton. Kami ingin tahu berapa warga Purwakarta yang akan bekerja di sana, termasuk berapa yang ditempatkan pada posisi teknis dan profesional," imbuhnya.

Ia juga mendorong adanya program pelatihan dan kerja sama dengan SMK maupun perguruan tinggi sehingga generasi muda Purwakarta mempunyai kesempatan mengisi kebutuhan tenaga kerja teknologi tinggi tersebut.

PAD Harus Terukur

Alaikassalam meminta Bapenda Kabupaten Purwakarta menghitung secara konkret potensi penerimaan daerah dari keberadaan data center tersebut. Setiap potensi pajak maupun retribusi yang secara hukum menjadi kewenangan pemerintah kabupaten harus dipetakan sejak awal. "Kalau nilai investasinya besar, kita juga ingin tahu seberapa besar dampaknya terhadap PAD. Jangan angka investasi besar hanya menjadi bahan seremoni, tetapi ketika ditanya berapa rupiah yang masuk ke kas daerah kita justru tidak mempunyai hitungannya," tegasnya.

Selain itu, aspek lingkungan dan perizinan juga harus mendapatkan perhatian, termasuk pengelolaan limbah elektronik, baterai, oli dan coolant, penggunaan genset cadangan, emisi, kebisingan, drainase serta dampak lalu lintas selama pembangunan.

Alaikassalam menegaskan bahwa sikap kritis tersebut bukan bentuk penolakan terhadap investasi. Menurutnya, masuknya investasi teknologi tinggi justru dapat menjadi peluang besar bagi Purwakarta untuk berkembang dalam ekosistem ekonomi digital.

Namun, investasi harus menciptakan hubungan yang seimbang antara kepentingan perusahaan, pemerintah daerah dan masyarakat. "Kami tidak anti-investasi. Silakan investasi sebesar-besarnya di Purwakarta. Tetapi semakin besar sumber daya daerah yang digunakan, semakin jelas pula manfaat yang harus kembali kepada masyarakat Purwakarta," katanya.

Karena itu, Alaikassalam meminta setidaknya lima angka penting dibuka secara transparan kepada publik, yakni kebutuhan listrik, kebutuhan air, kontribusi terhadap PAD, jumlah tenaga kerja lokal yang diserap, serta nilai ekonomi yang diberikan kepada UMKM dan pengusaha lokal. "Kalau lima angka itu dibuka secara terang, masyarakat bisa menilai secara objektif seberapa besar manfaat investasi tersebut bagi daerah.

Kita tidak ingin Purwakarta hanya menjadi alamat sebuah data center AI raksasa. Kita ingin Purwakarta menjadi daerah yang benar-benar mendapatkan nilai tambah dari investasi tersebut, dan masyarakatnya harus ikut merasakan manfaatnya,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, belum didapat informasi terkait dugaan bahwa perusahaan AI HDX belum memenuhi syarat kelengkapan perijinan , AMDAL dan perijinan lingkungan lainnya. Dan terbaru Bupati Purwakarta menyatakan baik perusahaan maupun pelaksana pelaku proyek agar menghentikan pembangunan.(mas/sep)

Berita Terbaru

Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Didemo Warga, Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Didemo Warga, Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Headline14 menit lalu
Deklarasi Damai Pilkades Subang, Bupati Reynaldy Minta Semua Pihak Jaga Kondusivitas

Deklarasi Damai Pilkades Subang, Bupati Reynaldy Minta Semua Pihak Jaga Kondusivitas

Headline41 menit lalu
Cara Matikan Fitur Unduh Otomatis File di WhatsApp, Bisa Hemat Memori HP

Cara Matikan Fitur Unduh Otomatis File di WhatsApp, Bisa Hemat Memori HP

Lifestyle1 jam lalu
Wamen Ossy Ajak Kolaborasi para Arsitek untuk Wujudkan Visi Kota 2045

Wamen Ossy Ajak Kolaborasi para Arsitek untuk Wujudkan Visi Kota 2045

Headline3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Dalam Dua Tahun Terakhir, Kementerian ATR/BPN Jangkau 16 Masyarakat Hukum Adat dan Daftarkan 68 Bidang Tanah Ulayat

Dalam Dua Tahun Terakhir, Kementerian ATR/BPN Jangkau 16 Masyarakat Hukum Adat dan Daftarkan 68 Bidang Tanah Ulayat

Nasional3 jam lalu
Deklarasi Damai Pilkades Subang, Kapolres: Beda Pilihan, Persaudaraan Harus Tetap Terjaga

Deklarasi Damai Pilkades Subang, Kapolres: Beda Pilihan, Persaudaraan Harus Tetap Terjaga

Headline3 jam lalu
Wabup Subang Agus Masykur Dorong Pemuda Jadi Pelopor Perubahan dan Manfaatkan Peluang Pembangunan

Wabup Subang Agus Masykur Dorong Pemuda Jadi Pelopor Perubahan dan Manfaatkan Peluang Pembangunan

Headline3 jam lalu
Sinopsis dan Jadwal Tayang Film Laut Bercerita, Angkat Perjuangan Aktivis Mahasiswa

Sinopsis dan Jadwal Tayang Film Laut Bercerita, Angkat Perjuangan Aktivis Mahasiswa

Lifestyle3 jam lalu
600 Truk Disiapkan, Peluncuran Program Gentengisasi di Majalengka Libatkan 34 UMKM

600 Truk Disiapkan, Peluncuran Program Gentengisasi di Majalengka Libatkan 34 UMKM

Nasional4 jam lalu
Kasus ISPA Akibat Karhutla Capai 333 Ribu, 75 Ribu di Antaranya Balita

Kasus ISPA Akibat Karhutla Capai 333 Ribu, 75 Ribu di Antaranya Balita

Nasional4 jam lalu