Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Guru SDN 1 Munjuljaya Purwakarta Pastikan Siswa Ikut Pembelajaran Daring

A
Adam SumartoEditor: Asep
|08:00 WIB
Bagikan:
Guru SDN 1 Munjuljaya Purwakarta Pastikan Siswa Ikut Pembelajaran Daring
PATROLI: Guru SDN 1 Munjuljaya Purwakarta, melakukan patroli ke rumah siswa untuk memastikan pembelajaran daring tetap berjalan di tengah sebaran abu vulkanik. Adam Sumarto/Pasundan Ekspres

PURWAKARTA-SDN 1 Munjuljaya, Kabupaten Purwakarta, tidak hanya memantau siswanya melalui layar, melainkan turun langsung menyusuri lingkungan permukiman hingga mendatangi rumah-rumah siswa. Seperti yang terlihat pada hari kedua pelaksanaan pembelajaran daring akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau, Selasa (8/9/2026).

Pihak sekolah memastikan kegiatan belajar daring benar-benar berlangsung dan anak-anak tetap berada dalam kondisi aman di tengah pencemaran udara akibat abu vulkanik.

Dengan mengenakan masker, jajaran guru patroli berkeliling dari satu rumah ke rumah lainnya. Di sejumlah titik, guru tampak mengetuk pintu rumah siswa, berbincang dengan orang tua, hingga melihat langsung aktivitas anak-anak yang tengah mengikuti pembelajaran secara daring.

Patroli tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawasan selama kegiatan belajar mengajar dialihkan dari sekolah ke rumah akibat kondisi udara yang terdampak sebaran abu vulkanik. Akan tetapi, dalam patroli tersebut, pihak sekolah masih menemukan sejumlah siswa berada di luar rumah saat jam pembelajaran daring masih berlangsung.

Siswa tersebut terjaring patroli saat berada di luar rumah tanpa menggunakan masker. Saat ditanya, siswa itu mengakui bahwa pembelajaran daringnya belum selesai. Ia berdalih keluar rumah hanya untuk membeli jajanan di warung. "Belum selesai belajar daringnya, cuma mau jajan dulu ke warung, lupa nggak pakai masker," katanya.

Kepala SD Negeri 1 Munjuljaya, Sakimin mengatakan, patroli dilakukan pada hari kedua pembelajaran daring untuk mengetahui secara langsung kondisi para siswa selama belajar dari rumah.

Menurutnya, pihak sekolah tidak hanya ingin memastikan siswa mengikuti pembelajaran daring, tetapi juga memberikan pengawasan dan edukasi terkait pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang tercemar abu vulkanik. "Kami melakukan patroli untuk melihat langsung kondisi anak-anak yang sedang mengikuti pembelajaran daring di rumah masing-masing," ujar Sakimin.

Dalam patroli tersebut, pihaknya menemukan beberapa siswa yang berada di luar rumah dengan beragam alasan. Para siswa kemudian diberikan imbauan agar segera kembali ke rumah dan menyelesaikan pembelajaran daring.
Selain itu, siswa juga diingatkan untuk menggunakan masker apabila terpaksa harus keluar rumah. "Saat patroli, kami menemukan siswa berada di luar rumah dengan berbagai alasan. Kami mengimbau mereka untuk menyelesaikan pembelajaran daring dan memakai masker jika hendak keluar rumah," ucapnya.

Di rumah lainnya, pihak sekolah juga memantau siswa yang tetap mengikuti pembelajaran daring. Salah satunya Faqih Fauzi Ahmad, siswa kelas V SDN 1 Munjuljaya. Faqih mengaku lebih memilih belajar secara langsung di sekolah karena bisa bertatap muka dan berinteraksi dengan teman-temannya.

Menurutnya, pembelajaran daring juga memiliki sejumlah kendala, terutama jaringan internet yang terkadang mengalami gangguan dan membuat proses belajar tidak berjalan maksimal. "Penginnya belajar langsung di sekolah karena kendala belajar daring ini sinyal internetnya yang suka lemot," kata Faqih.

Pembelajaran daring di SD Negeri 1 Munjuljaya saat ini diikuti sebanyak 704 siswa. Pihak sekolah berharap kondisi udara segera kembali normal sehingga seluruh siswa dapat kembali menjalani kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.(add/sep)

Berita Terbaru

Gandeng AGAVI Institute, Bapperida Buka Program Subang Youth Preneur 2026 Untuk Pelaku UMKM

Gandeng AGAVI Institute, Bapperida Buka Program Subang Youth Preneur 2026 Untuk Pelaku UMKM

Subang17 menit lalu
PPN Pembalut Wanita Masih Dipungut, Wacana Pembebasan Belum Masuk Kajian

PPN Pembalut Wanita Masih Dipungut, Wacana Pembebasan Belum Masuk Kajian

Nasional29 menit lalu
Penjelasan BPJS Kesehatan Soal Isu Penonaktifan PBI JK Untuk Desil Tertentu

Penjelasan BPJS Kesehatan Soal Isu Penonaktifan PBI JK Untuk Desil Tertentu

Nasional1 jam lalu
Pidana Kerja Sosial Subang 2026 Mulai Diterapkan, Terpidana Jalani Hukuman di Panti Asuhan

Pidana Kerja Sosial Subang 2026 Mulai Diterapkan, Terpidana Jalani Hukuman di Panti Asuhan

Subang1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kasus Korupsi Dana BNPB 2026: KPK Periksa Pejabat dan Telusuri Aliran Uang Pengadaan Bencana

Kasus Korupsi Dana BNPB 2026: KPK Periksa Pejabat dan Telusuri Aliran Uang Pengadaan Bencana

Nasional1 jam lalu
Pramono Anung Pastikan Tak Ada Fasilitas Publik Rusak Usai Demo Mahasiswa di Jakarta

Pramono Anung Pastikan Tak Ada Fasilitas Publik Rusak Usai Demo Mahasiswa di Jakarta

Nasional1 jam lalu
Sederet Publik Figur Ikut Aksi di Bundaran HI, Ada Reza Rahadian hingga Wanda Hamidah

Sederet Publik Figur Ikut Aksi di Bundaran HI, Ada Reza Rahadian hingga Wanda Hamidah

Nasional2 jam lalu
Viral Tehbotol Isi Sabun di Tengah Aksi Demo 28 Oktober, Ini Klarifikasi PT Sinar Sosro

Viral Tehbotol Isi Sabun di Tengah Aksi Demo 28 Oktober, Ini Klarifikasi PT Sinar Sosro

Nasional2 jam lalu
Timnas Indonesia U15 Lolos ke Perempat Final Piala Dunia U15 Usai Kalahkan Panama 5-3

Timnas Indonesia U15 Lolos ke Perempat Final Piala Dunia U15 Usai Kalahkan Panama 5-3

Olahraga3 jam lalu
Pemda Purwakarta Diminta Tindaklanjuti Tiga Fokus Utama dalam Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Pemda Purwakarta Diminta Tindaklanjuti Tiga Fokus Utama dalam Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Purwakarta3 jam lalu