Peringati 1 Tahun Pasar Sasagaran, Bupati Purwakarta Dorong Desa jadi Penggerak Ekonomi Lokal

PASUNDANEKSPRES.ID - Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein menghadiri acara Milangkala Satu Tahun Pasar Sasagaran yang berlangsung di Kampung Dangdeur, Desa Dangdeur, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta pada Minggu (27/9/2026).
Acara ini digelar dalam rangka memperingati Milangkala Desa Dangdeur ke-43 sekaligus satu tahun berdirinya Pasar Sasagaran dan Lingkung Seni Galura Jomantara.
Memasuki satu tahun, Pasar Sasagaran di Desa Dangdeur menjadi penggerak ekonomi lokal masyarakat dengan mengusung konsep budaya dan kuliner khas Sunda.
Perayaan berlangsung meriah dengan diisi berbagai pertunjukan budaya dan kesenian lokal seperti Mapag Budaya, Tari Jaipong Maung Lugay, paduan suara, hingga penampilan dari Lingkung Seni Galura Jomantara.
Acara semakin ramai dengan menghadirkan penampilan spesial pelawak asal Sunda, yakni Ohang dan Ceu Popon yang menghibur masyarakat yang hadir.
Selain pertunjukan seni dan budaya, rangkaian acara juga diisi dengan prosesi potong tumpeng sebagai simbol rasa syukur serta penyerahan sertifikasi halal secara simbolis.
1 Tahun Pasar Sasagaran, Ini Harapan Bupati Purwakarta
Acara Milangkala Desa Dangdeur dan Pasar Sasagaran turut dihadiri Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, Direktur Utama Perumda Air Minum Gapura Tirta Rahayu (PDAM) Purwakarta, Ketua APDESI Purwakarta, para Kepala Desa se-Kecamatan Bungursari, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta masyarakat sekitar.
Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, menyampaikan apresiasinya terhadap perjalanan Desa Dangdeur yang telah memasuki usia 43 tahun, sekaligus satu tahun keberadaan Pasar Sasagaran dan Lingkung Seni Galura Jomantara.
Ia menyebut, keberadaan pasar dan ruang kesenian di tengah masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam menggerakkan perekonomian sekaligus menjaga keberlangsungan budaya lokal.
Pria yang akrab disapa Om Zein itu berharap Pasar Sasagaran dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi para pedagang serta masyarakat sekitar, terutama dalam mendukung aktivitas perekonomian di Desa Dangdeur dan sekitarnya.
Keberadaan Lingkung Seni Galura Jomantara juga diharapkan mampu menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai dan melestarikan kesenian daerah.
"Semoga Desa Dangdeur semakin maju, Pasar Sasagaran semakin berkembang, dan kesenian serta budaya lokal terus hidup di tengah masyarakat," ujarnya.
(inm)
