Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Waduk Jatiluhur Siapkan 1,95 Miliar Meter Kubik Air, Untuk Irigasi hingga Akhir 2026

A
Adam SumartoEditor: Asep
|08:35 WIB
Bagikan:
Waduk Jatiluhur Siapkan 1,95 Miliar Meter Kubik Air, Untuk Irigasi hingga Akhir 2026
KEBUTUHAN IRIGASI: Perum Jasa Tirta (PJT) II memperkirakan sekitar 1,95 miliar meter kubik air harus disiapkan untuk memenuhi kebutuhan irigasi hingga akhir Desember 2026. Adam Sumarto/Pasundan Ekspres

PURWAKARTA-Perum Jasa Tirta (PJT) II memperkirakan sekitar 1,95 miliar meter kubik air harus disiapkan untuk memenuhi kebutuhan irigasi hingga akhir Desember 2026 dari Waduk Jatiluhur. Angka tersebut menjadi salah satu komponen terbesar dalam perhitungan neraca air Waduk Jatiluhur. Meski Tinggi Muka Air (TMA) mulai berada di bawah batas operasi normal bawah, PJT II memastikan ketersediaan air masih dalam kondisi terkendali.

General Manager Wilayah IV PJT II, Anom Soal Herudjito, mengatakan, kebutuhan air untuk irigasi hingga akhir tahun telah masuk dalam perhitungan pengelolaan waduk. "Hingga 31 Desember 2026 mendatang kami masih punya air 3,6 miliar meter kubik. Dari total potensi ketersediaan air tersebut, kebutuhan sektor irigasi diperkirakan mencapai 1,95 miliar meter kubik," kata Anom di Waduk Jatiluhur, belum lama ini.

Artinya, kata Anom, pasokan air Waduk Jatiluhur harus dikelola secara cermat agar kebutuhan pertanian tetap terpenuhi selama periode musim kering. Selain irigasi, air waduk juga dialokasikan untuk kebutuhan PDAM dan industri yang diperkirakan mencapai sekitar 708 juta meter kubik hingga akhir 2026. "Dengan memperhitungkan kebutuhan tersebut, neraca air Waduk Jatiluhur masih menunjukkan kondisi positif. Sehingga balancing-nya masih surplus 976 juta meter kubik dan ini menjadi salah satu dasar bagi PJT II dalam menentukan pola pengeluaran air selama beberapa bulan ke depan," ujarnya. 

Saat ini, sambungnya, TMA Waduk Jatiluhur berada di level 96,33 meter. Posisi tersebut sekitar 0,6 meter di bawah batas operasi normal bawah. Akan tetapi, level tersebut masih cukup jauh dari batas bawah operasi waduk yang berada di 87,5 meter. "Dari posisi sekarang masih ada cadangan kita 11 meter ke bawah. Kondisi ini menunjukkan bahwa penurunan TMA belum serta-merta membuat pasokan air untuk berbagai kebutuhan berada dalam kondisi darurat," ucapnya.

Terlebih, kata dia, PJT II memiliki cadangan yang terbentuk sejak awal tahun ketika posisi air Waduk Jatiluhur masih tinggi, di mana, kondisi TMA yang tinggi pada 1 Januari 2026 menjadi keuntungan bagi pengelolaan air tahun ini. "Air yang tersimpan sejak awal tahun kemudian dapat dimanfaatkan untuk menghadapi musim kering, termasuk menjaga pasokan bagi sektor pertanian. Jadi kita masih punya tabungan yang kita manfaatkan untuk musim kering ini," katanya.

Ia menegaskan, meski perhitungan sementara menunjukkan surplus, kondisi tersebut tetap dipantau secara berkala. Pihaknya pun melakukan simulasi neraca air setiap dua minggu untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap mampu memenuhi kebutuhan sampai akhir tahun.

Langkah tersebut menjadi penting karena kebutuhan air irigasi harus berjalan beriringan dengan kebutuhan masyarakat, industri dan PDAM. Dengan kebutuhan irigasi yang mencapai hampir 2 miliar meter kubik, pengaturan air Waduk Jatiluhur menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan pasokan bagi sektor pertanian selama musim kering.(add/sep)

Berita Terbaru

Pembangunan Mal di Subang Bukan Cuma Soal Belanja, Ini Dampaknya bagi UMKM

Pembangunan Mal di Subang Bukan Cuma Soal Belanja, Ini Dampaknya bagi UMKM

Subang1 jam lalu
Kawasan Industri Suryacipta Subang Makin Berkembang, Peluang Usaha Ini Bisa Ikut Tumbuh

Kawasan Industri Suryacipta Subang Makin Berkembang, Peluang Usaha Ini Bisa Ikut Tumbuh

Lifestyle2 jam lalu
Jadwal dan Tempat Nonton Java United FC vs Persib Bandung, Pekan Kesembilan BRI Super League 2026/2027

Jadwal dan Tempat Nonton Java United FC vs Persib Bandung, Pekan Kesembilan BRI Super League 2026/2027

Olahraga5 jam lalu
Cara Cairkan BPJS Ketenagakerjaan 2026, Simak Syarat dan Langkah-Langkahnya

Cara Cairkan BPJS Ketenagakerjaan 2026, Simak Syarat dan Langkah-Langkahnya

Nasional6 jam lalu
Cetak Sejarah, Futsal Putri Kabupaten Subang Tembus Empat Besar Porprov XV Jabar

Cetak Sejarah, Futsal Putri Kabupaten Subang Tembus Empat Besar Porprov XV Jabar

Headline6 jam lalu
PJR Cipularang Ajak Santri di Purwakarta Tertib Lalu Lintas

PJR Cipularang Ajak Santri di Purwakarta Tertib Lalu Lintas

Purwakarta6 jam lalu
Hendak Tawuran di Pagaden, Tiga Remaja Diamankan Polisi dengan Dua Senjata Tajam

Hendak Tawuran di Pagaden, Tiga Remaja Diamankan Polisi dengan Dua Senjata Tajam

Headline7 jam lalu
Jam Buka Lembur Pakuan Subang, Wisata Desa Budaya Sunda yang Gratis dan Instagramable

Jam Buka Lembur Pakuan Subang, Wisata Desa Budaya Sunda yang Gratis dan Instagramable

Lifestyle7 jam lalu
Cara Aktifkan ATM BNI yang Mati Lewat Online, Cukup Pakai Aplikasi wondr Tanpa ke Bank

Cara Aktifkan ATM BNI yang Mati Lewat Online, Cukup Pakai Aplikasi wondr Tanpa ke Bank

Lifestyle7 jam lalu
Loker Subang Terbaru November 2026, Ada Buat Lulusan SMA/SMK

Loker Subang Terbaru November 2026, Ada Buat Lulusan SMA/SMK

Jawa Barat9 jam lalu