Gerakan NGABESAN Puskesmas Sukarahayu Subang, Upaya Bersama Cegah Penyebaran DBD

SUBANG-Puskesmas Sukarahayu terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui inovasi Gerakan “NGABESAN” atau “Ngajak Ngaberantas Sarang Nyamuk”.
Inovator sekaligus Kepala Puskesmas Sukarahayu, Cicih Nurhayati, mengungkapkan Gerakan NGABESAN merupakan inovasi yang digagas sebagai upaya menekan dan mencegah kasus kesakitan maupun kematian akibat DBD di wilayah kerja Puskesmas Sukarahayu.
“Gerakan NGABESAN ini mengajak masyarakat untuk bersama-sama memberantas sarang nyamuk di lingkungan masing-masing. Pencegahan DBD tidak bisa hanya dilakukan oleh petugas kesehatan, tetapi membutuhkan peran aktif masyarakat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Gerakan NGABESAN mengedepankan penerapan 3M Plus, yakni menguras bak mandi atau tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Selain 3M, masyarakat juga didorong melakukan langkah “Plus”, seperti memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, tidak menggantung pakaian yang telah digunakan, serta berbagai upaya lain untuk mencegah nyamuk Aedes aegypti berkembang biak.
Ia menjelaskan, kegiatan pemberantasan sarang nyamuk melalui Gerakan NGABESAN dilaksanakan secara rutin setiap satu minggu sekali. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi kebiasaan bersama masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah munculnya tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
“Harapannya kegiatan ini dapat dilakukan secara rutin dan bersama-sama, sehingga lingkungan menjadi lebih bersih dan pada akhirnya dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” katanya.
Puskesmas Sukarahayu menilai keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam pengendalian DBD. Sebab, penyakit tersebut merupakan salah satu penyakit menular yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) atau wabah. Penyakit ini ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue dan penyebarannya cukup luas di berbagai wilayah Indonesia.
Wilayah kerja Puskesmas Sukarahayu mencakup empat kelurahan dengan luas sekitar 21,407 kilometer persegi di kawasan Kota Subang. Berdasarkan data program DBD yang tercantum dalam kerangka acuan kegiatan, kasus DBD pada 2022 masih ditemukan di sejumlah wilayah, di antaranya Kelurahan Karanganyar sebanyak 39 kasus, Kelurahan Cigadung 38 kasus, Kelurahan Sukamelang 32 kasus, dan Kelurahan Dangdeur 28 kasus.
Melihat kondisi tersebut, Puskesmas Sukarahayu menempatkan pemberdayaan masyarakat sebagai salah satu strategi penting dalam pengendalian DBD. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), penyuluhan mengenai DBD, program juru pemantau jentik (Jumantik) anak sekolah, serta gerakan satu rumah satu jumantik.
Melalui Gerakan NGABESAN, Puskesmas Sukarahayu berharap masyarakat semakin sadar bahwa pemberantasan DBD harus dimulai dari lingkungan terdekat, terutama rumah masing-masing.
"Maka dengan kegiatan yang dilakukan secara rutin, gotong royong, dan berkelanjutan, diharapkan jumlah kasus DBD dapat ditekan serta tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan aman bagi masyarakat," pungkasnya.(znl/ysp)
