Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

200 Hektare Tambak di Subang Mengering, Kerugian Petambak Ditaksir Rp1 Miliar

F
Fahrizal Abdul MEditor: Dobi Maulana
|10:39 WIB
Bagikan:
200 Hektare Tambak di Subang Mengering, Kerugian Petambak Ditaksir Rp1 Miliar
Kekeringan melanda sekitar 200 hektare tambak di Desa Langensari, Kecamatan Blanakan, Subang. Petambak menghadapi kerugian yang ditaksir mencapai Rp1 miliar dan berharap ada penanganan terhadap saluran air yang mengalami pendangkalan. (Foto: detik.com)

PASUNDANEKSPRES.ID - Kekeringan yang melanda kawasan pesisir Kabupaten Subang, Jawa Barat, berdampak serius terhadap usaha budidaya perikanan. Sekitar 200 hektare tambak di Desa Langensari, Kecamatan Blanakan, dilaporkan mengering akibat minimnya pasokan air laut, dengan estimasi kerugian petambak mencapai Rp1 miliar.

Kondisi tersebut diperparah oleh pendangkalan saluran utama yang menjadi jalur masuk air laut menuju kawasan pertambakan. Akibatnya, air pasang tidak mampu mengalir secara optimal ke tambak milik warga.

Dalam laporan detikJabar yang terbit Kamis (15/10/2026), Ketua KUD Mina Langgeng Jaya Desa Langensari, Raim Irawan, menyebut kekeringan telah memengaruhi sekitar 200 hektare tambak. Dampaknya juga dirasakan pada penurunan produksi ikan yang disetorkan ke tempat pelelangan ikan (TPI).

Para petambak kini berharap pemerintah turun tangan untuk menangani persoalan saluran air yang dangkal dan mencegah kerugian semakin meluas.

Bibit Ikan Mati, Petambak Rugi Puluhan Juta Rupiah

Salah seorang petambak setempat, Wajim, mengungkapkan bahwa bibit ikan yang baru ditanam mati karena tidak mendapatkan pasokan air yang memadai.

Ia memperkirakan kerugian yang dialaminya dapat mencapai Rp20 juta per hektare. Kondisi tersebut membuat petambak kesulitan melanjutkan kegiatan budidaya karena sumber air yang dibutuhkan tidak tersedia.

Sementara itu, Raim memperkirakan total kerugian petambak di wilayah tersebut mencapai Rp1 miliar. Ia meminta perhatian dinas terkait, terutama untuk menangani pendangkalan saluran yang menghambat masuknya air laut ketika pasang.

Bagi petambak, persoalan tersebut bukan hanya menyangkut kondisi lahan yang mengering, tetapi juga keberlangsungan usaha dan mata pencaharian masyarakat pesisir.

Kekeringan Meluas di Jawa Barat

Kondisi tambak di Blanakan terjadi di tengah meluasnya dampak kekeringan di Jawa Barat. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat hingga 13 Oktober 2026, kekeringan telah berdampak pada 840 desa dan kelurahan yang tersebar di 276 kecamatan.

Sebanyak 1.294.655 jiwa atau sekitar 394 ribu kepala keluarga tercatat terdampak. Pemerintah bersama berbagai instansi telah mendistribusikan sekitar 38,7 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air.

Data tersebut menggambarkan luasnya dampak kemarau terhadap masyarakat Jawa Barat. Namun, distribusi air bersih yang dilaporkan BPBD ditujukan untuk membantu kebutuhan masyarakat dan tidak dapat langsung dianggap sebagai bantuan untuk mengatasi kekeringan tambak di Langensari.

BMKG juga memasukkan Kabupaten Subang dalam wilayah dengan peringatan dini kekeringan meteorologis pada dasarian II Oktober 2026. Dalam prakiraan cuaca periode 16–22 Oktober, BMKG menyebut kondisi panas dan kering masih mendominasi sejumlah wilayah Indonesia, meskipun hujan lokal tetap berpeluang terjadi.

Situasi tersebut membuat penanganan kekeringan perlu disesuaikan dengan kebutuhan setiap wilayah, termasuk permasalahan pasokan air yang dihadapi petambak di kawasan pesisir.

Petambak Menunggu Penanganan Saluran Air

Hingga penelusuran informasi pada Jumat (16/10/2026), belum ditemukan keterangan resmi terbaru yang memastikan adanya keputusan pemerintah untuk melakukan pengerukan saluran tambak di Desa Langensari.

Karena itu, tindak lanjut dari instansi terkait masih perlu dipastikan, terutama mengenai kondisi saluran utama, rencana normalisasi, serta kemungkinan langkah darurat untuk membantu petambak yang mengalami kerugian.

Keterangan dari pemerintah daerah dan dinas teknis dibutuhkan untuk menjelaskan penyebab pendangkalan, kewenangan pengelolaan saluran, serta langkah yang dapat dilakukan agar pasokan air kembali menjangkau kawasan pertambakan.

Penanganan yang tepat diharapkan dapat membantu memulihkan kegiatan budidaya sekaligus mengurangi risiko kerugian lanjutan bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari usaha tambak.

Bagi para petambak di Langensari, kepastian penanganan saluran air menjadi hal penting agar lahan yang kini mengering dapat kembali dimanfaatkan ketika pasokan air memungkinkan.

Berita Terbaru

Bunda PAUD Ega Anjani Dukung Program Wajib Belajar 1 Tahun Pra Sekolah

Bunda PAUD Ega Anjani Dukung Program Wajib Belajar 1 Tahun Pra Sekolah

Subang16 menit lalu
Kongres XX Dokter Hewan Indonesia Digelar di Nusantara, Bahas Kedaulatan Pangan dan Perlindungan Satwa

Kongres XX Dokter Hewan Indonesia Digelar di Nusantara, Bahas Kedaulatan Pangan dan Perlindungan Satwa

Nasional44 menit lalu
Korupsi Dana BNPB, KPK Telusuri Dugaan Penyimpangan Sejak 2022

Korupsi Dana BNPB, KPK Telusuri Dugaan Penyimpangan Sejak 2022

Nasional50 menit lalu
Susu Masuk Menu MBG Lagi, BGN Sekaligus Siapkan Aturan Baru Pengadaan Pangan

Susu Masuk Menu MBG Lagi, BGN Sekaligus Siapkan Aturan Baru Pengadaan Pangan

Nasional59 menit lalu
ADVERTISEMENT
200 Hektare Tambak di Subang Mengering, Kerugian Petambak Ditaksir Rp1 Miliar

200 Hektare Tambak di Subang Mengering, Kerugian Petambak Ditaksir Rp1 Miliar

Subang1 jam lalu
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Terjaring OTT, KPK Sita Uang Rp 1 Miliar

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Terjaring OTT, KPK Sita Uang Rp 1 Miliar

Nasional1 jam lalu
KPK Buka Peluang Jemput Paksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Mangkir Dua Kali

KPK Buka Peluang Jemput Paksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Mangkir Dua Kali

Nasional1 jam lalu
BAZNAS Subang Salurkan Bantuan Stimulan Perbaikan Rumah

BAZNAS Subang Salurkan Bantuan Stimulan Perbaikan Rumah

Headline1 jam lalu
Presiden Prabowo Setujui Bantuan Asing Untuk Atasi Karhutla di Indonesia

Presiden Prabowo Setujui Bantuan Asing Untuk Atasi Karhutla di Indonesia

Nasional1 jam lalu
Asap Masih Mengepung, Bantuan Asing untuk Tangani Karhutla Disetujui Prabowo

Asap Masih Mengepung, Bantuan Asing untuk Tangani Karhutla Disetujui Prabowo

Nasional1 jam lalu