Ada 3 Desa! Ini Lokasi Revitalisasi Kebun Teh Ciater Subang Tahun 2026

PASUNDAN EKSPRES. ID – Program revitalisasi kebun teh di kawasan Ciater, Kabupaten Subang, terus berjalan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat revitalisasi tersebut telah dilakukan di sejumlah titik dan menjadi bagian dari upaya mengembalikan fungsi lahan perkebunan yang sebelumnya mengalami perubahan penggunaan.
Update per 5 September 2026 menunjukkan revitalisasi kebun teh Ciater tidak hanya dilakukan di Desa Ciater, tetapi juga mencakup Desa Cisaat dan Desa Tambakan. Total lahan yang telah direvitalisasi di tiga desa tersebut mencapai 6 hektare, dengan jumlah tanaman teh yang sudah ditanam mencapai 50.200 pohon.
Program ini menjadi perhatian karena kawasan Ciater dikenal sebagai salah satu kawasan perkebunan teh sekaligus destinasi wisata di Kabupaten Subang. Pengembalian fungsi lahan diharapkan tidak hanya berkaitan dengan produksi perkebunan, tetapi juga aspek lingkungan dan penataan kawasan.
Revitalisasi menyasar tiga desa
Kepala Dinas Perkebunan Jawa Barat Gandjar Yudniarsa menjelaskan revitalisasi kebun teh di wilayah Ciater dilakukan pada tiga lokasi, yakni Desa Ciater, Desa Cisaat dan Desa Tambakan.
Rinciannya sebagai berikut:
- Desa Ciater: revitalisasi mencapai 2 hektare dengan penanaman 15.200 pohon teh.
- Desa Cisaat: revitalisasi mencapai 3 hektare dengan penanaman 25.000 pohon teh.
- Desa Tambakan: revitalisasi mencapai 1 hektare dengan penanaman 10.000 pohon teh.
- Total: 6 hektare lahan dengan 50.200 pohon teh yang telah ditanam.
Data tersebut disampaikan Gandjar dalam keterangan yang dipublikasikan Pemprov Jawa Barat pada akhir Agustus 2026.
Penanaman perdana program revitalisasi kebun teh di Ciater telah dimulai sejak November 2025. Program tersebut kemudian dilanjutkan ke sejumlah titik pada 2026, termasuk penanaman di Blok Tambakan, Desa Tambakan.
10 ribu bibit ditanam di Tambakan
Salah satu perkembangan penting terjadi di Blok Tambakan, Desa Tambakan, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang.
Dinas Perkebunan Jawa Barat mencatat kegiatan revitalisasi di lokasi tersebut dilakukan pada 24 April 2026. Sebanyak 10.000 tanaman teh ditanam di lahan seluas 1 hektare. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengembalikan fungsi kawasan perkebunan teh di Ciater.
Lokasi Tambakan juga menjadi bagian dari kawasan yang secara administratif berada di sekitar jalur Ciater-Jalancagak. Revitalisasi di titik ini membuat total luasan lahan yang dipulihkan di tiga desa mencapai 6 hektare.
Bukan hanya soal tanaman teh
Revitalisasi kebun teh Ciater tidak semata-mata diarahkan untuk mengembalikan tanaman teh. Pemerintah Jawa Barat juga mengaitkannya dengan fungsi lingkungan dan penataan kawasan.
Gandjar menyebut revitalisasi dilakukan untuk mengembalikan fungsi perkebunan yang sebelumnya telah mengalami perubahan. Di Ciater, sebagian lahan sebelumnya telah beralih menjadi bangunan liar. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan dilakukan pemulihan kawasan.
“Dengan merevitalisasi kebun teh, bencana alam dapat dicegah dan mampu menciptakan estetika kawasan,” kata Gandjar dalam keterangan Pemprov Jawa Barat.
Pernyataan tersebut menunjukkan adanya aspek lingkungan dalam program revitalisasi. Perkebunan teh yang kembali ditanami diharapkan dapat membantu mempertahankan fungsi lahan sekaligus menjaga karakter kawasan pegunungan Ciater.
Target revitalisasi masih 12 hektare
Meski 6 hektare telah direvitalisasi di tiga desa, program tersebut belum selesai. Pemprov Jawa Barat masih memiliki target yang lebih besar untuk kawasan Ciater.
Target revitalisasi perkebunan teh di Ciater ditetapkan mencapai 12 hektare. Artinya, berdasarkan capaian 6 hektare yang telah dilaporkan hingga akhir Agustus 2026, masih terdapat sekitar 6 hektare yang menjadi bagian dari target berikutnya.
Sementara itu, program serupa juga dilakukan di Pangalengan, Kabupaten Bandung. Target revitalisasi di wilayah tersebut mencapai 24 hektare. Hingga akhir Agustus 2026, sebanyak 16 hektare telah direvitalisasi dengan penanaman 198.000 pohon teh.
Melibatkan pekerja sekitar kebun
Program revitalisasi tersebut juga melibatkan tenaga kerja di sekitar kawasan perkebunan. Pemprov Jawa Barat menyebut pelaksanaan revitalisasi Ciater dan Pangalengan melibatkan warga sekitar kebun serta pensiunan karyawan PTPN.
Secara keseluruhan, terdapat 96 pekerja yang terlibat dalam kegiatan revitalisasi.
Pelibatan tenaga kerja lokal menjadi bagian lain dari program tersebut karena revitalisasi tidak hanya berkaitan dengan penanaman, tetapi juga kegiatan pemulihan dan pemeliharaan kawasan perkebunan.
Kebun teh tetap menjadi daya tarik Ciater
Kawasan perkebunan teh Ciater juga memiliki kaitan erat dengan sektor wisata Kabupaten Subang. Hamparan perkebunan teh menjadi salah satu pemandangan yang banyak ditemui di kawasan selatan Subang, terutama di sekitar Ciater dan Jalancagak.
Sejumlah destinasi wisata di kawasan tersebut memanfaatkan karakter alam pegunungan sebagai daya tarik. Keberadaan perkebunan teh yang kembali ditata dapat memperkuat karakter lanskap kawasan Ciater yang selama ini dikenal dengan udara sejuk, perkebunan dan destinasi wisata alam.
Dengan capaian 6 hektare dan 50.200 tanaman teh di tiga desa, program revitalisasi kini memasuki tahap lanjutan untuk mengejar target 12 hektare. Pemerintah Jawa Barat masih melanjutkan penanaman dan pemulihan lahan di kawasan Ciater, sementara perkembangan berikutnya akan menentukan seberapa cepat seluruh target revitalisasi tersebut dapat terpenuhi.
