Bukan Cuma Buku, Festival Literasi Subang 2026 Bakal Hadirkan Layanan KTP Gratis hingga Bazar UMKM

PASUNDAN EKSPRES.ID — Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Subang bersiap menggelar Festival Literasi Subang 2026 pada akhir Oktober mendatang.
Perhelatan tahunan jilid kedua ini dirancang berbeda dibanding tahun sebelumnya karena tak hanya menyajikan kegiatan literasi dan buku, tetapi juga mengintegrasikan berbagai layanan publik gratis hingga bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kepala Bidang Pelayanan dan Pengelolaan Perpustakaan Disarpus Kabupaten Subang, Rosmayati, mengungkapkan bahwa festival ini bertujuan mendekatkan fungsi perpustakaan kepada seluruh lapisan masyarakat Subang.
"Di dalam kegiatan festival tahun ini memang agak berbeda. Selain ada UMKM, kami juga memfasilitasi pelayanan publik berkolaborasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk pembuatan KTP elektronik bagi siswa SMA usia 17 tahun, serta Dinas Kesehatan untuk pelayanan kesehatan dasar dan donor darah," ujar Rosmayati dalam program talk show LEKAT di LPPL Radio Benpas Subang.
Program Acara Festival Literasi Subang 2026
Kolaborasi Pelayanan Publik dan Pemberdayaan UMKM
Festival yang akan dipusatkan di Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Subang ini diselenggarakan terbuka untuk masyarakat umum selama tiga hari berturut-turut.
Pihak Disarpus menegaskan bahwa konsep terpadu ini sengaja diusung agar warga yang datang tidak hanya mendapatkan edukasi, melainkan juga kenyamanan berbelanja dan mengurus administrasi.
Selain stand bazar UMKM yang menjajakan ragam kuliner dan produk lokal, pengunjung dapat menyaksikan pameran produk hasil Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).
Program TPBIS sendiri merupakan bentuk nyata penerapan ilmu dari buku bacaan menjadi karya bernilai ekonomi, seperti aneka olahan makanan dan produk keripik yang diproduksi oleh kelompok masyarakat serta kader PKK desa.
Pustakawan Perpustakaan Daerah Kabupaten Subang, Tami, menambahkan bahwa festival ini menjadi bukti bahwa makna literasi tidak terbatas pada aktivitas membaca dan menulis.
"Literasi itu luas, mencakup pemahaman hingga kemampuan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui TPBIS, masyarakat diajak mempraktikkan isi buku hingga menghasilkan produk yang menunjang kesejahteraan," jelas Tami.
Rangkaian Acara Edukatif dan Hiburan Keluarga
Selama tiga hari pelaksanaan, panitia telah menyusun beragam mata acara interaktif. Pada hari pertama, acara diawali dengan seremoni pembukaan dan Gelar Wicara (talk show) yang berencana menghadirkan figur publik (public figure).
Hari kedua diisi dengan kegiatan Bedah Buku, sedangkan hari ketiga akan dimeriahkan oleh Senam Literasi, Storytelling, kegiatan Mewarnai Bersama anak-anak, serta pertunjukan musik live.
Pustakawan Disarpus Subang, Intan, memberikan catatan khusus mengenai kegiatan anak-anak usia TK, PAUD, hingga SD kelas rendah.
Pihaknya menegaskan bahwa kegiatan mewarnai dan storytelling dikemas dalam bentuk ajang rekreasi bersama, bukan kompetisi berhadiah.
"Mewarnai bersama ini bukan merupakan mata lomba, jadi tidak ada kompetisi di dalamnya. Konsepnya adalah ruang ekspresi yang menyenangkan agar anak-anak dapat menikmati suasana perpustakaan," tutur Intan.
Puncak festival ini juga akan diisi dengan penyerahan penghargaan (awarding) bagi para pemenang berbagai perlombaan literasi tingkat kabupaten yang telah berlangsung sepanjang tahun.
Mendorong Peningkatan Indeks Literasi Daerah
Penyelenggaraan Festival Literasi 2026 juga diharapkan mampu mendongkrak Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Kabupaten Subang.
Meskipun Subang berhasil meraih peringkat pertama Tingkat Gemar Membaca (TKM) se-Jawa Barat pada tahun 2025, nilai IPLM daerah ini diakui masih memerlukan dorongan akibat belum meratanya keberadaan perpustakaan di tingkat desa.
