Daftar Kebakaran di Subang Selama September 2026, Karhutla Meluas hingga 29 Desa

SUBANG – September 2026 menjadi periode yang cukup mengkhawatirkan bagi Kabupaten Subang. Di tengah puncak musim kemarau, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sejumlah wilayah, mulai dari kawasan Perhutani hingga lahan milik masyarakat.
Berdasarkan rekap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang, sepanjang Januari hingga September 2026 tercatat 91 hektare lahan terbakar yang tersebar di 14 kecamatan dan 29 desa.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Subang, Enda, mengatakan data tersebut telah direkap sebagai bahan evaluasi sekaligus kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran berikutnya.
“Data kejadian karhutla periode Januari hingga September 2026, sudah kami rekap sebagai bahan kesiapsiagaan,” ujar Enda kepada RRI di Subang, Jumat, 25 September 2026.
Lahan yang terbakar didominasi kawasan Perhutani dan PTPN, selain sejumlah lahan milik warga. Kondisi cuaca yang panas dan kering membuat api berpotensi cepat menjalar, terutama di kawasan dengan vegetasi yang mudah terbakar.
Daftar Kebakaran di Subang Selama September 2026
Berikut sejumlah kejadian kebakaran yang tercatat di Kabupaten Subang selama September 2026:
1. 23 September 2026 – Kebakaran lahan Perhutani di Cijambe
Kebakaran terjadi pada dini hari di lahan kebun kayu putih milik Perhutani yang berada di Kampung Gadog, Desa Sukahurip, Kecamatan Cijambe.
Vegetasi kering di kawasan tersebut membuat potensi penyebaran api menjadi perhatian petugas. Penanganan dilakukan untuk mencegah api meluas ke area hutan lainnya.
2. 20 September 2026 – 11 kios Pasar Inpres Subang terbakar
Kebakaran terjadi sekitar pukul 21.30 WIB di area sekitar Pasar Inpres Subang. Sebanyak 11 kios dilaporkan hangus terbakar dalam peristiwa tersebut.
Kejadian ini menjadi salah satu kebakaran yang mendapat perhatian karena terjadi di kawasan perdagangan dan berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.
3. Pertengahan September – Kebakaran lahan di sejumlah wilayah
Pada pertengahan September, rentetan kebakaran lahan terjadi di beberapa kecamatan dalam waktu berdekatan.
Salah satunya terjadi di kawasan Perhutani, Dusun I RT 03/RW 02, Desa Banggalamulya, Kecamatan Kalijati.
Peristiwa tersebut menjadi gambaran meningkatnya ancaman kebakaran lahan ketika kondisi lingkungan memasuki periode kering.
Sagalaherang dan Serangpanjang Jadi Wilayah Siaga
Selain lokasi kejadian, perhatian juga diarahkan ke wilayah yang memiliki hamparan lahan luas dan kawasan hutan.
Kecamatan Sagalaherang dan Serangpanjang menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus. Koramil Sagalaherang bersama tim gabungan meningkatkan kesiapsiagaan karena wilayah tersebut memiliki kawasan PTPN dan hutan Perhutani yang cukup luas.
Armada pemadam kebakaran dan personel disiagakan untuk mengantisipasi munculnya titik api, termasuk selama 24 jam.
91 Hektare Lahan Terbakar Sepanjang 2026
Jika dihitung sejak Januari hingga September 2026, total luasan lahan yang terbakar di Kabupaten Subang mencapai 91 hektare.
Karhutla tidak hanya berpotensi merusak kawasan hutan dan perkebunan. Asap yang ditimbulkan juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, sementara kerusakan lahan dapat berdampak terhadap aktivitas ekonomi warga serta ekosistem.
BPBD Kabupaten Subang mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan, terutama saat kondisi cuaca panas dan kering.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran.
Laporan dapat disampaikan melalui Call Center BPBD Kabupaten Subang di 0812-2433-4343 atau layanan darurat 112.
Dengan kondisi kemarau yang masih menjadi perhatian, kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu kunci untuk mencegah kebakaran kecil berubah menjadi bencana yang lebih luas.
