Dapat Nomor 1, Calon Kepala Desa Cimanglid Nana Supriatna, Ingin Bangun Desa Bersama Masyarakat

SUBANG – Calon Kepala Desa Cimanglid periode 2026–2034, Nana Supriatna atau yang akrab disapa Aa Yayan, membawa visi membangun desa secara bersama-sama dengan masyarakat. Dengan mengusung semangat “Sasarengan Urang Ngawangun Desa, Imah Nu Merenah tur Betah”, Nana menempatkan kebersamaan dan partisipasi masyarakat sebagai bagian penting dalam pembangunan Desa Cimanglid.
Nana Supriatna maju sebagai calon Kepala Desa Cimanglid dengan nomor urut 1. Dalam visi yang ditawarkan, ia menekankan pentingnya membangun desa yang nyaman, tertata, serta mampu memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.
Menurut Nana, pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah desa. Peran serta masyarakat diperlukan agar setiap kebijakan dan program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga.
“Bagi saya, membangun desa bukan pekerjaan satu orang. Desa akan maju ketika pemerintah desa dan masyarakat memiliki semangat yang sama, saling mendukung, serta bersama-sama menentukan arah pembangunan,” ujar Nana Supriatna pada Rabu (7/10/2026).
Ia mengatakan, semangat tersebut dituangkan dalam misi yang diusungnya, yakni “SERASI” atau Sepemikiran, Serasa, Saling Jagi. Konsep tersebut menjadi landasan Nana untuk membangun komunikasi dan kebersamaan antara pemerintah desa dengan masyarakat.
Menurutnya, pemerintah desa harus mampu menciptakan ruang komunikasi yang terbuka sehingga masyarakat dapat menyampaikan aspirasi, kritik, maupun gagasan terkait pembangunan desa.
“Sepemikiran bukan berarti semua harus memiliki pendapat yang sama. Justru perbedaan pendapat harus menjadi bahan untuk mencari solusi terbaik. Yang terpenting adalah bagaimana kita memiliki tujuan yang sama untuk memajukan Cimanglid,” katanya.
Nana juga menekankan pentingnya menjaga rasa kebersamaan di tengah masyarakat. Menurutnya, pembangunan akan lebih mudah dilakukan apabila hubungan antara pemerintah desa dan warga berjalan harmonis.
Ia berharap masyarakat tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga ikut terlibat sejak proses perencanaan hingga pengawasan program desa.
Selain mengusung semangat kebersamaan, Nana membawa tiga komitmen yang ditonjolkan dalam pencalonannya, yakni bersama membangun, bersama maju, dan bersama sejahtera.
Ketiga komitmen tersebut, kata dia, harus diterjemahkan ke dalam program yang konkret dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Yang ingin saya bangun bukan hanya infrastruktur, tetapi juga kebersamaan, pelayanan pemerintahan yang baik, serta peluang agar masyarakat bisa berkembang dan sejahtera. Desa harus menjadi rumah bersama bagi seluruh warga,” ujarnya.
Nana menambahkan, jika mendapatkan amanah masyarakat, dirinya akan berupaya menjalankan pemerintahan desa secara terbuka dan melibatkan masyarakat dalam menentukan skala prioritas pembangunan.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Cimanglid untuk menjaga kondusivitas selama tahapan Pilkades berlangsung. Perbedaan pilihan, menurutnya, merupakan bagian dari proses demokrasi dan tidak boleh menjadi alasan untuk memutus hubungan persaudaraan antarwarga.
“Siapa pun pilihan masyarakat, persaudaraan harus tetap dijaga. Pilkades adalah proses untuk memilih pemimpin desa, bukan untuk memecah masyarakat. Setelah proses selesai, kita tetap harus bersama-sama membangun Cimanglid,” pungkasnya.(hdi)
