Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Subang Terus Naik

C
|19:20 WIB
Bagikan:
Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Subang Terus Naik
Kepala Bidang Perlindungan Anak DP2KBP3A Kabupaten Subang, Herijanto (tengah), saat memberikan keterangan terkait kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Subang.(Cindy Desita Putri/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Subang menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Kekerasan seksual menjadi jenis kasus yang paling dominan berdasarkan laporan yang ditangani Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Subang.

Data DP2KBP3A Kabupaten Subang mencatat sebanyak 75 kasus kekerasan terhadap anak terjadi pada 2023. Angka tersebut meningkat menjadi 94 kasus pada 2024 dan kembali bertambah menjadi 102 kasus pada 2025. Sementara hingga pertengahan September 2026, jumlah kasus yang tercatat telah mencapai 74 kasus.

Kepala Bidang Perlindungan Anak DP2KBP3A Kabupaten Subang, Herijanto menyampaikan, setiap laporan yang masuk terus diupayakan untuk segera ditangani bersama petugas di lapangan. 

"Kalau berdasarkan dari kepala UPT, ada 74 kasus. Prosesnya selalu kami upayakan gercep dengan tenaga lapangan," terangngya saat ditemui di Mapolres Subang, Jumat (11/9/2026).

Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Anak Tidak Hanya Berfokus Pada Korban

Menurut Herijanto, penanganan kasus kekerasan terhadap anak tidak hanya berfokus pada korban. Pendampingan juga dilakukan terhadap lingkungan keluarga untuk memastikan proses pemulihan dan perlindungan anak berjalan secara menyeluruh. 

"Penanganannya di keluarga, ada petugas penyuluh lapangan," ujarnya.

Herijanto mengungkapkan, kekerasan seksual menjadi jenis kekerasan yang paling banyak ditemukan. Kasus tersebut antara lain berupa pelecehan seksual dan persetubuhan.

Selain kekerasan seksual, pihaknya juga menangani kasus kekerasan fisik, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perundungan atau bullying, hingga kasus yang berkaitan dengan pornografi. 

"Subang dominan pelecehan seksual dan persetubuhan. Kalau dari KDRT, kekerasan fisik, bully juga ada, kemudian pornografi juga ada. Relatif pelecehan seksual lebih dominan,_ ungkapnya.

Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah lingkungan pelaku. Herijanto menyebut pelaku kekerasan terhadap anak dalam sejumlah kasus justru berasal dari orang-orang yang berada di sekitar korban.

Orang tua, guru, teman, hingga pacar korban dapat menjadi pelaku. "Orang terdekat itu ada orang tua, ada salah satunya guru juga, mungkin juga pacarnya dan sebagainya," ucapnya.

Kondisi tersebut, menurut dia, menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap anak tidak hanya dilakukan di lingkungan luar, tetapi juga di dalam lingkup keluarga dan lingkungan terdekat anak.

Herijanto juga menyoroti penggunaan gawai yang semakin melekat dalam kehidupan anak. Penggunaan gadget yang tidak terkontrol dinilai dapat membuka akses terhadap berbagai konten dan interaksi yang berpotensi menimbulkan persoalan.

"Relatif penggunaan gadget ini memengaruhi penggunaan banyak pada anak-anak. Sejak anak kecil sampai dewasa pun tidak lepas dari penggunaan gadget," katanya.

Meski demikian, Herijanto menegaskan penggunaan gadget tidak serta-merta menjadi penyebab langsung terjadinya kekerasan terhadap anak. Persoalan dapat muncul melalui berbagai bentuk interaksi, mulai dari konflik dan pertengkaran hingga paparan konten yang tidak sesuai dengan usia anak.

Herijanto menjelaskan, korban yang ditangani pihaknya merupakan anak yang berusia di bawah 18 tahun. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap pelecehan seksual hanya terjadi ketika terdapat tindakan seksual secara terang-terangan. Kontak fisik terhadap bagian tubuh tertentu dapat masuk dalam kategori pelecehan apabila dilakukan dengan maksud atau konteks seksual.

Bahkan, tindakan yang sekilas terlihat sederhana seperti menyentuh rambut atau membelai tubuh anak juga dapat menjadi persoalan apabila dilakukan dengan konteks seksual. 

"Kalau pelecehan itu atau organ tubuh kita, organ tubuh kita dari anak tersebut itu yang sangat tidak boleh disentuh sama sekali," ujarnya.

Menurutnya, bentuk pelecehan juga tidak terbatas pada kontak fisik. Pelecehan dapat terjadi melalui ucapan maupun ruang digital. Karena itu, masyarakat diminta tidak ragu melaporkan apabila menemukan tindakan yang mengandung unsur seksual dan menyasar anak. 

"Termasuk verbal juga, termasuk digitalnya juga itu termasuk bisa pelecehan seksual. Bisa dilaporkan kalau ada yang seperti itu," tutup Herijanto.(cdp/sep)

Berita Terbaru

7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

Lifestyle40 menit lalu
Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Lifestyle57 menit lalu
Dugaan Pungli Rp250 Juta Gegerkan Pondok Bambu, Siapa Sebenarnya Nur Mariyana Putri?

Dugaan Pungli Rp250 Juta Gegerkan Pondok Bambu, Siapa Sebenarnya Nur Mariyana Putri?

Nasional1 jam lalu
Rekomendasi Tempat Jual Emas Harga Tinggi di Subang, Bisa Tanpa Surat!

Rekomendasi Tempat Jual Emas Harga Tinggi di Subang, Bisa Tanpa Surat!

Lifestyle2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Ide Kegiatan Positif untuk Mengisi Waktu Luang, Dijamin Bermanfaat

Ide Kegiatan Positif untuk Mengisi Waktu Luang, Dijamin Bermanfaat

Lifestyle2 jam lalu
UU Pelindungan Ketenagakerjaan Resmi Disahkan, Ini 9 Hak Penting yang Kini Diatur untuk Buruh

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Resmi Disahkan, Ini 9 Hak Penting yang Kini Diatur untuk Buruh

Nasional3 jam lalu
Jadwal TKA SMA/SMK 2026, Catat Pelaksanaannya!

Jadwal TKA SMA/SMK 2026, Catat Pelaksanaannya!

Lifestyle4 jam lalu
Mantan Sekdes Ace Safei Maju Pilkades Jalancagak, Usung "Jalancagak Juara"

Mantan Sekdes Ace Safei Maju Pilkades Jalancagak, Usung "Jalancagak Juara"

Subang5 jam lalu
Imbas Temuan Klaster Mewah di Area Lapas, Kemenimipas Copot Kalapas Cibinong

Imbas Temuan Klaster Mewah di Area Lapas, Kemenimipas Copot Kalapas Cibinong

Nasional5 jam lalu
Gelar Perdana Sudah Diraih, Ini Agenda Timnas Indonesia setelah FIFA ASEAN Cup 2026

Gelar Perdana Sudah Diraih, Ini Agenda Timnas Indonesia setelah FIFA ASEAN Cup 2026

Olahraga6 jam lalu