Ketua TP PKK Kabupaten Subang Ega Anjani Tekankan Pentingnya Imunisasi Bagi Anak

SUBANG-Ketua TP PKK Kabupaten Subang, Ega Anjani Reynaldy, menekankan pentingnya imunisasi lengkap bagi anak untuk membangun kekebalan tubuh sekaligus mencegah penularan berbagai penyakit infeksi berbahaya.
Pesan itu disampaikan Ega saat menghadiri kegiatan Bulan Imunisasi Kejar (BIK) di Posyandu Flamboyan V, Desa Gunungsari, Kecamatan Pagaden, Rabu (14/10/2026).
Ega mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam mendukung pelaksanaan imunisasi kejar. Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu upaya untuk melengkapi dosis vaksin anak yang belum diterima sesuai jadwal imunisasi.
“Imunisasi kejar dilakukan untuk melengkapi dosis vaksin anak yang tertinggal. Pelaksanaannya dapat dilakukan bersamaan dengan imunisasi rutin atau dalam kondisi tertentu secara terpisah, sesuai kebutuhan dan ketentuan pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, imunisasi kejar memiliki peran penting dalam memastikan anak memperoleh perlindungan yang optimal. Melalui pemberian vaksin sesuai kebutuhan, sistem kekebalan tubuh anak dapat terbentuk dan diperkuat untuk melawan penyakit yang berpotensi membahayakan kesehatan.
Karena itu, Ega meminta seluruh kader TP PKK, khususnya yang bergerak di tingkat kecamatan dan desa, untuk terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi lengkap.
“Imunisasi akan membentuk dan memperkuat sistem kekebalan tubuh agar mampu melawan penyakit infeksi berbahaya. Karena itu, kami berharap para kader terus aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya melengkapi imunisasi anak,” jelasnya.
Ia berharap pelaksanaan Bulan Imunisasi Kejar tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan vaksinasi anak, tetapi juga meningkatkan kesadaran orang tua untuk memperhatikan kesehatan dan tumbuh kembang anak sejak dini.
Dia menyebut, keterlibatan keluarga, kader posyandu, dan tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam memastikan anak mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Dwinan Marchiawati, menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan program imunisasi membutuhkan kerja sama lintas sektor. Dinas Kesehatan tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan organisasi perangkat daerah terkait, kader PKK, serta partisipasi masyarakat.
“Kerja sama yang baik antara Dinas Kesehatan, DP2KB3A, dan ibu-ibu PKK sangat diperlukan. Tanpa dukungan para kader, target yang telah ditetapkan akan sulit dicapai. Karena itu, seluruh pihak harus bergerak bersama agar pelaksanaan program dapat diselesaikan sesuai target,” tegasnya.
Dwinan juga menekankan pentingnya membangun ekosistem kolaborasi yang terintegrasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Koordinasi antarlembaga dinilai perlu diperkuat agar pelaksanaan program dapat berjalan efektif dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Kepala Desa Gunungsari, Andri Nugraha menyampaikan, pemerintah desa terus mengoptimalkan enam posyandu yang tersedia untuk mendukung pemantauan tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu hamil.
Ia mengungkapkan, saat ini terdapat sembilan balita dengan kondisi gizi kurang di Desa Gunungsari. Selain itu, lima ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis (KEK) mendapatkan pemberian makanan tambahan (PMT).
“Di Desa Gunungsari terdapat enam posyandu yang terus kami optimalkan untuk mendukung pemantauan tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu hamil. Saat ini ada sembilan balita dengan gizi kurang dan lima ibu hamil dengan KEK yang mendapatkan PMT,” ungkapnya
Data tersebut, kata Andi, menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan berbasis masyarakat tidak hanya berfokus pada imunisasi, tetapi juga mencakup pemantauan status gizi balita serta pendampingan ibu hamil.
"Karena itu optimalisasi fungsi posyandu dan keterlibatan aktif masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan keluarga," tutupnya. (cdp/ysp)
