Milangkala ke-11 UMKM Nasional, Subang Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas dan Semakin Mandiri

PASUNDANEKSPRES.ID – Pemerintah Kabupaten Subang mendorong pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tidak lagi bergantung pada bantuan pemerintah. Pelaku usaha dituntut mengubah pola pikir, mengelola bisnis secara profesional, serta mampu bertahan dan berkembang secara mandiri di tengah keterbatasan anggaran pemerintah.
Dorongan tersebut mengemuka dalam peringatan Milangkala ke-11 UMKM Nasional 2026 yang digelar Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Subang di halaman PLUT UMKM Subang, Rabu (12/8/2026).
Mengusung tema “UMKM Terkoneksi, Tumbuh Berinovasi, Ngawujudkeun UMKM Najeur Subang Ngabret”, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat pelaku UMKM agar tidak hanya bertahan, tetapi mampu naik kelas dan semakin mandiri.
Tumpuan Pelaku Usaha Dalam Menjalankan Bisnis
Kepala DKUPP Kabupaten Subang, Yeni Nuraeni, mengatakan perubahan pola pikir menjadi salah satu kunci agar UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan. Menurutnya, bantuan pemerintah tetap penting, tetapi tidak dapat menjadi satu-satunya tumpuan pelaku usaha dalam menjalankan bisnis.
“Bagaimana mereka bisa mengubah mindset sehingga usahanya benar-benar digeluti secara profesional. Tidak hanya mengandalkan bantuan pemerintah, tetapi dengan kondisi yang ada mereka bisa survive dan mandiri,” ungkapnya.
Yeni mengatakan, keterbatasan anggaran pemerintah akibat efisiensi tidak boleh menjadi alasan bagi UMKM untuk berhenti berkembang. Pemerintah daerah justru akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan dukungan yang lebih berkelanjutan bagi pelaku usaha.
Salah satunya melalui kerja sama dengan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. DKUPP Kabupaten Subang dalam waktu dekat berencana mengundang sejumlah perusahaan untuk membangun komunikasi dan mendorong agar program CSR dapat diarahkan untuk memperkuat UMKM di lingkungan sekitar perusahaan.
Bentuk dukungan tersebut dapat berupa bantuan peralatan produksi, pelatihan, peningkatan kualitas kemasan hingga penguatan kemampuan pengelolaan keuangan. Dengan demikian, bantuan yang diberikan tidak sekadar bersifat konsumtif, tetapi mampu meningkatkan kapasitas usaha.
“Kita akan coba komunikasi dengan perusahaan-perusahaan. Bagaimana CSR mereka bisa diarahkan untuk membantu UMKM, misalnya dari sisi peralatan, pelatihan, kemasan maupun pengelolaan keuangan,” jelasnya.
Yeni menilai UMKM memiliki ketangguhan dalam menghadapi berbagai kondisi ekonomi, termasuk ketika terjadi krisis. Karena itu, dengan dukungan yang tepat, pelaku UMKM diyakini mampu meningkatkan pendapatan dan secara bertahap naik kelas dari usaha mikro menjadi kecil, kemudian dari kecil menjadi menengah.
SILADU Diluncurkan
Upaya memperkuat ekosistem UMKM tersebut juga ditandai dengan peluncuran inovasi **SILADU (Sistem Informasi Pelayanan dan Pendataan UMKM)** dalam rangkaian peringatan Milangkala ke-11 UMKM Nasional.
Inovasi yang dikembangkan oleh Bidang UMKM DKUPP Kabupaten Subang tersebut dirancang untuk meningkatkan validitas data sekaligus membuat pelayanan kepada pelaku UMKM menjadi lebih efektif dan efisien.
Keberadaan data yang lebih valid dinilai penting bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan dan program pemberdayaan UMKM. Dengan data yang lebih baik, intervensi pemerintah maupun dukungan dari pihak lain diharapkan dapat diberikan secara lebih tepat sasaran.
Sementara itu, Wakil Bupati Subang Agus Masykur atau Kang Akur mengatakan UMKM memiliki posisi strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, pelaku usaha harus terus didorong agar semakin kuat, kreatif dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Ia menekankan pengembangan UMKM membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dunia usaha dan berbagai pihak lainnya.
Menurutnya, persoalan yang dihadapi UMKM tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah seorang diri. Diperlukan sinergi berkelanjutan agar pelaku usaha mendapatkan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Kang Akur juga mendorong pelaku UMKM untuk terus melakukan inovasi, mulai dari pengembangan produk, kemasan, pemasaran hingga pemanfaatan teknologi digital.
Dengan inovasi tersebut, produk UMKM Subang diharapkan tidak hanya mampu bertahan di pasar lokal, tetapi juga memiliki daya saing di tingkat regional hingga nasional.
100 Pelaku UMKM Hadir
Kepala Bidang UMKM DKUPP Kabupaten Subang, Dadan Erwansyah, mengatakan peringatan Hari UMKM Nasional menjadi momentum untuk menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap profesi sebagai pelaku usaha.
“Yang penting mereka bisa merasakan bahwa kita punya Hari UMKM. Mereka harus bangga menjadi pelaku UMKM dan tidak merasa minder menjadi orang yang berusaha,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres, Rabu (12/8/2026).
Sekitar 100 pelaku UMKM dari berbagai wilayah Kabupaten Subang hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai kawasan, mulai dari Pantura hingga wilayah Subang bagian selatan.
Menurut Dadan, kegiatan tahun ini dikemas lebih sederhana tanpa bazar besar seperti sejumlah kegiatan sebelumnya. Hal tersebut dilakukan karena pemerintah daerah juga tengah mempersiapkan agenda ekspo yang nantinya akan melibatkan lebih banyak pelaku UMKM.
Meski digelar sederhana, kegiatan tetap menjadi ruang silaturahmi sekaligus memberikan hiburan bagi para pelaku usaha.
Peringatan Hari UMKM Nasional sendiri diperingati setiap 12 Agustus. Penetapan tersebut berawal dari Kongres Pengusaha UMKM yang dilaksanakan pada 25–26 Juni 2016 di Yogyakarta. Dalam kongres tersebut, 12 Agustus ditetapkan sebagai Hari UMKM dengan merujuk pada tanggal kelahiran Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta, yang lahir pada 12 Agustus 1902.
Bagi Pemkab Subang, peringatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat arah pengembangan UMKM agar semakin profesional, inovatif dan mandiri.
Dengan penguatan data melalui SILADU, peningkatan kapasitas usaha, inovasi produk serta kolaborasi dengan dunia usaha, UMKM Subang diharapkan mampu naik kelas sekaligus menjadi salah satu penggerak utama perputaran ekonomi daerah.(znl/ysp)
