Pembangunan Jalan Penghubung Antar-Dusun di Cupunagara Dikebut

SUBANG- Pembangunan jalan penghubung antar-dusun melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0605/Subang terus berlanjut. Dengan dukungan alat berat, pengerjaan badan jalan kini mendekati kawasan permukiman Dusun 1, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Selasa (27/10/2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan, alat berat dikerahkan untuk membuka badan jalan di kawasan yang masih dikelilingi vegetasi. Pengerjaan dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari sasaran fisik TMMD untuk membangun akses jalan sepanjang 1.500 meter dengan lebar 4 meter.
Pembukaan jalan tersebut diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah di Desa Cupunagara, terutama dalam mendukung mobilitas warga yang selama ini membutuhkan akses penghubung untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Komandan Kompi Satgas TMMD, Letda Inf Anggriawan Rizki, mengatakan pengerjaan terus dilakukan sesuai tahapan dan rencana yang telah ditetapkan. Penggunaan alat berat dinilai membantu mempercepat pembukaan badan jalan, khususnya pada bagian yang masih membutuhkan pengerjaan tanah.
“Pembukaan jalan ini terus kami kerjakan secara bertahap. Dengan dukungan alat berat, kami berupaya melanjutkan pembukaan badan jalan sesuai rencana agar akses penghubung antar-dusun dapat terwujud dan nantinya memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Anggriawan.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu sasaran fisik dalam program TMMD yang diarahkan untuk membantu meningkatkan aksesibilitas masyarakat di wilayah pedesaan.
Dengan terbukanya jalan penghubung tersebut, masyarakat diharapkan memiliki akses yang lebih baik untuk menjangkau berbagai lokasi, termasuk kawasan perkebunan dan lahan pertanian. Akses jalan yang memadai juga berpotensi mempermudah pengangkutan hasil pertanian serta mendukung kelancaran aktivitas ekonomi warga.
Selama proses pengerjaan, pembukaan badan jalan dilakukan secara bertahap mengikuti kondisi medan. Dukungan alat berat menjadi bagian penting dalam pekerjaan tersebut, terutama untuk menata dan membuka jalur yang sebelumnya masih tertutup vegetasi.
Pembangunan jalan ini juga menjadi salah satu bentuk sinergi antara TNI dan pemerintah desa dalam mendorong pemerataan infrastruktur di wilayah yang membutuhkan peningkatan akses transportasi.
Kepala Desa Cupunagara, Wahidin Hidayat, menyambut pembangunan jalan penghubung tersebut. Ia berharap infrastruktur yang dibangun melalui program TMMD dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, terutama dalam mempermudah mobilitas dan mendukung kegiatan perekonomian desa.
“Kami berharap jalan penghubung ini dapat mempermudah mobilitas warga dan mendukung aktivitas perekonomian masyarakat. Semoga pengerjaannya berjalan lancar sehingga nantinya akses ini bisa dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan warga,” ungkap Wahidin.
Menurutnya, akses jalan yang lebih baik sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas masyarakat, baik dalam kegiatan sehari-hari maupun ketika warga menuju kebun dan mengangkut hasil pertanian.
Keberadaan jalan penghubung juga diharapkan dapat memperlancar hubungan antarwilayah di Desa Cupunagara. Dengan konektivitas yang semakin baik, warga diharapkan lebih mudah menjangkau lokasi kegiatan ekonomi serta melakukan mobilitas tanpa terkendala akses jalan yang belum memadai.
Program TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang melalui sasaran pembukaan jalan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan infrastruktur pedesaan. Pembangunan tersebut tidak hanya berorientasi pada terbukanya jalur transportasi, tetapi juga diharapkan mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Meski pengerjaan masih berlangsung, keberlanjutan pembangunan jalan penghubung antar-dusun tersebut menjadi harapan bagi masyarakat Desa Cupunagara. Jalan sepanjang 1.500 meter dengan lebar 4 meter itu diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal setelah pengerjaan selesai.
Melalui program TMMD, Satgas Kodim 0605/Subang terus melanjutkan pembangunan sesuai sasaran yang telah direncanakan. Pemerintah desa dan masyarakat pun berharap akses baru tersebut dapat menjadi infrastruktur yang menunjang mobilitas warga sekaligus membuka peluang pengembangan kegiatan ekonomi di wilayah pedesaan.(hdi/ysp)
