Pembangunan Jembatan Garuda di Wilayah Terpencil Subang, 7 Unit Disebut Sudah Rampung

SUBANG – Pembangunan Jembatan Garuda di wilayah terpencil Subang menjadi salah satu program pembangunan infrastruktur yang melibatkan sinergi antara TNI AD dan Pemerintah Kabupaten Subang.
Program tersebut disebut diarahkan untuk membuka akses antardaerah yang sebelumnya masih terkendala kondisi jembatan maupun jalan.
Hal itu disampaikan Mayor Inf. Aib Saifudin selaku Kasdim 0605/Subang dalam program Bincang-Bincang Pasundan yang ditayangkan Pasundan Ekspres TV pada 20 Agustus lalu.
Dalam program tersebut, Aib menjelaskan keterlibatan TNI dalam pembangunan infrastruktur di Kabupaten Subang selama satu tahun terakhir.
Menurut Aib, pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari program yang diinstruksikan Presiden Prabowo dan ditugaskan kepada TNI Angkatan Darat.
"Ini adalah programnya Bapak Presiden Prabowo yang dalam hal ini sudah disampaikan atau ditugaskan kepada Angkatan Darat dalam hal ini Kasad untuk menjadi yang bertanggung jawab untuk kelancaran pembangunan jembatan-jembatan yang memang dibutuhkan oleh masyarakat," kata Aib.
Filosofi Pembangunan Jembatan Garuda Di Wilayah Terpencil Subang
Nama Jembatan Garuda, menurut Aib, memiliki filosofi tersendiri.
Garuda digunakan sebagai simbol kebebasan sehingga keberadaan jembatan diharapkan membuat akses warga di wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau menjadi lebih mudah.
"Jembatan Garuda itu kita melambangkan burung garuda kita... dampaknya bahwa masyarakat tersebut juga bebas beraktivitas, akses yang mudah begini. Ke arah mana saja, ke mana saja aksesnya tidak terhambat dengan adanya hambatan-hambatan di wilayahnya. Ini rata-rata paling di wilayah yang cukup terpencil," ujar Aib.
Dalam program tersebut disebutkan terdapat tujuh unit Jembatan Garuda di Kabupaten Subang.
Aib mengatakan seluruh jembatan yang masuk dalam program tersebut telah selesai dikerjakan.
"Kita ada untuk jembatan itu tujuh... Sampai saat ini tujuh jembatan itu sudah selesai semua kita laksanakan, di mana fungsinya yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Aib.
Pembangunan jembatan tersebut menyasar wilayah yang sebelumnya masih mengandalkan akses penghubung sederhana.
Kondisi itu dinilai dapat menghambat mobilitas warga ketika harus bepergian dari satu wilayah ke wilayah lainnya.
Aib mengatakan jembatan yang sebelumnya dibuat secara sederhana oleh warga kemudian diganti dengan konstruksi yang lebih baik.
Dengan akses tersebut, perjalanan diharapkan menjadi lebih lancar dan tidak harus mengambil jalur memutar.
"Di mana ada jembatan ataupun jalan dari suatu wilayah ke wilayah lain yang dulunya mungkin menggunakan jembatan yang seadanya dari masyarakat sendiri, nah sekarang kita ganti dengan yang lebih baik sehingga lebih lancar, nanti ekonomi bisa berjalan, masyarakat bisa lebih leluasa ke mana-mana tanpa takut," tuturnya.
Manfaat pembangunan Jembatan Garuda tidak hanya berkaitan dengan transportasi.
Akses tersebut juga berkaitan dengan aktivitas pendidikan dan kegiatan ekonomi di wilayah yang dilalui jembatan.
"Misalkan untuk anak-anak sekolah, untuk keperluan para petani ataupun pedagang yang melewati lintasan tersebut sehingga lebih cepat, tidak harus memutar tempatnya... Jembatan-jembatan tersebut dikhususkan untuk kesejahteraan masyarakat, dalam hal ini untuk mendukung perekonomian, pendidikan, pertanian," ujar Aib.
