Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pengamat Ajak Pengusaha Berinvestasi di Sektor Riil, Tekan Angka Pengangguran di Subang

E
EgiEditor: Egi
|20:18 WIB
Bagikan:
Pengamat Ajak Pengusaha Berinvestasi di Sektor Riil, Tekan Angka Pengangguran di Subang
Akademisi STIESA, Dr Gugyh Susandy SE MSI CBM.

SUBANG-Akademisi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sutaatmadja (STIESA) Dr Gugyh Susandy SE MSI CBM mengatakan, situasi ketenagakerjaan di Kabupaten Subang saat ini terbilang cukup unik. 

Sebab, disaat kondisi pertumbuhannya turun tetapi tingkat penganggurannya bisa ditekan. Secara logika ketika tingkat pertumbuhan ekonomi turun, maka biasanya tingkat pengangguran juga susah dikendalikan. "Laju pertumbuhan kita di tahun 2020 5,41 persen, sedangkan di tahun 2024 masih belum lewat di angka 5 persen, yakni di angka 4,8 persen. Jadi kita belum 'reborn' setelah pandemi, sementara tingkat di angka 6,73 persen di tahun 2024, lebih rendah dibandingkan pada tahun 2020 di angka 9,48 persen. Meskipun angka penganggurannya masih terbilang tinggi, tetapi ini data yang unik," ucapnya. 

Menurutnya, fenomena ini dapat terjadi karena pasar tenaga kerja tidak seimbang, yakni supply tenaga kerja melebihi demand. Hal tersebut dikarenakan tidak hanya sektor perusahaan saja yang melakukan demand tenaga kerja, salah satunya di lingkup pemerintahan. "Dalam beberapa tahun terakhir pemerintah terus melakukan rekrutmen ASN, termasuk TNI/POLRI, PPPK Guru, dan lainnya. Jadi permintaan tenaga kerja dari pemerintah juga membantu menekan angka pengangguran," ucapnya. 

Selain dari pemerintahan, lembaga/institusi pendidikan, berkembangnya sektor ekonomi kreatif, keberadaan NGO, dan lainnya juga berkontribusi dalam menekan angka pengangguran. 

Oleh sebab itu, Gugyh menyebutkan pengadaan tenaga kerja di sejumlah sektor tersebut dapat menjadi solusi menurunkan angka pengangguran di Subang. 

Adapun sebab lainnya angka pengangguran di Subang masih terbilang tinggi, karena sektor moneter dan pasar modal di Subang perputaran uangnya tidak seimbang dengan sektor ekonomi riil.  "Kita harus memikirkan bagaimana kedepannya sektor pasar modal atau non riil itu tidak jomplang perputaran uangnya. Kalau uang banyak beredar di sana, maka uang di sektor ekonomi riil menjadi sedikit, akhir investasi tidak besar karena uangnya sedikit," ucapnya. 

Ia mengatakan permasalahan tersebut harus dipikirkan agar banyak orang kembali bergairah untuk berinvestasi di sektor ekonomi riil. "Menurut saya hal ini perlu diperhatikan oleh kita di daerah bagaimana cara mengajak para investor untuk lebih bijak menginvestasikan uangnya, tidak hanya di sektor pasar modal, tetapi bagaimana itu bisa menciptakan lapangan pekerjaan," ucapnya. 

Terakhir, Gugyh mengatakan agar bisa terus menekan laju angka pengangguran, perlu peran Pemerintah Daerah dalam menciptakan pekerjaan dengan cara mendorong lewat sektor swasta. "Saat ini kita ada dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dari beberapa sumber yang kita dapat terdapat potensi banyak lapangan pekerjaan sekitar 150 ribu di Smarpolitan dan sekitar 80 ribu di Patimban. Agar potensi tersebut didapat perlu sepaket kebijakan yang mana di dalamnya terdapat win-win solution baik bagi investor maupun Pemerintah Daerah," ucapnya. 

Disamping itu, Pemerintah Daerah juga perlu mendorong jumlah angkatan kerja yang ada untuk meningkatkan kepamampuannya. Sebab, pengangguran juga bisa terjadi dikarenakan terdapat mismatch antara supply dan demand atau angkatan kerja yang di bawah kemampuan. "Sekarang kita akan ada perusahaan BYD, kebanyakan skill yang dibutuhkan adalah kemampuan berbahasa mandarin, apakah tenaga kerja kita banyak yang bisa berbahasa mandarin, itu yang harus dipikirkan," ucapnya.(fsh/sep)

Berita Terbaru

Dapat Nomor Urut 2 di Pilkades Wantilan, H Komarudin Ikhtiar untuk Lanjutkan Kepemimpinan

Dapat Nomor Urut 2 di Pilkades Wantilan, H Komarudin Ikhtiar untuk Lanjutkan Kepemimpinan

Subang5 jam lalu
Meriah, RT 09 Juara Mini Soccer Anak SD Desa Tambakmekar

Meriah, RT 09 Juara Mini Soccer Anak SD Desa Tambakmekar

Subang5 jam lalu
Gandeng DPRD Perkuat Sinergi, Karang Taruna Jadikan Bulan Bakti Momentum Konsolidasi

Gandeng DPRD Perkuat Sinergi, Karang Taruna Jadikan Bulan Bakti Momentum Konsolidasi

Subang5 jam lalu
Pemuda Campakasari Purwakarta Ditemukan Meninggal di Kamar

Pemuda Campakasari Purwakarta Ditemukan Meninggal di Kamar

Purwakarta6 jam lalu
ADVERTISEMENT
Diduga Gagal Rem, Truk Trailer Picu Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang Km 91B

Diduga Gagal Rem, Truk Trailer Picu Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang Km 91B

Headline7 jam lalu
Pengambilan Nomor Urut Pilkades Patimban Ricuh, Pendukung Cakades Terlibat Lempar Batu

Pengambilan Nomor Urut Pilkades Patimban Ricuh, Pendukung Cakades Terlibat Lempar Batu

Headline8 jam lalu
Tips Meningkatkan Semangat di Pagi Hari, Bikin Aktivitas Makin Produktif

Tips Meningkatkan Semangat di Pagi Hari, Bikin Aktivitas Makin Produktif

Lifestyle8 jam lalu
Perkembangan Kasus Nusron Wahid: KPK Minta Menteri ATR/BPN Kooperatif Hadiri Pemeriksaan Saksi

Perkembangan Kasus Nusron Wahid: KPK Minta Menteri ATR/BPN Kooperatif Hadiri Pemeriksaan Saksi

Nasional8 jam lalu
Merasa Terganggu? Ini Cara Blokir Akun Instagram dengan Mudah

Merasa Terganggu? Ini Cara Blokir Akun Instagram dengan Mudah

Lifestyle9 jam lalu
Prediksi Susunan Pemain Persib vs Port FC: Sandy Walsh Berpeluang Debut

Prediksi Susunan Pemain Persib vs Port FC: Sandy Walsh Berpeluang Debut

Olahraga10 jam lalu