Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran Lapak Rongsokan di Ciasem, Kerugian Rp40 Juta

SUBANG – Puntung rokok diduga memicu kebakaran lapak rongsokan di Dusun Babakan Maja, RT 23/07, Desa Ciasem Tengah, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Rabu (23/9/2026) siang. Material kardus dan plastik yang menumpuk membuat api dengan cepat membesar.
Kepala Seksi Operasi Pemadam Kebakaran Kabupaten Subang, Doni, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Lapak rongsokan tersebut diketahui milik Cahyadi, 45 tahun, warga Dusun Babakan, RT 23/07, Desa Ciasem Tengah.
“Laporan yang kami terima, kebakaran terjadi di lapak rongsokan milik Cahyadi, 45 tahun, warga Dusun Babakan, RT 23/07, Desa Ciasem Tengah, Kecamatan Ciasem,” terangnya saat dikonfirmasi Pasundan Ekspres.
Menurut Doni, keberadaan material yang mudah terbakar membuat kobaran api cepat membesar. Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 12.30 WIB dengan mengerahkan dua unit kendaraan pemadam.
Petugas kemudian berjibaku memadamkan api dengan dibantu masyarakat sekitar. Setelah sekitar satu jam penanganan, api berhasil dipadamkan pada pukul 13.30 WIB.
Petugas selanjutnya melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang masih menyala dan berpotensi memicu kebakaran susulan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga di lokasi, api diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan. Puntung tersebut kemudian diduga menyambar material mudah terbakar berupa kardus dan plastik yang berada di lapak.
“Untuk penyebabnya masih berdasarkan keterangan yang kami terima, diduga berasal dari puntung rokok yang kemudian membakar kardus dan plastik,” kata Doni.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran mengakibatkan kerugian materi yang diperkirakan mencapai Rp40 juta.
Doni mengimbau masyarakat, khususnya pemilik usaha yang menyimpan material mudah terbakar, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di sekitar tumpukan kardus, plastik, kertas, maupun bahan rongsokan lainnya.
“Material seperti kardus dan plastik mudah terbakar sehingga masyarakat harus lebih berhati-hati,” ujarnya. (cdp/ysp)
