Puting Beliung Sagalaherang Subang Terjang Permukiman, Pohon Tumbang Tutup Jalan Utama

PASUNDANEKSPRES.ID - Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Sagalaherang, Kabupaten Subang, pada Senin (2/11/2026) sore. Cuaca ekstresm tersebut memicu terjadinya peristiwa puting beliung yang mengubah suasana permukiman warga dalam sekejap.
Sejumlah genting rumah beterbangan akibat kuatnya embusan angin. Tak hanya itu, beberapa pohon juga tumbang hingga melintang di jalan dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Peristiwa puting beliung Sagalaherang Subang tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di Desa Sagalaherang Kaler, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang.
Akibat kejadian itu, puluhan rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap dan genting yang terlepas diterjang angin kencang.
Selain merusak permukiman, angin puting beliung juga berdampak pada sejumlah akses jalan desa. Pohon-pohon yang tumbang menutup sebagian badan jalan sehingga menghambat kendaraan yang melintas serta aktivitas warga di kawasan tersebut.
Puluhan Rumah Terdampak Puting Beliung Sagalaherang Subang
Mengutip Kompas, Kapolsek Sagalaherang, AKP Irfan Taufik Firmansyah, mengatakan hasil pendataan sementara menunjukkan puluhan rumah mengalami kerusakan. Sebagian besar kerusakan ditemukan pada bagian atap karena genting terbawa angin saat kejadian berlangsung.
Desa Sagalaherang Kaler mencakup beberapa kawasan yang terdampak, yaitu Mekarsari, Cibuntu, Saluyu, Cipulus, Mande, dan Suniaraja. Petugas masih melakukan pendataan untuk mengetahui kondisi kerusakan secara lebih lengkap.
Meski dampak kerusakan cukup luas, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Setelah kejadian, kepolisian bersama pemerintah kecamatan melakukan penanganan di lokasi. Fokus petugas meliputi membantu masyarakat terdampak, mendata rumah yang rusak, serta menangani pohon tumbang yang menghalangi jalan.
AKP Irfan juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Hujan deras yang disertai angin kencang dapat memicu kejadian serupa, terutama di kawasan permukiman yang memiliki banyak pepohonan.
Warga diharapkan menghindari berteduh di bawah pohon saat angin kencang, menjauhi benda-benda yang berisiko roboh, dan segera mencari tempat aman ketika kondisi cuaca memburuk.
Meski tidak menimbulkan jiwa, kerusakan puluhan rumah dan terganggunya akses jalan menunjukkan besarnya dampak angin kencang terhadap kehidupan warga.
(pm)
