Ratusan Hektare Sawah di Sumurgintung Terancam Gagal Panen Akibat Kekeringan dan Pasokan Air Berekurang

PASUNDANEKSPRES.ID - Intensitas hujan mulai berkurang dan sejumlah saluran irigasipun mengalami kekurangan pasokan air dari hulu. Kondisi itu membuat petak sawah petani minus air dan tanah mulai retak.
Seperti petani di Desa Sumurgintung, Kecamatan Pagaden Barat, Kabupaten Subang, saat ini tengah menghadapi krisis air hebat, kondisi saluran irigasi yang menyuplai air ke area sawah nampak minus.
Akibatnya tanaman padi milik mereka seluas total 260 hektare terancam gagal panen, cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut. Kondisi ini membuat para petani menjerit karena terancam merugi besar.
Kepala Desa Sumurgintung, Hj. Aas Aswati, merinci bahwa wilayah pertanian yang terdampak kekeringan tersebar di empat titik krusial. Di antaranya, Blok Maja 100 Hektare, Blok Sumur Waru 80 Hektare, Blok Cigondok 50 Hektare dan Blok Sawah Bangreung 30 Hektare.
Dia mengatakan bahwa pasokan air ke blok sawah tersebut saat ini sudah benar-benar terhenti. Jika tidak ada tindakan darurat dalam waktu dekat, ratusan hektare tanaman padi yang menjadi tumpuan hidup warga dipastikan tak akan berkembanb optimal.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Subang, Dinas Pertanian, serta pihak Perum Jasa Tirta (PJT) II segera turun tangan memberikan solusi nyata, mengatasi persoalan petani di desa nya.
Pihak desa sangat mengharapkan adanya bantuan pompa air darurat, normalisasi saluran irigasi, serta pembagian debit air yang adil agar sisa air dari hulu yang ada bisa menjangkau sawah-sawah warga yang kian mengering.
Opang salahsatu petani Desa Sumurgintung menuturkan bahwa petani sudah banyak yang mengeluh, dan memgharapkan hujan turun. Selain itu berharap adanya bantuan pompa air yang bisa menjangkau sumber air atau sungai terdekat di blok sawah tersebut.
"Ya biasanya saat kondisi kurang air, petani bikin sumur pantek atau mencari sungai terdekat menggunakan pompa air dengan selang menuju petak sawah dan imi menambah biaya produksi yang cukup tinggi, hingga bisa dipanen nanti," tukasnya.(dan/sep)
