SDN Karang Bagja Jadi Rujukan Sekolah Ekologi, Rombongan Kepala Sekolah Karawang Datang untuk Studi Tiru

SUBANG- Konsep sekolah ekologi yang diterapkan SDN Karang Bagja, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, menarik perhatian kalangan pendidik dari Kabupaten Karawang. Sekolah yang memadukan proses pembelajaran dengan potensi alam di lingkungan sekitar tersebut menerima kunjungan rombongan kepala sekolah dan pengawas dari Kecamatan Cikampek, Tirtamulya, dan Kotabaru, Rabu (14/10/2026).
Kunjungan studi tiru itu menjadi kesempatan bagi para pendidik untuk melihat secara langsung pengelolaan sekolah, sekaligus menggali informasi mengenai penerapan konsep ekologi dalam kegiatan belajar mengajar. Rombongan ingin mengetahui bagaimana sekolah dengan jumlah siswa relatif sedikit dapat mengoptimalkan potensi lingkungan sebagai sumber pembelajaran.
Kedatangan rombongan disambut dengan pertunjukan seni galura dari Bale Seni SDN Karang Bagja. Suasana penyambutan semakin kental dengan nuansa budaya Sunda melalui prosesi pemakaian siger berbahan dedaunan kepada para tamu yang hadir. Prosesi tersebut dilakukan oleh kepala sekolah bersama para guru SDN Karang Bagja sebagai bentuk penyambutan sekaligus pengenalan kreativitas berbasis alam.
Pengawas bina Kabupaten Karawang, Wahyu Nurhidayati, M.Pd., mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari berbagai hal menarik yang diterapkan SDN Karang Bagja, mulai dari manajemen sekolah hingga pengembangan konsep sekolah ekologi.
“Kami datang ke sini untuk mencari sesuatu yang menarik yang ada di SDN Karang Bagja, mulai dari teknik membuat lapangan dengan kondisi uang BOS yang minim dan tentang konsep sekolah ekologi,” ungkapnya.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh dari kunjungan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi sekolah-sekolah di Karawang. Selain melihat penerapan konsep ekologi, rombongan juga berkesempatan bertukar informasi mengenai pengelolaan fasilitas dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekolah.
Dalam pemaparan profil sekolah ekologi, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SDN Karang Bagja, Dadan Hermawan, M.Pd., menjelaskan bahwa sekolah tersebut mengembangkan lima pilar utama sebagai landasan pelaksanaan programnya. Dadan mulai bertugas sebagai Plt. Kepala SDN Karang Bagja sejak 6 Juni 2026.
Kelima pilar tersebut meliputi Farming School, Ecology School, Animal Education, Nature Learning, dan Eco Entrepreneur. Kelima konsep itu menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menghubungkan proses pendidikan dengan lingkungan alam, pengenalan hewan, kegiatan pertanian, pembelajaran berbasis alam, serta pengembangan jiwa kewirausahaan yang berkaitan dengan potensi lingkungan.
Konsep tersebut juga menjadi upaya untuk menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya berpusat pada materi di ruang kelas. Lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mengenalkan peserta didik pada alam dan kehidupan sehari-hari, sehingga pembelajaran diharapkan lebih dekat dengan kondisi nyata yang mereka temui.
Salah satu guru SDN Karang Bagja, Saripudin Bahari, S.Pd., menegaskan bahwa konsep ekologi yang dikembangkan sekolah disesuaikan dengan aset dan potensi yang tersedia di lingkungan sekitar.
Menurutnya, kondisi alam yang dimiliki sekolah menjadi modal penting untuk membangun model pembelajaran yang kontekstual. Dengan memanfaatkan potensi tersebut, sekolah berupaya menciptakan kegiatan pendidikan yang sesuai dengan karakter lingkungan dan kebutuhan peserta didik.
Antusiasme terhadap konsep tersebut juga dirasakan oleh para guru maupun orang tua siswa. Nining, S.Pd., salah satu guru SDN Karang Bagja, menyampaikan bahwa anak-anak dan orang tua menunjukkan ketertarikan terhadap pendekatan pembelajaran ekologi yang diterapkan di sekolah.
Kegiatan studi tiru itu turut dihadiri para guru SDN Karang Bagja, komite sekolah, komite kelas, Ketua PGRI Kecamatan Jalancagak, serta sejumlah orang tua siswa. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan keterlibatan lingkungan sekolah dalam mendukung pengembangan pendidikan.
Sebagai informasi, SDN Karang Bagja berlokasi di Dusun Cinengah, Desa Curugrendeng, Kecamatan Jalancagak, yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Sagalaherang. Sekolah tersebut memiliki sekitar 80 siswa, tetapi menyimpan potensi alam yang dinilai dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar.
Di tengah tantangan pengelolaan sekolah dengan jumlah peserta didik yang terbatas, SDN Karang Bagja berupaya mengembangkan keunggulan melalui pemanfaatan lingkungan. Potensi alam tidak hanya menjadi latar sekolah, tetapi juga diarahkan menjadi bagian dari proses pembelajaran.
Menutup diskusi bersama rombongan, pihak sekolah berharap konsep ekologi yang dikembangkan dapat terus memberikan manfaat bagi peserta didik dan menjadi inspirasi bagi sekolah lain yang ingin mengoptimalkan potensi lokal.
“Kedepan, kami berharap sekolah ini benar-benar mampu memberikan pengalaman belajar yang luar biasa bagi anak-anak kami,” ungkap kepala sekolah.
Melalui kunjungan tersebut, SDN Karang Bagja tidak hanya menjadi tempat bertukar informasi mengenai manajemen sekolah, tetapi juga ruang berbagi pengalaman tentang bagaimana lingkungan dapat dimanfaatkan sebagai bagian penting dalam pendidikan. Diharapkan, pertukaran gagasan antara pendidik Subang dan Karawang dapat membuka peluang pengembangan pembelajaran yang kreatif, kontekstual, dan berkelanjutan.(hdi)
