Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Serangan Hama Tikus, Petani di Subang Diminta Waspada, Kurangi Produksi Padi

E
EgiEditor: Egi
|06:00 WIB
Bagikan:
Serangan Hama Tikus, Petani di Subang Diminta Waspada, Kurangi Produksi Padi
Nampak sebuah area sawah yang tanamannya rusak oleh hama tikus, petani diminta waspada dan tanggulangi secepat mungkin.(Dadan Ramdan/Pasundan Ekspres)

SUBANG-Musim tanam keduan  2025 ini, intensitas serangan hama tikus semakin merajalela menyerang tanaman padi di wilayah Kecamatan Pagaden Barat.

Intensitas serangan hama tikus pada tanaman padi dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan dan mengurangi produksi padi.

Kepala UPTD  Pertanian Kecamatan Pagaden H.Rahmat mengatakan, hama tikus  merupakan hama utama penyebab kerusakan terbesar tanaman padi, terutama di dataran rendah berpola tanam intensif.

Hama tikus dapat merusak hingga 80% tanaman padi pada satu petak dalam satu malam (1 hari).

"Saat ini hama tikus mulai menyerang beberapa area di wilayah  kecamatan Pagaden Barat dan menjadi ancaman yang nyata bagi petani sehingga akan berpotensi mengurangi produksi dan produktivitas tanaman padi," ujar H.Rahmat.

Ia menjelaskan, untuk itu dibutuhkan kombinasi perlakuan meliputi penggunaan alat-alat pengendalian hayati dan kimiawi (pestisida, rodentisida) yang meliputi kebersihan. Hal itu agar dapat mengendalikan hama tikus yang ada di pesawahan atau lahan pertanian.

"Pengendalian hama tikus harus dilakukan sejak dari dini, secara berkelanjutan dan serentak. Karena keberadaan hama tikus terkait dengan tempat tinggal (tempat berkembang biak) dan sumber makanan," tuturnya.

H.Rahmat juga menyampaikan pihaknya telah berusaha memberikan penyuluhan kepada para petani tentang cara-cara pengendalian hama tikus yang efektif.

Selain itu, dia juga mengajak kepada seluruh para petani untuk berpartisipasi dalam upaya pengendalian hama tikus secara bersama-sama. "Kita minta petani waspadai serangan hama tikus ini,  secepat mungkin tanggulangi agar populasinya tidak meluas," pungkasnya.(dan/sep)

Berita Terbaru

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Nasional1 jam lalu
6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline2 jam lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga2 jam lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline2 jam lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle3 jam lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle4 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle5 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat6 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline6 jam lalu