Tomat Turun 20 Persen, Harga Kebutuhan Bahan Pokok Relatif Stabil

PASUNDANEKSPRES.ID - Harga rata-rata sejumlah bahan pokok di Kabupaten Subang pada Kamis (15/10/2026) terpantau relatif stabil. Berdasarkan daftar isian harga yang dirilis Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Subang, beberapa komoditas mengalami perubahan harga, terutama kelompok cabai, bawang merah, dan tomat.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan DKUPP Kabupaten Subang, Moch Irwan Ahadiat, mengatakan melalui data pemantauan harga tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar bahan pokok masih bertahan pada harga sebelumnya.
Beras premium tercatat Rp14.900 per kilogram, beras medium Rp13.500 per kilogram, sedangkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berada di angka Rp12.000 per kilogram.
"Harga gula pasir dalam negeri juga tidak mengalami perubahan, yakni Rp18.000 per kilogram. Sementara itu, minyak goreng kemasan premium dijual Rp22.000 per liter, minyak goreng curah Rp21.000 per kilogram, minyak goreng kemasan sederhana Rp20.000 per liter, dan Minyak Kita Rp15.700 per liter," ujarnya kepada Pasundan Ekspres.
Pada komoditas protein hewani, harga daging sapi masih bertahan di angka Rp140.000 per kilogram, baik untuk bagian daging sapi maupun paha depan dan paha belakang. Daging ayam broiler tercatat Rp40.000 per kilogram, sedangkan ayam kampung berada di angka Rp60.000 per ekor. Harga telur ayam broiler juga stabil di Rp26.000 per kilogram dan telur ayam kampung Rp43.000 per kilogram.
Perubahan harga terlihat pada kelompok cabai. Cabai merah keriting turun Rp2.000 dari Rp70.000 menjadi Rp68.000 per kilogram. Cabai merah besar juga mengalami penurunan Rp2.000, dari Rp48.000 menjadi Rp50.000.
Sementara itu, cabai rawit hijau turun Rp3.000 dari Rp55.000 menjadi Rp52.000 per kilogram. Cabai rawit merah turut mengalami penurunan Rp5.000, dari Rp70.000 menjadi Rp65.000 per kilogram. Penurunan tersebut membuat harga beberapa jenis cabai bergerak lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya.
Berbeda dengan cabai, harga bawang merah justru mengalami kenaikan. Komoditas ini naik Rp3.000 dari Rp25.000 menjadi Rp28.000 per kilogram. Adapun bawang putih super masih stabil di angka Rp30.000 per kilogram. Sejumlah sayuran lain, seperti wortel Rp15.000, kol Rp8.000, buncis Rp16.000, sawi hijau Rp8.000, kangkung Rp2.000 per ikat, dan ketimun Rp10.000 per kilogram, juga tidak mengalami perubahan harga.
Penurunan cukup besar tercatat pada komoditas tomat merah super. Harganya turun Rp2.000 dari Rp10.000 menjadi Rp8.000 per kilogram atau sekitar 20 persen. Sementara tomat hijau tetap dijual Rp8.000 per kilogram. Untuk kentang, harga masih bertahan di angka Rp15.000 per kilogram.
Pada kelompok kebutuhan lainnya, harga susu kental manis Frisian Flag tercatat Rp12.000 per kemasan 397 gram, sedangkan susu kental manis Indomilk Rp12.000 per kemasan 398 gram. Susu bubuk SGM Balita berada di angka Rp43.900 per kemasan 400 gram. Harga garam beryodium bata Rp1.000 dan garam halus Rp2.000 per bungkus, sementara berbagai jenis kacang-kacangan juga terpantau stabil.
Harga Sejumlah Komoditas
Harga sejumlah komoditas perikanan pun tidak mengalami perubahan. Ikan asin teri nomor dua tercatat Rp60.000 per kilogram, ikan kembung Rp45.000, ikan mas Rp38.000, ikan nila Rp38.000, ikan lele Rp27.000, ikan gurame Rp50.000, ikan bawal air tawar Rp35.000, ikan patin Rp35.000, dan udang Rp60.000 per kilogram. Harga tahu masih Rp7.000 per bungkus, tempe Rp7.000 per lonjor, serta jagung pipilan kering untuk pakan ternak Rp7.000 per kilogram.
Untuk buah-buahan, pisang Ambon tercatat Rp6.000 dan jeruk Rp18.000 per kilogram.
DKUPP Kabupaten Subang menyebutkan dalam keterangan pada daftar pemantauan bahwa kondisi harga di pasar tradisional pada hari tersebut dipengaruhi oleh fluktuasi harga sejumlah komoditas. Kenaikan pada beberapa bahan pangan juga berkaitan dengan faktor logistik dan cuaca yang belum sepenuhnya kondusif.
"Masyarakat diimbau untuk tetap mencermati perkembangan harga ketika berbelanja, sementara pemantauan harga bahan pokok diperlukan guna mengetahui perubahan pasar dan menjaga ketersediaan kebutuhan pangan masyarakat," pungkasnya.(znl/sep)
