Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

World Pharmacists Day 2026, IAI Subang Perang Melawan Peredaran Gelap Tramadol hingga Alprazolam

H
Hadi MartadinataEditor: Rian Alfian
|09:56 WIB
Bagikan:
World Pharmacists Day 2026, IAI Subang Perang Melawan Peredaran Gelap Tramadol hingga Alprazolam
Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Subang bersama Pengurus Daerah IAI Jawa Barat menyatakan sikap menolak segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran obat ilegal yang dapat membahayakan masyarakat. Hadi Martadinata/Pasundan Ekspres

SUBANG - Peredaran gelap Obat-Obat Tertentu (OOT) dan penyalahgunaan psikotropika di Kabupaten Subang mendapat perlawanan tegas dari kalangan apoteker. Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Subang bersama Pengurus Daerah IAI Jawa Barat menyatakan sikap menolak segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran obat ilegal yang dapat membahayakan masyarakat.

Sikap tersebut ditegaskan bertepatan dengan momentum World Pharmacists Day 2026 yang secara resmi diperingati setiap 25 September. Tahun ini, Federasi Farmasi Internasional (FIP) mengusung tema “Empowering pharmacists for healthier futures”, yang menekankan pentingnya peran apoteker dalam memperkuat sistem kesehatan dan keselamatan penggunaan obat.

Ketua PC IAI Kabupaten Subang, apt. Asep Sambas Bastiar, S.Si., menegaskan apoteker tidak boleh hanya berada di belakang meja pelayanan obat. Menurutnya, tenaga kefarmasian memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan obat yang beredar melalui jalur resmi, digunakan secara rasional dan tidak disalahgunakan.

“Pada dasarnya apoteker merupakan benteng pertahanan utama masyarakat dari ancaman obat-obat berbahaya. Melalui komitmen bersama ini, kami memastikan seluruh fasilitas kefarmasian, mulai dari apotek, klinik hingga rumah sakit di Kabupaten Subang, melaksanakan sesuai standar etika profesi dan menolak keras segala bentuk penyalahgunaan serta peredaran Obat-Obat Tertentu secara ilegal,” tegas Asep saat ditemui di Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (24/9/2026).

Ia menyebut sejumlah obat yang menjadi perhatian, di antaranya Tramadol, Trihexyphenidyl, Hexymer hingga Alprazolam. Menurutnya, penggunaan obat tanpa pengawasan dan tanpa dasar pelayanan kefarmasian yang benar dapat menimbulkan persoalan serius bagi keselamatan masyarakat.

Karena itu, IAI Subang juga mendorong pengawasan tidak berhenti pada fasilitas pelayanan kesehatan. Edukasi kepada masyarakat dinilai menjadi bagian penting untuk mencegah masyarakat mendapatkan obat dari sumber yang tidak jelas.

Asep menegaskan, apoteker maupun pihak yang terlibat dalam peredaran obat secara ilegal harus berhadapan dengan konsekuensi sesuai ketentuan organisasi profesi dan hukum yang berlaku.

“Jangan sampai obat yang seharusnya digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan justru disalahgunakan dan beredar melalui jalur ilegal,” tegasnya.

Ia juga meminta masyarakat tidak sembarangan membeli obat, terutama melalui penjual atau sarana yang tidak memiliki izin. Masyarakat diminta mendapatkan obat melalui fasilitas resmi seperti apotek, puskesmas maupun klinik dan memastikan pelayanan dilakukan oleh tenaga kefarmasian yang berwenang.

Asep kembali mengingatkan masyarakat menerapkan prinsip DAGUSIBU, yakni Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang obat dengan benar.

Obat harus diperoleh dari sarana resmi, digunakan sesuai indikasi dan aturan pakai, disimpan dengan tepat serta dibuang melalui prosedur yang benar.

“Apabila masyarakat merasa ragu atau membutuhkan informasi seputar obat, jangan ragu untuk datang dan berkonsultasi langsung dengan apoteker di apotek terdekat maupun di fasilitas kesehatan lainnya seperti puskesmas, klinik maupun rumah sakit. Ingat, Tanya Obat, Tanya Apoteker!” pungkasnya.(hdi)

Berita Terbaru

Ayam Guling Enakko Pagaden Tawarkan Menu Mulai Rp25 Ribu

Ayam Guling Enakko Pagaden Tawarkan Menu Mulai Rp25 Ribu

Subang10 menit lalu
Tomat Turun 20 Persen, Harga Kebutuhan Bahan Pokok Relatif Stabil

Tomat Turun 20 Persen, Harga Kebutuhan Bahan Pokok Relatif Stabil

Subang14 menit lalu
BSI International Expo 2026 Ajak Gen Z Jadi Motor Halal Lifestyle

BSI International Expo 2026 Ajak Gen Z Jadi Motor Halal Lifestyle

Nasional19 menit lalu
Masih Ada Sekolah Tanpa Guru PAI, Kemenag Subang Dorong Pemerataan

Masih Ada Sekolah Tanpa Guru PAI, Kemenag Subang Dorong Pemerataan

Subang1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Ketua TP PKK Kabupaten Subang Ega Anjani Tekankan Pentingnya Imunisasi Bagi Anak

Ketua TP PKK Kabupaten Subang Ega Anjani Tekankan Pentingnya Imunisasi Bagi Anak

Subang1 jam lalu
Subang Miliki Potensi 1.165 Ton Jagung, Kemenkop Dorong KDKMP Jadi Penggerak Korporasi Petani

Subang Miliki Potensi 1.165 Ton Jagung, Kemenkop Dorong KDKMP Jadi Penggerak Korporasi Petani

Headline2 jam lalu
Cara Aktifkan Kunci Chat WhatsApp untuk Jaga Privasi Obrolan

Cara Aktifkan Kunci Chat WhatsApp untuk Jaga Privasi Obrolan

Lifestyle3 jam lalu
DP2KBP3A Subang Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak

DP2KBP3A Subang Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak

Subang4 jam lalu
Kabar Baik! Pabrik VinFast di Subang Butuh 8.000 Pekerja, KDM Siapkan Pelatihan Prakerja

Kabar Baik! Pabrik VinFast di Subang Butuh 8.000 Pekerja, KDM Siapkan Pelatihan Prakerja

Subang5 jam lalu
Lomba Vlog Kesejarahan Lokal Subang 2026 Dibuka, Ini Ketentuan dan Link Daftarnya

Lomba Vlog Kesejarahan Lokal Subang 2026 Dibuka, Ini Ketentuan dan Link Daftarnya

Subang5 jam lalu