Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pasca Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok di Bandung Barat Belum Stabil

I
Ijang Samsu RijalEditor: Asep
|01:08 WIB
Bagikan:
Pasca Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok di Bandung Barat Belum Stabil
PASAR: Harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar Tagog Padalarang, KBB masih belum menunjukkan kestabilan setelah momentum Hari Raya Idulditri 1447 Hijriah. Ijang Samsu Rijal/Pasundan Ekspres

PASUNDANEKSPRES.ID - Harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar Tagog Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih belum menunjukkan kestabilan setelah momentum Hari Raya Idulditri 1447 Hijriah.

Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa komoditas utama masih bertahan di harga tinggi seperti harga cabai rawit saat ini berada di kisaran Rp90.000 per kilogram. Angka tersebut memang mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya. Sebelumnya, harga cabai rawit sempat menyentuh Rp120.000 per kilogram saat menjelang Lebaran. Namun demikian, harga saat ini masih tergolong tinggi bagi sebagian masyarakat.

Tidak hanya cabai, komoditas lain seperti minyak goreng juga mengalami kenaikan harga. Minyak goreng curah kini dijual sekitar Rp23.000 per kilogram di pasaran. Sementara itu, minyak goreng kemasan ukuran di bawah satu liter dijual di kisaran Rp20.000 per kemasan. Harga tersebut dinilai masih memberatkan konsumen rumah tangga.

Untuk komoditas protein, harga daging ayam masih bertahan di angka Rp40.000 per kilogram. Sedangkan harga daging sapi berada pada kisaran Rp140.000 hingga Rp150.000 per kilogram. Kondisi harga yang belum stabil ini mulai dikeluhkan oleh masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga yang harus mengatur pengeluaran harian.

Salah seorang warga, Ita (43), mengaku terpaksa mengurangi jumlah belanja akibat harga kebutuhan pokok yang masih tinggi. Ia harus menyesuaikan pengeluaran agar kebutuhan lain tetap terpenuhi. "Sekarang apa-apa serba mahal, terutama cabai sama minyak. Jadi terpaksa dikurangi belinya, biar cukup untuk kebutuhan lain," kata Ita, Rabu (1/4/ 2026).

Ia menuturkan, kenaikan harga tersebut sudah terasa sejak menjelang Lebaran dan hingga kini belum sepenuhnya kembali normal. Kondisi ini membuat beban pengeluaran rumah tangga semakin berat. "Harapannya sih bisa cepat turun lagi, karena kebutuhan dapur kan setiap hari harus ada," ujarnya.

Sementara itu pedagang cabai rawit, Fitri (30), menyebut harga cabai memang mengalami fluktuasi dalam beberapa waktu terakhir "Sekarang memang sudah turun, tapi masih tinggi. Pasokan dari petani juga belum banyak," kata Fitri.

Ia mengaku tidak berani menyetok cabai dalam jumlah besar karena risiko kerugian cukup tinggi. Komoditas tersebut mudah rusak jika tidak segera terjual. "Kalau stok banyak takut busuk, jadi sekarang ambil secukupnya saja," ujarnya.

Sementara itu, pedagang ayam, Rudi (35), mengatakan harga daging ayam yang masih tinggi dipengaruhi harga dari distributor yang belum mengalami penurunan. Kondisi ini turut berdampak pada penjualan di tingkat pasar. "Harga dari pemasok masih tinggi, jadi kami jual mengikuti. Pembeli ada, tapi memang tidak sebanyak biasanya," kata Rudi.

Menurutnya, perubahan pola belanja masyarakat kini mulai terlihat. Banyak pembeli yang mengurangi jumlah pembelian agar tetap bisa memenuhi kebutuhan lainnya. "Biasanya beli satu kilo, sekarang banyak yang setengah kilo saja," ucapnya.

Hal senada disampaikan pedagang daging sapi, Asep (45). Ia menyebut harga daging sapi yang masih tinggi dipengaruhi keterbatasan pasokan serta biaya distribusi yang belum stabil. "Masih di kisaran Rp140 ribu sampai Rp150 ribu per kilo. Pembeli sekarang lebih selektif," ujar Asep.

Ia menambahkan, sebagian masyarakat mulai beralih ke alternatif lain yang lebih terjangkau. Perubahan pola konsumsi ini dinilai sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi ekonomi saat ini. "Yang beli tetap ada, tapi tidak sebanyak dulu. Banyak yang menyesuaikan," ungkapnya.(ijr/sep)

Berita Terbaru

PJR Cipularang Ajak Santri di Purwakarta Tertib Lalu Lintas

PJR Cipularang Ajak Santri di Purwakarta Tertib Lalu Lintas

Purwakarta11 menit lalu
Hendak Tawuran di Pagaden, Tiga Remaja Diamankan Polisi dengan Dua Senjata Tajam

Hendak Tawuran di Pagaden, Tiga Remaja Diamankan Polisi dengan Dua Senjata Tajam

Headline18 menit lalu
Jam Buka Lembur Pakuan Subang, Wisata Desa Budaya Sunda yang Gratis dan Instagramable

Jam Buka Lembur Pakuan Subang, Wisata Desa Budaya Sunda yang Gratis dan Instagramable

Lifestyle49 menit lalu
Cara Aktifkan ATM BNI yang Mati Lewat Online, Cukup Pakai Aplikasi wondr Tanpa ke Bank

Cara Aktifkan ATM BNI yang Mati Lewat Online, Cukup Pakai Aplikasi wondr Tanpa ke Bank

Lifestyle57 menit lalu
Loker Subang Terbaru November 2026, Ada Buat Lulusan SMA/SMK

Loker Subang Terbaru November 2026, Ada Buat Lulusan SMA/SMK

Jawa Barat2 jam lalu
Rekomendasi Film Baru di Bioskop Pekan Ini November 2026, GJLS: Berapi-Api Sudah Tayang

Rekomendasi Film Baru di Bioskop Pekan Ini November 2026, GJLS: Berapi-Api Sudah Tayang

Lifestyle3 jam lalu
Jadwal BSU Cair November–Desember 2026, Benarkah Bantuan Subsidi Upah Segera Disalurkan?

Jadwal BSU Cair November–Desember 2026, Benarkah Bantuan Subsidi Upah Segera Disalurkan?

Nasional5 jam lalu
Cetak Sejarah, Tim Sepak Bola Subang Taklukan Tuan Rumah Kota Bekasi di Porprov Jabar XV

Cetak Sejarah, Tim Sepak Bola Subang Taklukan Tuan Rumah Kota Bekasi di Porprov Jabar XV

Jawa Barat14 jam lalu
VinFast VF 9: SUV Listrik Premium dengan Desain Futuristik, Performa Bertenaga, dan Teknologi Canggih

VinFast VF 9: SUV Listrik Premium dengan Desain Futuristik, Performa Bertenaga, dan Teknologi Canggih

Lifestyle14 jam lalu
Kronologi dan Dampak Kasus Penyadapan Ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto

Kronologi dan Dampak Kasus Penyadapan Ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto

Nasional15 jam lalu