Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Profil Chairul Tanjung, sang Anak Singkong yang Memperkaya Diri di Dunia Bisnis

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|11:07 WIB
Bagikan:
Profil Chairul Tanjung, sang Anak Singkong yang Memperkaya Diri di Dunia Bisnis
Profil Chairul Tanjung, sang Anak Singkong yang Memperkaya Diri di Dunia Bisnis (Image From: The People of Asia)

PASUNDAN EKSPRES - Chairul Tanjung, dikenal luas sebagai seorang pengusaha sukses dan miliarder Indonesia, adalah sosok yang inspiratif dengan perjalanan hidup yang penuh liku. 

Dari latar belakang yang sederhana, ia berhasil mengukir namanya di dunia bisnis dan membangun berbagai usaha yang berpengaruh.

Prof. Dr. (H.C.) drg. H. Chairul Tanjung, M.B.A. (dikenal dengan ejaan Soewandi: Chairul Tandjung, lahir 18 Juni 1962) adalah seorang pengusaha dan mantan menteri di Indonesia.

Ia menjabat sebagai Menteri Koordinator Perekonomian, menggantikan Hatta Rajasa, dari 19 Mei 2014 hingga 20 Oktober 2014. Chairul Tanjung dikenal luas sebagai pengusaha yang berhasil dan memimpin CT Corp.

Chairul Tanjung memulai usaha pertamanya saat masih kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Setelah mengalami berbagai tantangan, ia akhirnya berhasil membangun bisnisnya.

Saat ini, perusahaan konglomerasi yang ia dirikan, CT Corp, mengelola beberapa anak perusahaan, termasuk Trans Corp, Bank Mega, dan CT Global Resources.

Profil Chairul Tanjung 

Chairul Tanjung dilahirkan pada 18 Juni 1962 di Gang Sepur, Kemayoran, Jakarta. Ia adalah anak dari pasangan Abdul Ghafar Tanjung dan Halimah.

Ayahnya, Abdul Ghafar, berasal dari Sibolga, Sumatera Utara, dan bekerja sebagai wartawan pada masa Orde Lama dengan menerbitkan surat kabar dengan oplah kecil. 

Di sisi lain, ibunya berasal dari Cibadak, Jawa Barat, dan berprofesi sebagai ibu rumah tangga.

BACA JUGA: Gurita Bisnis Chairul Tanjung yang Sebarkan Kekayaan Tiada Tara

BACA JUGA: Cara Mengajukan KUR BRI di Subang: Panduan Lengkap

Chairul Tanjung adalah anak dari enam bersaudara. Selama masa Orde Baru, usaha ayahnya terpaksa ditutup karena dianggap bertentangan dengan penguasa.

Kondisi ini memaksa orang tuanya menjual rumah dan tinggal di kamar losmen yang sempit. Meskipun berasal dari latar belakang sederhana, Chairul Tanjung berhasil membuktikan bahwa kesuksesan dapat diraih oleh siapa saja.

Chairul Tanjung memulai pendidikannya di SD Van Lith, Jakarta, dan lulus pada tahun 1975. Ia melanjutkan ke SMP Van Lith Jakarta dan lulus pada tahun 1978, lalu bersekolah di SMA Negeri 1 Boedi Oetomo, Jakarta, dan lulus pada tahun 1981.

Setelah lulus SMA, Chairul Tanjung melanjutkan studi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia dan lulus pada tahun 1987. Selama kuliah, ia juga menjalankan berbagai bisnis, termasuk menjual buku, membuka usaha fotokopi, dan berjualan kaos.

Selain menjual buku dan kaos, Chairul juga pernah membuka toko yang menawarkan berbagai alat kedokteran dan laboratorium, namun usaha tersebut akhirnya mengalami kebangkrutan.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Universitas Indonesia, Chairul Tanjung mulai fokus merintis bisnis. Pada tahun 1987, ia mendirikan PT Pariarti Shindutama bersama tiga rekannya dengan modal awal Rp 150 juta dari Bank Exim, memproduksi sepatu anak-anak untuk ekspor.

Chairul berhasil mendapatkan pesanan 160 pasang sepatu dari Italia, tetapi karena perbedaan visi dalam ekspansi usaha, ia memilih untuk berpisah dan membangun bisnisnya sendiri.

Kemampuannya dalam menjalin jaringan bisnis membuatnya sukses mengembangkan usaha menjadi sebuah konglomerat.

Ia mengakuisisi Bank Karman pada tahun 1996, yang kini dikenal sebagai Bank Mega, serta membuka toko di Bandung Supermall dan membeli Bank Tugu, yang kemudian menjadi Bank Mega Syariah Indonesia.

Di bawah kepemimpinannya, Bank Mega mulai meraih keuntungan dan pada tahun 2001, bank tersebut mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta.

Selanjutnya, Bank Mega menjadi fondasi bagi Para Group, perusahaan konglomerasi yang didirikannya.

Para Group memiliki Para Inti Holdindo sebagai induk perusahaan, yang membawahi sub-holding seperti Para Global Investindo (keuangan), Para Inti Investindo (media dan investasi), dan Para Inti Propertindo (properti).

Di bawah naungan Para Group, Chairul Tanjung memiliki berbagai perusahaan di bidang finansial, termasuk Asuransi Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, dan Bank Mega.

Dalam sektor properti dan investasi, terdapat Para Bandung Propertindo dan Bandung Supermall, sementara di bidang penyiaran, ia mengelola Trans7 dan Trans TV.

Chairul mendirikan Trans TV pada Agustus 1998 dan mengakuisisi TV7 pada tahun 2006, mengubah namanya menjadi Trans7.

Pada tahun 2013, ia memisahkan sektor media dan mendirikan Trans Media, yang berhasil mendapatkan hak siaran Piala Dunia di Indonesia pada 2018.

Pada 1 Desember 2011, Para Group berubah menjadi CT Corp, yang terdiri dari Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global Resources.

Selain sebagai pebisnis sukses, Chairul juga menjabat sebagai Menko Perekonomian pada 19 Mei 2014 dan diangkat sebagai guru besar dalam bidang Kewirausahaan di Universitas Airlangga pada 18 April 2015.

(ipa)

Berita Terbaru

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga2 menit lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline21 menit lalu
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline41 menit lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle44 menit lalu
ADVERTISEMENT
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle1 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle2 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat3 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline3 jam lalu
Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Nasional11 jam lalu
Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Headline11 jam lalu