Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Bisnis Perhotelan di Subang Lesu, Apa Penyebabnya?

M
Muhammad FaisalEditor: Yusup Suparman
|08:57 WIB
Bagikan:
Bisnis Perhotelan di Subang Lesu, Apa Penyebabnya?
DATA: Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Gabungan dari September 2024-September 2025. Muhammad Faishal/Pasundan Ekspres

PASUNDANEKSPRES.ID - Berdasarkan data dari Bada Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Subang, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Kabupaten Subang pada September 2025 menunjukkan angka 24,03 persen untuk gabungan hotel bintang dan nonbintang.
Angka ini mengalami penurunan sebesar 4,16 poin dibandingkan dengan bulan yang sama di tahun sebelumnya (September 2024), yaitu dari 28,19 persen menjadi 24,03 persen.

Penurunan ini disebabkan oleh relatif sedikitnya kegiatan dari pihak swasta maupun pemerintah yang diselenggarakan di hotel bintang maupun nonbintang.

Nihilnya kegiatan tersebut nyatanya salah satunya dipengaruhi oleh dampak larangan study tour yang dicanangkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Menurut data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat pada bulan Maret 2025, sebanyak 454 hotel anggota PHRI mengalami penurunan bisnis yang signifikan di tahun 2025.

Dalam aspek marketing, operasional, keuangan, dan sumber daya manusia, tren negatif terus terjadi.

Total pendapatan sektor perhotelan diperkirakan anjlok hampir Rp 1,9 triliun, yang terdiri dari: Pendapatan kamar hotel: Rp 1,2 triliun, F&B (makanan & minuman): Rp 598,8 miliar, Pendapatan lainnya: Rp 89,5 miliar.

Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Subang.

Ketua PHRI Kabupaten Subang, Hj. Ratna Setiawan, menyampaikan bahwa kebijakan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Penghematan Anggaran, serta kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang melarang study tour, memberikan dampak yang luar biasa terhadap kelangsungan usaha perhotelan dan restoran.

Ratna menegaskan, banyaknya pembatalan acara dari instansi pemerintah serta pelarangan study tour telah menyebabkan kerugian hingga ratusan juta rupiah bagi para pengusaha hotel dan restoran.

“Kalau situasi ini terus dibiarkan, akan ada banyak hotel dan restoran yang gulung tikar. Ini mirip dengan kondisi saat pandemi Covid-19,” ujar Ratna kepada Pasundan Ekspres Rabu (19/3/2025) lalu.

Menurunnya, TPK hotel ini juga berdamak eara langsung pada sektor pariwisata. Akademisi Universitas Subang, Dr. Ahmad Sobari, S.Sos.,M.AP, pernah mengungkapkan pada Diskusi PROAKTIF di STIESA pada Kamis (6/11/2025), bahwa ketika dirinay berdialog dengan beberapa pengelola objek wisata, salah satunya adalah D'Castelo, dilaporkan terdapat penurunan kunjungan hingga 50 persen akibat dampak larangan study tour.

"Ada yang menurut saya keliru dalam aspek formulasinya, sehingga kebijakan ini dilakukan out of the box, tapi lupa dengan formulasi yang dibuat yang akhirnya berbagai sektor yang terbawa dari sisi dampak kebijakan itu menjadi persoalan," ucapnya.
Menurutnya, kebijakan itu justru menimbulkan masalah lainnya, sebab dapat menciptakan banyak 'multiplier effect', terutama dalam pengembangan masyarakat di daerah, terutama di area wisata.(fsh/ysp)

Berita Terbaru

Jumat Bersih di Komplek CHR, Camat Ciater Dorong Kepedulian Lingkungan

Jumat Bersih di Komplek CHR, Camat Ciater Dorong Kepedulian Lingkungan

Subang1 jam lalu
Pojokan 326: “Ini Duniaku”

Pojokan 326: “Ini Duniaku”

Opini1 jam lalu
Polisi Razia Saritem Bandung, 21 Orang Terindikasi Positif Metamfetamin

Polisi Razia Saritem Bandung, 21 Orang Terindikasi Positif Metamfetamin

Jawa Barat3 jam lalu
Bupati Reynaldy Resmikan Jalan Rancasari–Mariuk, Panjang 740 Meter

Bupati Reynaldy Resmikan Jalan Rancasari–Mariuk, Panjang 740 Meter

Headline4 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kanwil KemenHAM Jabar Sebut Prosedur Pendirian Gereja di Purwakarta Telah Sesuai Aturan

Kanwil KemenHAM Jabar Sebut Prosedur Pendirian Gereja di Purwakarta Telah Sesuai Aturan

Headline4 jam lalu
Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Nasional5 jam lalu
6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline6 jam lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga6 jam lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline7 jam lalu
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline7 jam lalu