Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Dampak Fenomena Equinox di Indonesia, Terjadi 2 Kali dalam Setahun

N
Nanda YuanitaEditor: Nanda Yuanita
|10:07 WIB
Bagikan:
Dampak Fenomena Equinox di Indonesia, Terjadi 2 Kali dalam Setahun
Ilustrasi sunrise (dok.pexels.com/Cristiana)

PASUNDAN EKSPRES - Apa dampak fenomena Equinox di Indonesia yang terjadi hari ini? Yuk, kita cari tahu. Fenomena Equinox mulai terjadi per hari ini 21 Maret 2024 di Indonesia. gak perlu khawatir, ternyata fenomena ini tak berbahaya, lho.

Berdasarkan penjelasan dari badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), fenomena Equinox terjadi saat matahari bersinar tepat di garis khatulistiwa. Sehingga menyebabkan jumlah siang dan malam hampir sama di seluruh dunia. 

Selain itu, fenomena tersebut juga akan menyebabkan wilayah tropis sekitar ekuator mendapat banyak penyinaran matahari, dan peningkatan suhu udara secara drastis. Kendati demikian, fenomena ini tidak selalu mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis maupun ekstrem.

BACA JUGA:Elon Musk Diam-diam Buat Ratusan Satelit Untuk Awasi Seluruh Dunia

BACA JUGA:Sri Mulyani Melaporkan Empat Debitur di LPEI yang Diduga Melakukan Penipuan Senilai Rp 2,5 Triliun

BACA JUGA:Sepanjang Tahun 2023 Pemkab Subang Delapan Kali Lakukan Pergeseran Anggaran

Dampak fenomena Equinox di Indonesia

Equinox adalah fenomena astronomi yang terjadi secara alamiah. BMKG menyebut, jika Equinox bukanlah fenomena seperti HeatWave yang bisa mengakibatkan peningkatan suhu udara secara besar dan berlangsung lama.

Oleh sebab itu, masyarakat dihimbau untuk tidak perlu mengkhawatirkan dampak dari Equinox yang sebenarnya tak begitu berbahaya. 

Dengan kata lain, masyarakat tidak perlu panik dan resah atas kenaikan suhu yang drastis akibat Equinox. Sebab, adanya fenomena Ekuinoks ini tidak berdampak pada kesehatan.

Fyi, fenomena Equinox ini dapat terjadi sebanayak dua kali dalam setahun, yaitu pada Maret (Vernal Equinox) dan pada September (Autumnal Equinox). Menurut BRIN, untuk fenomena Equinox September diprediksi akan terjadi pada tanggal 22 September 2024 mendatang.

(nym) 

Berita Terbaru

Bukan Sekadar Tabuhan Bedug, Genjring Bonyok WBTb dari Subang Punya Cerita Panjang

Bukan Sekadar Tabuhan Bedug, Genjring Bonyok WBTb dari Subang Punya Cerita Panjang

Subang48 menit lalu
Tujuan Perda Pemajuan Kebudayaan, Bukan Sekadar Menjaga Warisan Leluhur

Tujuan Perda Pemajuan Kebudayaan, Bukan Sekadar Menjaga Warisan Leluhur

Jawa Barat1 jam lalu
Jadwal Persib Bulan November : Tujuh Laga Menanti, Ada Melbourne Victory dan FC Seoul

Jadwal Persib Bulan November : Tujuh Laga Menanti, Ada Melbourne Victory dan FC Seoul

Olahraga4 jam lalu
Pesan Menteri ATR/BPN kepada 152 Pejabat dalam Pelantikan: Layani Masyarakat dengan Baik

Pesan Menteri ATR/BPN kepada 152 Pejabat dalam Pelantikan: Layani Masyarakat dengan Baik

Nasional5 jam lalu
ADVERTISEMENT
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Makin Mendekat Layanan ke Masyarakat Lewat ATR/BPN Dekat

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Makin Mendekat Layanan ke Masyarakat Lewat ATR/BPN Dekat

Nasional5 jam lalu
Cara Melamar Kerja di BYD Subang 2026, Ini Link Pendaftaran Resmi dan Tips agar Lolos Seleksi

Cara Melamar Kerja di BYD Subang 2026, Ini Link Pendaftaran Resmi dan Tips agar Lolos Seleksi

Jawa Barat5 jam lalu
BAZNAS Subang Terima Penghargaan di Puncak Hari Santri 2026

BAZNAS Subang Terima Penghargaan di Puncak Hari Santri 2026

Headline5 jam lalu
Pabrik BYD di Subang Diprotes Warga Soal Tenaga Kerja Lokal

Pabrik BYD di Subang Diprotes Warga Soal Tenaga Kerja Lokal

Subang7 jam lalu
Permenaker BSU 2026 Terbit, Ini Syarat Penerima dan Besaran Dananya

Permenaker BSU 2026 Terbit, Ini Syarat Penerima dan Besaran Dananya

Nasional8 jam lalu
Prediksi Cuaca Kabupaten Subang Sabtu 31 Oktober 2026, Sejumlah Wilayah Berpotensi Berawan

Prediksi Cuaca Kabupaten Subang Sabtu 31 Oktober 2026, Sejumlah Wilayah Berpotensi Berawan

Lifestyle9 jam lalu