Dies Natalis ke-12 POLSUB Pecah! Senam Massal hingga Panggung Kreativitas Satukan Sivitas Akademika POLSUB

PASUNDANEKSPRES.ID - Kemeriahan terasa sejak pagi hari di Kampus Cibogo saat ratusan mahasiswa dan sivitas akademika larut dalam euforia perayaan puncak Dies Natalis ke-12 POLSUB. Tidak sekadar seremoni, perayaan ini menjelma menjadi panggung kebersamaan dan kreativitas yang menyatukan seluruh elemen kampus, Selasa, 14 April 2026.
Bertempat di halaman samping Gedung Teknik Mesin, kegiatan bertemakan “12 Tahun POLSUB Menguatkan Pendidikan, Mewujudkan Vokasi Berdampak, Bersinergi dengan Industri, dan Berkarya untuk Negeri” ini diawali dengan senam bersama yang diikuti mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan. Suasana hangat penuh kekeluargaan pun langsung terasa, menciptakan energi positif sebelum rangkaian acara utama dimulai.
Ketua panitia, Laras Sirly Safitri, menilai perayaan tahun ini memiliki makna khusus. “Dies Natalis ke-12 ini menjadi momentum penting karena POLSUB sedang memasuki fase remaja. Artinya, kita harus meningkatkan skill dan kompetensi untuk membangun institusi yang lebih kuat,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa rangkaian kegiatan telah digelar sejak jauh hari, mulai dari pemilihan mahasiswa berprestasi, halal bihalal, pemilihan Duta POLSUB 2026, hingga sayembara logo untuk perayaan tahun berikutnya. Menurutnya, seluruh agenda tersebut dirancang sebagai ruang ekspresi dan apresiasi bagi sivitas akademika.
Perayaan Dies Natalis ke-12 POLSUB tidak hanya menjadi ajang refleksi perjalanan institusi, Direktur POLSUB, Oyok Yudiyanto, mengungkapkan bahwa usia 12 tahun menandai fase kedewasaan institusi yang terus berkembang sejak berdiri pada 2 April 2014. Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi indikator kuat bahwa POLSUB telah melampaui kapasitas sebagai politeknik. Menurutnya, nama politeknik terasa sudah terlalu kecil untuk menggambarkan perkembangan kita. Ke depan, kita akan bertransformasi menjadi POLSUB University.
"Secara resmi kita lahir pada 2 April 2014. Hari ini, dengan 10 program studi yang mencakup Diploma 3 hingga Sarjana Terapan, POLSUB sudah saatnya memperbesar kapasitas. Nama Politeknik kini terasa terlalu kecil, kita perlu wadah yang lebih besar seperti Universitas," tegas Oyok di hadapan ratusan sivitas akademika.
Puncak acara semakin semarak dengan berbagai penampilan mahasiswa, mulai dari musik hingga tari tradisional dan modern. Sorak sorai penonton memuncak saat pengumuman penghargaan bagi insan terbaik POLSUB. Aditya Nugraha dari Jurusan Teknik Mesin dinobatkan sebagai Dosen Berprestasi 2026, sementara Aldy Wiryadi Garna meraih predikat Tenaga Kependidikan Terbaik. Untuk ajang Duta POLSUB 2026, Daffa Aulia dari Prodi D3 Keperawatan keluar sebagai juara putra, dan Naura Zalfa Salsabila dari S.Tr. Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak sebagai juara putri.
Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Wiwik Endah Rahayu, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar hiburan. “Ini adalah bentuk komitmen POLSUB dalam mewadahi kreativitas mahasiswa, agar mereka tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan non-akademik,” jelasnya.
Perayaan ini menjadi bukti bahwa kampus vokasi tidak hanya fokus pada kompetensi teknis, tetapi juga membangun karakter, kreativitas, dan solidaritas. Dies Natalis ke-12 POLSUB pun meninggalkan kesan mendalam sebagai simbol kebersamaan dan semangat bertumbuh menuju masa depan.
