Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Perlu Tindakan Pencegahan, Kasus DBD Melonjak di Subang Jadi Ancaman Serius

H
HubaEditor: Huba
|08:46 WIB
Bagikan:
Perlu Tindakan Pencegahan, Kasus DBD Melonjak di Subang Jadi Ancaman Serius
KASUS DBD: Kadinkes Subang dr. Maxi saat mengikuti rapat di Pemda Subang beberapa waktu lalu. Dia menjelaskan mengenai tinggi kasus DBD.

SUBANG-Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius di Kabupaten Subang. Data yang dirilis oleh Dinas Kesehatan Subang menunjukkan lonjakan signifikan jumlah kasus dalam dua tahun terakhir, dengan puncaknya terjadi pada tahun 2024. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Maxi, menyerukan pentingnya tindakan preventif, terutama di musim peralihan yang memicu peningkatan populasi nyamuk aedes aegypti.

Pada tahun 2023, tercatat 618 kasus DBD dengan 7 orang meninggal dunia. Namun, angka ini melonjak drastis pada tahun 2024 dengan total 1.929 kasus dan 25 korban meninggal dunia tiga kali lipat dari tahun sebelumnya. 

Di tahun 2025, meski baru memasuki triwulan pertama, sudah terdapat 170 kasus dengan 1 korban meninggal dunia.

Secara rinci, pada tahun 2023 jumlah kasus tertinggi terjadi pada bulan Desember (102 kasus), disusul Juli (82 kasus) dan Maret (59 kasus). Angka kematian tersebar di bulan Mei, Juni, Juli, Agustus, dan Desember, masing-masing dengan satu hingga tiga kematian.

Kemudian pada tahun 2024, kondisi lebih mengkhawatirkan terlihat dari lonjakan kasus pada awal tahun. Januari mencatat 373 kasus dengan 3 kematian, Februari 318 kasus dengan 5 kematian, dan Maret 306 kasus dengan 10 kematian—menjadikan Maret sebagai bulan dengan jumlah kematian tertinggi.

Pada tahun 2025, meskipun lebih rendah, awal tahun 2025 tetap menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Januari 44 kasus, Februari 86 kasus dengan 1 kematian, dan Maret 40 kasus.

Menanggapi lonjakan ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Maxi, menyampaikan perlunya tindakan pencegahan yang konsisten dari masyarakat. Ia menyoroti pentingnya penerapan 3M Plus sebagai strategi utama dalam memberantas sarang nyamuk.

“DBD adalah penyakit menular yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue,” terangnya.

Menurutnya, kondisi cuaca yang tidak menentu dan curah hujan yang fluktuatif menjadi pemicu berkembang biaknya nyamuk. Oleh karena itu, gerakan 3M Plus harus digalakkan.

“Menguras tempat penampungan air secara rutin, Menutup rapat semua wadah air dan Mengubur barang-barang bekas yang bisa menampung air hujan,” jelasnya.

Tambahan pencegahan lain seperti penggunaan obat nyamuk, pemasangan kawat anti-nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik, serta mengenakan pakaian tertutup juga dianjurkan.

Dokter Maxi menegaskan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). 

“Partisipasi masyarakat sangat penting dalam memutus mata rantai penularan DBD. Dengan gotong royong dan penerapan 3M Plus secara rutin, kita bisa menekan angka penyebaran,” tegasnya.

Sebagai langkah edukasi, Dinas Kesehatan Subang telah melakukan sosialisasi secara intensif melalui posyandu, puskesmas, dan berbagai media. 

Edukasi ini, kata Maxi, bertujuan membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, tidak hanya di rumah, tetapi juga di ruang publik.

Dengan meningkatnya kasus DBD dari tahun ke tahun, dr. Maxi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak lengah. 

“Kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan menjadi kunci utama dalam pencegahan DBD. Mari bersama kita jaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat,” pungkasnya.

Maxi berharap dengan langkah-langkah preventif terus digalakkan, Kabupaten Subang dapat keluar dari zona merah DBD dan melindungi warganya dari ancaman penyakit ini, terutama di musim pancaroba yang rawan.

Kasus DBD di Subang

 TREN KASUS DBD 

- 2023: 618 kasus | 7 kematian 

  - Bulan Tertinggi: Desember (102 kasus) 

- 2024: 1.929 kasus (+212%) | 25 kematian (3× lipat) 

  - Bulan Tertinggi: Januari (373 kasus) 

  - Kematian Tertinggi: Maret (10 orang) 

- 2025 (Triwulan I): 170 kasus | 1 kematian 

PENYEBAB LONJAKAN:

- Cuaca tidak menentu & curah hujan tinggi → populasi nyamuk Aedes aegypti meningkat. 

FAKTA NYAMUK AEDES AEGYPTI 

- Penular virus dengue melalui gigitan. 

- Berkembang biak di genangan air bersih (bak mandi, kaleng bekas, ban). 

- Aktif pagi & sore hari. 

3M PLUS: CARA CEGAH DBD 

1. Menguras: Bersihkan tempat penampungan air (seminggu sekali). 

2. Menutup: Rapikan wadah air agar tidak jadi sarang nyamuk. 

3. Mengubur: Buang/daur ulang barang bekas yang menampung air. 

Plus: 

- Pasang kelambu/kawat anti-nyamuk. 

- Gunakan lotion/obat nyamuk. 

- Pelihara ikan pemakan jentik. 

- Pakai baju lengan panjang. 

AJAKAN DINKES SUBANG 

- "Lingkungan bersih = kunci utama!" – dr. Maxi 

- Partisipasi masyarakat dalam PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) penting untuk memutus rantai penularan. 

- Sosialisasi intensif via posyandu, puskesmas, dan media. (cdp/ysp)

Berita Terbaru

Lengkap! Daftar Destinasi Wisata Bisnis di Subang Per September 2026, Bisa untuk Meeting hingga Kunjungan Kerja

Lengkap! Daftar Destinasi Wisata Bisnis di Subang Per September 2026, Bisa untuk Meeting hingga Kunjungan Kerja

Subang1 jam lalu
GIIAS Bandung 2026 Resmi Berakhir, 25.170 Pengunjung Padati Pameran Otomotif Jawa Barat

GIIAS Bandung 2026 Resmi Berakhir, 25.170 Pengunjung Padati Pameran Otomotif Jawa Barat

Nasional2 jam lalu
Bukan Sekadar Jalan-Jalan, Ini Tempat Wisata untuk Investor di Subang

Bukan Sekadar Jalan-Jalan, Ini Tempat Wisata untuk Investor di Subang

Jawa Barat3 jam lalu
Polres Subang Amankan 36 Barang Bukti Pelanggaran Lalu Lintas

Polres Subang Amankan 36 Barang Bukti Pelanggaran Lalu Lintas

Headline5 jam lalu
ADVERTISEMENT
Rekomendasi Wisata untuk Tamu Perusahaan di Subang

Rekomendasi Wisata untuk Tamu Perusahaan di Subang

Lifestyle5 jam lalu
Film Indonesia yang Tayang di Netflix September 2026, Ada Sekawan Limo 2

Film Indonesia yang Tayang di Netflix September 2026, Ada Sekawan Limo 2

Lifestyle6 jam lalu
Rekomendasi Wisata Subang untuk Wisatawan Asing, Yuk Eksplor!

Rekomendasi Wisata Subang untuk Wisatawan Asing, Yuk Eksplor!

Lifestyle7 jam lalu
Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Mantan Pejabat Bea Cukai Menangis di Sidang, Ungkap Diminta Pasang Badan agar Kasus Tidak Melebar

Headline18 jam lalu
Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Kuliner dan Wisata Dekat Pelabuhan Patimban, Subang yang Menarik untuk Dikunjungi

Lifestyle19 jam lalu
Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Wisata Sehari di Sekitar Patimban Subang, Ini Pilihan Tempat yang Bisa Dikunjungi

Subang20 jam lalu