Program Makan Bergizi Gratis di Subang Sudah Menjangkau 125.744 Siswa

PASUNDANEKSPRES.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa di Subang terus berjalan. Data terbaru dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menyebutkan, 125.744 siswa yang tersebar di 518 satuan pendidikan telah menerima manfaat MBG.
Sebanyak 125.744 siswa ini tersebar dari berbagai jenjang pendidikan. Sebanyak 3.071 siswa dari 64 PAUD, 58.291 siswa dari 334 SD, 35.767 siswa dari 65 SMP, 17.614 siswa dari 18 SMA, 10.599 siswa dari 34 SMK, serta 402 siswa dari 3 SLB.
PIC MBG Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, Dinna Juliana mengatakan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus mengingatkan pihak sekolah agar melakukan pemeriksaan makanan sebelum diberikan kepada siswa.
"Kami hanya mengimbau ke sekolah terkait pemeriksaan awal untuk MBG sebelum diberikan kepada anak-anak," ucapnya pada Pasundan Ekspres pada Selasa (21/10/2025).
Ia menambahkan, program ini telah dilakukan evaluasi oleh SPPG dan pihak bertanggungjawab lainnya, terutama pasca insiden keracunan di SDN Rawalele beberapa Waktu lalu.
"Terkait evaluasi kalau tidak salah sudah dilakukan dan diprakasai oleh Kodim dengan mengundang Dinkes, Disdikbud, dan stakeholder lainnya beserta semua SPPG," ucapnya pada Pasundan Ekspres pada Selasa (21/10/2025).
Evaluasi tersebut nyata adanya. Kepala SPPG Dawuan Kaler, Rizal mengungkapkan bahwa saat ini SPPG-nya diberhentikan sementara setelah kejadian keracunan tersebut.
"Belum (berjalan kembali), intruksi dari Deputi Tauwas BGN ada hal-hal yang harus dilengkapi dulu sebelum oprasional kembali, salah satunya melengkapi SLHS, Sertifikat Kelayaian Air, dan Sertifikat Chef," ucapnya.
Imbasnya, sampai dengan berita ini dibuat, SDN Rawalele masih belum juga menerima program MBG sejak insiden keracunan tersebut.
Orang Tua Siswa Respon Positif MBG
Salah satu orang tua siswa, Deden, mengungkapkan keberadaan MBG bukan hanya membantu anak-anak mendapatkan makanan bergizi di sekolah, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kehidupan seperti kebersamaan, rasa syukur, dan kedisiplinan.
“Dengan adanya MBG ini, anak-anak bukan hanya makan, tapi juga belajar menghargai makanan dan berbagi. Jadi, ada nilai-nilai kehidupan yang ikut tumbuh,” ujar Deden, Rabu (22/10/2025).
Menurut Deden, kalau program ini terus berkelanjutan bisa membawa dampak besar bagi kesehatan dan pendidikan anak di Subang.
“Kalau program seperti ini bisa berlanjut dan dijaga kualitasnya, tentu akan membawa dampak besar bagi kesehatan dan pendidikan anak-anak Subang,” tambah Deden.
Sementara itu, Meliawati, warga kasomalang yang anaknya bersekolah di MI Al-Akhyar, mengaku sangat terbantu dari sisi ekonomi keluarga. Ia menilai program MBG membantu meringankan pengeluaran harian karena bekal jajan anaknya kini bisa dikurangi.
“Alhamdulillah, sangat terbantu. Biasanya saya kasih uang jajan lumayan setiap hari, sekarang bisa dikurangin karena anak sudah dapat makanan dari sekolah lewat program MBG,” tuturnya.
Namun, di sisi lain, masih ada kekhawatiran dari sebagian orang tua menyusul sejumlah insiden keracunan makanan yang sempat terjadi di beberapa daerah di Jawa Barat. Arif Maryono, warga Kecamatan Kasomalang, mengaku sempat merasa was-was, tetapi tetap yakin dapur penyedia makanan di wilayahnya telah menjalankan standar keamanan pangan dengan baik.
“Saya sempat khawatir setelah dengar ada kasus keracunan MBG di luar daerah. Tapi kalau di Kasomalang, saya percaya sama dapur SPPG (Sentra Pengolahan Pangan Gizi). Mereka itu profesional, makanannya bersih dan sehat semua,” ujarnya.
Arif menambahkan, selain menjaga kualitas bahan makanan, para pengelola dapur juga memperhatikan kebersihan alat masak dan distribusi makanan agar tetap higienis sampai ke tangan siswa.
Bupati Reynaldy Apresiasi MBG
Bupati Subang Reynaldy menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan MBG di Subang. Ia mengakui bahwa di awal program terdapat berbagai tantangan teknis, namun berkat sinergi lintas sektor, pelaksanaan MBG dapat berjalan dengan baik.
“Alhamdulillah dengan segala macam lika-likunya, program MBG di Kabupaten Subang bisa berjalan lancar. Ke depannya, bagi sekolah-sekolah yang belum mendapatkan, semoga bisa segera menyusul,” ujar Reynaldy saat mendampingi kunjungan Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri untuk mengecek program MBG di Subang, pada Senin (28/7/2025).
Kunjungan dimulai dari SDN Rawabadak di Kelurahan Karanganyar untuk melihat langsung distribusi makanan bagi siswa, dan dilanjutkan ke dapur produksi MBG yang berlokasi di Kelurahan Pasirkareumbi, Kecamatan Subang, pada Senin (28/7/2025).
Reynaldy menegaskan, MBG bukan sekadar program tambahan, melainkan kebutuhan mendesak bagi generasi muda, terutama di wilayah-wilayah yang rawan gizi. “Program MBG ini sangat dibutuhkan bagi anak-anak kita. Harapannya dapat terus ditingkatkan agar anak-anak Subang mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan semangat belajarnya,” tambahnya.
Kodim Subang Terus Kawal Program MBG
Kodim 0605/Subang berkomitmen terus mengawal dan mengawasi program MBG. Komandan Kodim 0605/Subang Letkol (Czi) Asep Saepudin mengatakan, pengawalan dan pengawasan program MBG dilakukan mulai proses produksi, pengemasan hingga pendistribusian ke sekolah-sekolah. Sehingga dipastikan MBG yang didistribusikan higienis dan sanitasinya benar-benar aman.
"Sebagai Komando kewilayahan, tentunya Kodim 0605/Subang, selalu mendukung semua program pemerintah, termasuk MBG ini," tegas Letkol Asep, beberapa waktu lalu.
Pengawalan dan pengawasan tersebut dilakukan, lanjut dia, TNI Angkatan Darat khususnya Kodim 0605/Subang, sebagai mitigasi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti salah satunya kasus keracunan. "Upaya yang kami lakukan ini, sebagai upaya mitigasi, sehingga ke depan, kasus keracunan tidak terulang kembali," ujarnya.
Ia menambahkan, kewajiban Kodim di kewilayahan, tentunya harus menjadi solusi bagi pemrintah dan masyarakat. Sesuai dengan sumpah prajurit, dan sapta marga. "TNI harus hadir di tengah-tengah pemerintah dan masyarakat, sehingga TNI menjadi solusi dalam setiap persoalan bangsa dan negara," kata Dandim.(fsh/ysp)
