Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Warga Jalancagak Subang Mengeluhkan Bau Kotoran Sapi dari arah Curugrendeng

H
Hadi MartadinataEditor: Yusup Suparman
|08:50 WIB
Bagikan:
Warga Jalancagak Subang Mengeluhkan Bau Kotoran Sapi dari arah Curugrendeng
PERUSAHAAN: Situasi di depan PT Agrijaya Prima Sukses (APS). Pihak perusahaan memberikan klarifikasi terkait sumber bau kotoran sapi. Hadi Martadinata/Pasundan Ekspres

PASUNDANEKSPRES.ID - Keluhan masyarakat terkait bau tidak sedap dari kandang sapi di wilayah Curugrendeng, Jalancagak kembali mencuat. Warga dari dua kecamatan, yakni Kecamatan Sagalaherang dan Kecamatan Jalancagak, mengaku sudah lama terganggu oleh aroma menyengat yang kerap muncul terutama saat musim hujan.

Salah satu warga Sagalaherang, Ramadhan, menyampaikan bau dari kandang sapi tersebut sangat menyengat ke hidung.
“Bau tidak sedap sering muncul, terutama ketika angin berhembus dari arah Curugrendeng. Kami berharap ada tindakan dari pihak perusahaan,” ujarnya.

Keluhan juga datang dari warganet dengan akun Tiktok @Kurniatwin, warga Kertamukti, yang mengatakan bahwa aroma tak sedap makin parah saat hujan turun.

“Kalau musim hujan, baunya makin terasa. Apalagi kalau malam, benar-benar menyengat,” tulisnya.

Menanggapi keluhan masyarakat, pihak PT Agrijaya Prima Sukses (APS) memberikan klarifikasi terkait sumber bau. Agus, pihak eksternal APS, menjelaskan bahwa kondisi bau tersebut dipengaruhi kapasitas kandang yang sudah hampir maksimal.

“Masalah bau ini memang ada, terutama karena kapasitas kandang sudah mendekati batas. Biasanya bau muncul setelah hujan turun karena gas yang menguap dan terbawa angin. Jadi sangat tergantung arah angin,” jelas Agus saat ditemui wartawan Pasundan Ekspres Senin (24/11/2025).

Sementara itu, Hasan, Tim Eksternal Keamanan PT APS, mebenarkan terkait limbah cair yang terkadang mengalir ke saluran air saat hujan deras, terutama pada malam hari ketika tidak ada aktivitas karyawan.

“Terkait limbah cair itu mirip seperti polusi biasa. Ketika hujan, air membawa kotoran turun ke bawah. Apalagi kalau malam, kita tidak bisa memantau penuh. Kebocoran bisa saja terjadi karena faktor alam,” ujarnya.

Hasan menjelaskan, permasalahan tersebut bukan semata akibat kelalaian, melainkan kondisi alam yang sulit diprediksi.

Setelah menerima keluhan dari masyarakat, PT APS mengklaim telah melakukan langkah cepat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) serta pembuatan jalur drainase yang lebih tertib.

“Begitu ada laporan dari warga, perusahaan langsung melakukan perbaikan. Kami sedang membangun TPT dan jalur drainase agar air tidak langsung mengalir membawa kotoran ke bawah. Harapannya, ke depan tidak terjadi lagi longsor maupun pencemaran,” jelas Hasan.

Pihak perusahaan berharap upaya ini dapat mengurangi dampak bau dan aliran limbah, serta meminimalkan ketidaknyamanan warga di dua kecamatan tersebut.(hdi/ysp)

Berita Terbaru

BUMDes CIPATI Desa Cimeuhmal Panen Perdana Jagung Tebon

BUMDes CIPATI Desa Cimeuhmal Panen Perdana Jagung Tebon

Subang9 jam lalu
Neng Virda Cakades Purwadadi Usung Perubahan dan Pemberdayaan Perempuan

Neng Virda Cakades Purwadadi Usung Perubahan dan Pemberdayaan Perempuan

Subang9 jam lalu
Kang Rey Bidik Subang Jadi Kota Kreatif, Pastikan SubangFest Digelar Tiap Bulan

Kang Rey Bidik Subang Jadi Kota Kreatif, Pastikan SubangFest Digelar Tiap Bulan

Subang9 jam lalu
Pojokan 328: Mitelor

Pojokan 328: Mitelor

Opini12 jam lalu
ADVERTISEMENT
Cara Sematkan Postingan Foto dan Video di Instagram, Pake Fitur Ini

Cara Sematkan Postingan Foto dan Video di Instagram, Pake Fitur Ini

Lifestyle12 jam lalu
Tips Sehat di Musim Pancaroba agar Tidak Mudah Tumbang Saat Cuaca Berubah

Tips Sehat di Musim Pancaroba agar Tidak Mudah Tumbang Saat Cuaca Berubah

Lifestyle13 jam lalu
Operasi Patuh 2026 Resmi Digelar, Cek 11 Sasaran ETLE dan Dendanya

Operasi Patuh 2026 Resmi Digelar, Cek 11 Sasaran ETLE dan Dendanya

Nasional13 jam lalu
Klasemen Super League 2026/2027 Persib Naik ke Posisi 5

Klasemen Super League 2026/2027 Persib Naik ke Posisi 5

Olahraga14 jam lalu
DTIIF 2026 Digelar di Jakarta, Danantara Bidik Investasi Teknologi Global

DTIIF 2026 Digelar di Jakarta, Danantara Bidik Investasi Teknologi Global

Nasional14 jam lalu
Kementerian ESDM Buka Lowongan Pengawal Energi 2026, Tersedia 108 Formasi

Kementerian ESDM Buka Lowongan Pengawal Energi 2026, Tersedia 108 Formasi

Nasional14 jam lalu
Warga Jalancagak Subang Mengeluhkan Bau Kotoran Sapi dari arah Curugrendeng | Pasundan Ekspres