Warga Jalancagak Subang Mengeluhkan Bau Kotoran Sapi dari arah Curugrendeng

PASUNDANEKSPRES.ID - Keluhan masyarakat terkait bau tidak sedap dari kandang sapi di wilayah Curugrendeng, Jalancagak kembali mencuat. Warga dari dua kecamatan, yakni Kecamatan Sagalaherang dan Kecamatan Jalancagak, mengaku sudah lama terganggu oleh aroma menyengat yang kerap muncul terutama saat musim hujan.
Salah satu warga Sagalaherang, Ramadhan, menyampaikan bau dari kandang sapi tersebut sangat menyengat ke hidung.
“Bau tidak sedap sering muncul, terutama ketika angin berhembus dari arah Curugrendeng. Kami berharap ada tindakan dari pihak perusahaan,” ujarnya.
Keluhan juga datang dari warganet dengan akun Tiktok @Kurniatwin, warga Kertamukti, yang mengatakan bahwa aroma tak sedap makin parah saat hujan turun.
“Kalau musim hujan, baunya makin terasa. Apalagi kalau malam, benar-benar menyengat,” tulisnya.
Menanggapi keluhan masyarakat, pihak PT Agrijaya Prima Sukses (APS) memberikan klarifikasi terkait sumber bau. Agus, pihak eksternal APS, menjelaskan bahwa kondisi bau tersebut dipengaruhi kapasitas kandang yang sudah hampir maksimal.
“Masalah bau ini memang ada, terutama karena kapasitas kandang sudah mendekati batas. Biasanya bau muncul setelah hujan turun karena gas yang menguap dan terbawa angin. Jadi sangat tergantung arah angin,” jelas Agus saat ditemui wartawan Pasundan Ekspres Senin (24/11/2025).
Sementara itu, Hasan, Tim Eksternal Keamanan PT APS, mebenarkan terkait limbah cair yang terkadang mengalir ke saluran air saat hujan deras, terutama pada malam hari ketika tidak ada aktivitas karyawan.
“Terkait limbah cair itu mirip seperti polusi biasa. Ketika hujan, air membawa kotoran turun ke bawah. Apalagi kalau malam, kita tidak bisa memantau penuh. Kebocoran bisa saja terjadi karena faktor alam,” ujarnya.
Hasan menjelaskan, permasalahan tersebut bukan semata akibat kelalaian, melainkan kondisi alam yang sulit diprediksi.
Setelah menerima keluhan dari masyarakat, PT APS mengklaim telah melakukan langkah cepat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) serta pembuatan jalur drainase yang lebih tertib.
“Begitu ada laporan dari warga, perusahaan langsung melakukan perbaikan. Kami sedang membangun TPT dan jalur drainase agar air tidak langsung mengalir membawa kotoran ke bawah. Harapannya, ke depan tidak terjadi lagi longsor maupun pencemaran,” jelas Hasan.
Pihak perusahaan berharap upaya ini dapat mengurangi dampak bau dan aliran limbah, serta meminimalkan ketidaknyamanan warga di dua kecamatan tersebut.(hdi/ysp)
