Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Awas Bencana Puting Beliung, Tahun Lalu Terjadi 27 Kali di Subang

E
EgiEditor: Egi
|07:00 WIB
Bagikan:
Awas Bencana Puting Beliung, Tahun Lalu Terjadi 27 Kali di Subang
MUHAMAD FAISAL/PASUNDAN EKSPRES RUSAK: Kondisi rumah warga rusak usai diterjang bencana puting beliung di Kecamatan Blanakan.

SUBANG-Masyarakat Subang diimbau untuk tetap waspada akan berbagai kemungkinan bencana. Bencana angin puting beliung, perlu diwaspadai. Tahun 2023 tercatat ada 27 kali bencana puting beliung. 

Teranyar, bencana puting beliung terjadi di sejumlahw wilayah di Subang.

Hujan deras disertai angin kencang melanda Desa Cigugur Kaler, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang. Akibatnya sejumlah rumah warga mengalami kerusakan. Peristiwa tersebut terjadi Rabu malam (13/3).

Adanya peristiwa tersebut, Muspika Kecamatan Pusakajaya bersama pemerintah desa setempat langsung meninjau lokasi kejadian pada Kamis (14/3/24).

Kapolsek Pusakanagara, Kompol Jusdijachlan mengungkapkan, hujan deras terjadi pada Rabu (13/3) sekira pukul 20.30 WIB mengakibatkan rumah warga rusak pada bagian atap.

“Total ada lima rumah yang mengalami kerusakan akibat kejadian tersebut dan itu berlokasi di satu blok yang sama hanya di Dusun Karangtengah, Desa Cigugur Kaler,” ungkpanya.

Jusdi mengatakan, rumah warga hanya mengalami rusak ringan, terutama pada genteng, asbes dan membuat beberapa kotak tanaman padi di sawah Desa Cigugur Kaler mengalami rebah.

Dia mengiimbau kepada warga masyarakat agar selalu hati-hati dan waspada jika terjadi hujan disertai angin kencang. 

"Karena sekarang musim hujan, kami himbau warga kecamatan Pusakanagara dan Kecamatan Pusakajaya untuk tetap berhati hati dan waspada apabila datang hujan disertai angin kencang,” ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, Jusdi mengatakan, tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Adapun kerugian materil akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp30 juta.

Tak hanya di Pusakajaya, angin puting beliung juga terjadi di Blanakan. Camat Blanakan Furwani melalui Sekretaris Kecamatan Blanakan Gatot menyampaikan bahwa, angin puting beliung terjadi di tiga desa yaitu Desa Tanjungtiga, Rawamekar, dan Desa Cilamaya Hilir.

Untuk Desa Tanjungtiga angin puting beliung berlokasi di Dusun Sumursapi II, blok Kukun sekitar 7 rumah  rusak berat, 4 kandang ternak rusak. Sementara di Desa Rawamekar jumlah rumah terdampak sekitar 16 rumah, 1  penggilingan padi (Ricemile), 5 kandang domba, jaringan listrik dan telkom rusak berat.

Sedangkan di Desa Cilamaya Hilir yang berlokaso di Dusun Ketileng 3 rumah warga terdampak juga mengalami kerusakan. "Kita langsung buat laporan secepatnya, dan alhamdulillah siang ini warga terdampak dapat bantuan dari Dinsos Subang," kata Gatot.

Bantuan yang diberikan dari Dinsos diantaranya yaitu sembako, selimut, terpal, kasur dan makanan siap saji. "Bantuan ini untuk 26 warga rumah terdampak puting beliung di 3 desa tadi. Terimakasih kepada Dinsos Subang, laporan cepat, respon nya pun cepat pula," ujarnya.

Kepala Desa Rawamekar Carkayim menyampaikan, bahwa warganya yang terdampak sudah menerima bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Subang, siang tadi. Pihaknya mengucapkan terimakasih atas bantuan tersebut, bantuan itu sedikitnya membantu dan meringankan beban warga desanya yang terdampak angin puting beliung itu.

Terpisah, Kepala BPBD Subang Udin Jazudin mengatakan timnya terus melakukan penanganan pasca bencana angin puting beliung yang melanda tiga desa di Kecamatan Blanakan, yaitu Desa Tanjungtiga, Desa Rawamekar, dan Desa Cilamaya. 

"Tim BPBD terus berkoordinasi dengan aparatur setempat dan sekaligus melakukan pembersihan material pohon dan puing-puing rumah yang terkena angin puting beliung," ucapnya. 

Adapun beberapa pihak terkait lainnya yang ikut terlibat dalam penanganan pasca bencana antara lain TNI, POLRI, serta Tagana. 

Udin mengatakan, pihaknya telah mendirikan tenda bagi para korban yang terdampak bencana tersebut untuk mengungsi. 

"Kami juga telah mendirikan tenda pengungsi untuk korban yang terdampak angin puting beliung," ucapnya. 

Total kerugian materil diperkirakan kurang lebih hingga mencapai Rp 280 juta. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.(cdp/dan/fsh/ysp) 

Berita Terbaru

Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Headline3 jam lalu
inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

Purwakarta3 jam lalu
Cara Mudah Report Akun TikTok yang Bermasalah

Cara Mudah Report Akun TikTok yang Bermasalah

Lifestyle5 jam lalu
LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

Lifestyle6 jam lalu
ADVERTISEMENT
JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

Nasional7 jam lalu
Poster Baru Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Tampilkan Detail Kehidupan Ale

Poster Baru Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Tampilkan Detail Kehidupan Ale

Lifestyle7 jam lalu
Tiga Tahun Berjuang Melawan Sakit Komplikasi, BAZNAS Subang Hadir Bantu Ibu Tiga Anak

Tiga Tahun Berjuang Melawan Sakit Komplikasi, BAZNAS Subang Hadir Bantu Ibu Tiga Anak

Headline7 jam lalu
Botram Bersama Warga, TMMD ke-130 di Cupunagara Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Botram Bersama Warga, TMMD ke-130 di Cupunagara Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Headline8 jam lalu
Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lifestyle9 jam lalu
Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Lifestyle9 jam lalu