Menanggapi Kasus Penyekapan Taufik Hidayat, Dedi Mulyadi Minta Pemilik Kos Tingkatkan Pengawasan

PASUNDANEKSPRES.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengimbau para pemilik rumah kos dan kontrakan agar lebih cermat dalam memverifikasi identitas calon penyewa. Imbauan tersebut disampaikan setelah terungkap kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan berinisial YTR (29) di sebuah rumah kos di Cileunyi, Kabupaten Bandung.
Peristiwa itu terkuak setelah pelaku penyekapan, Taufik Hidayat, berhasil diamankan oleh Polda Jawa Barat di kawasan Majalaya, Kabupaten Bandung, pada Selasa (23/6/2026) malam.
Dedi menilai kejadian tersebut harus menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan siapa saja yang tinggal di lingkungan sekitar, termasuk penghuni rumah kos maupun kontrakan.
Menurutnya, pemilik kos tidak seharusnya menerima penyewa tanpa terlebih dahulu melakukan pemeriksaan identitas secara jelas dan lengkap.
“Saya menyampaikan pada seluruh warga Jawa Barat, para pemilik kos, untuk setiap tamu yang datang, yang nginep apabila memang sudah berpasangan, sebaiknya ditanya surat nikahnya, dilihat KTP-nya,” kata Dedi, dikutip dari akun Instagram pribadinya, Rabu (24/6/2026).
Minta Data Penyewa Dilaporkan ke RT dan RW
Selain itu, Dedi menekankan pentingnya pendataan penghuni kos yang secara berkala dilaporkan kepada RT dan RW setempat. Ia menilai langkah tersebut diperlukan untuk meningkatkan pengawasan di lingkungan masyarakat.
“Yang kedua, harus secara rutin nama-nama tersebut didaftarkan ke RT, RW setempat untuk menghindari problem-problem yang terjadi,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa peran perangkat lingkungan, mulai dari RT, RW, kepala desa hingga lurah, sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah masing-masing.
“Semoga seluruh para kepala desa, para kepala kelurahan, ketua RT dan RW aktif melakukan monitoring,” tegasnya.
Harap Kasus Tidak Terulang
Dedi berharap kasus penyekapan yang menimpa YTR tidak kembali terulang di kemudian hari. Ia mengajak masyarakat menjadikan kejadian tersebut sebagai pengingat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar.
“Semoga peristiwa ini menjadi pembelajaran penting bagi kita untuk sama-sama melindungi keluarga kita masing-masing. Hatur nuhun,” pungkasnya.
