Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

3 Modus Penipuan Digital Menjelang Lebaran, Jangan Lengah!

N
Nanda YuanitaEditor: Nanda Yuanita
|10:29 WIB
Bagikan:
3 Modus Penipuan Digital Menjelang Lebaran, Jangan Lengah!
3 Modus Penipuan Digital Menjelang Lebaran (dok.pexels.com/Nikita Belokhonov)

PASUNDAN EKSPRES - Modus penipuan menjelang lebaran seringkali terjadi yang dapat menimpa siapa saja. Oleh sebab itu, bagi pengguna digital keuangan dihimbau untuk selalu waspada. 

Di bulan ramadan ini, biasanya masyarakat berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan antara lain mengedepankan sifat berbagi. 

Namun, tahukah kamu masih banyak ditemukan tawaran-tawaran melalui digital keuangan yang menggiurkan tapi ternyata ilegal. 

Sehingga, diharapkan semua masyarakat berhati-hati dan waspada atas beragam modus penipuan, seperti yang akan dijelaskan berikut ini. 

BACA JUGA:4 Langkah Bayar PKB Online Jabar Via Sapawarga, STNK Tahunan E-Samsat

1. Transfer Dana pinjol

Pernah tiba-tiba mendapat transfer uang anonim ke rekening pribadi dengan jumlah besar? Hati-hati, bisa jadi itu adalah modus penipuan keuangan digital yang justru akan membuatmu terdaftar sebagai orang yang mengajukan pinjaman online.

Dilansir dari finansial.bisnis, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan langkah pertama yang harus dilakukan jika menerima dana anonim adalah dengan membuat laporan aduan ke perbankan. 

“Sampaikan bahwa dia tidak merasa mengajukan pinjaman, kenapa tiba-tiba masuk ke rekening, ini bisa dilaporkan langsung kepada banknya supaya diblokir dana tersebut, dan lapor juga kepada OJK melalui APPK [Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen],” kata wanita yang akrab disapa Kiki dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK Bulanan November 2023 secara virtual, dikutip pada Rabu (6/12/2023).

Selain itu, Kiki mengimbau agar masyarakat tidak menggunakan dana anonim yang ditransfer, jika merasa tidak mengajukan pinjaman tersebut. “Ada dana masuk (anonim), jangan dipakai,” imbuhnya.

BACA JUGA:Bitcoin Melonjak, Prediksi Harga Mencapai Rp 2 Miliar!

2. Penawaran paket diskon mencurigakan

Tergiur dengan penawaran paket diskon dengan harga yang tidak wajar? Hati-hati, penawaran itu bisa jadi adalah modus penipuan digital atau disebut modus sniffing berkedok kurir paket.

Modus sniffing berkedok kurir paket adalah modus penipuan baru di mana penipu akan berpura-pura menjadi kurir paket yang mengirim informasi palsu lewat file dengan ekstensi APK. 

Tujuannya adalah untuk mencuri data dan informasi penting seperti username, password m-banking, informasi kartu kredit, password e-mail, dan data penting lain lewat pesan Whatsapp. 

E-commerce menjadi sasaran bagi para penjahat cyber ini karena adanya data pribadi konsumen yang tersimpan dalam aplikasi tersebut. Para pelaku dapat menyamar sebagai kurir untuk mengakses data pribadi dan keuangan korban.

BACA JUGA:Cara Bisa Kerja ke Luar Negeri 2024 Lengkap dengan Syarat, Hak, dan Kewajiban

3. Pesan pengiriman parsel anonim

Sama seperti mengirim paket online pada umumnya, modus penipuan Pesan pengiriman parsel anonim juga meminta korbannya untuk mengklik file APK dan mengunduhnya.

Nantinya, pelaku mengaku sebagai kurir ekspedisi dan mengirim pesan perihal pengiriman paket dengan melampirkan file APK yang bertuliskan “Foto Paket” untuk diunduh.

File yang telah diunduh atau didownload tersebut mengakibatkan saldo korban yang terdapat di rekening m-banking, tiba-tiba terkuras tanpa sepengetahuan korban.

Itulah beberapa modus penipuan digital menjelang lebaran yang marak terjadi. Jangan sampai lengah dan tetap waspada, ya!   

(nym)

Berita Terbaru

Cara Menggunakan WhatsApp Business, Kembangkan Bisnis Makin Mudah

Cara Menggunakan WhatsApp Business, Kembangkan Bisnis Makin Mudah

Lifestyle1 jam lalu
Prabowo Bakal Luncurkan Perlinsos Digital 10 November, Bansos Ditransfer Cash

Prabowo Bakal Luncurkan Perlinsos Digital 10 November, Bansos Ditransfer Cash

Nasional2 jam lalu
Ramai Jasa Polisi Anak di Sosial Media, Apa Saja Pengaruhnya?

Ramai Jasa Polisi Anak di Sosial Media, Apa Saja Pengaruhnya?

Lifestyle2 jam lalu
Prediksi Saham HSC BEI hingga Akhir Pekan 21–23 Oktober 2026, Ini Faktor yang Perlu Dicermati

Prediksi Saham HSC BEI hingga Akhir Pekan 21–23 Oktober 2026, Ini Faktor yang Perlu Dicermati

Lifestyle2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Deretan Kasus Korupsi Terbesar yang Menghebohkan Era Prabowo-Gibran, Ini Perkembangannya

Deretan Kasus Korupsi Terbesar yang Menghebohkan Era Prabowo-Gibran, Ini Perkembangannya

Nasional3 jam lalu
Hari Kedua Babak Pertama French Open 2026: Duel Sesama Indonesia Masih Berlanjut

Hari Kedua Babak Pertama French Open 2026: Duel Sesama Indonesia Masih Berlanjut

Olahraga3 jam lalu
Bukan Lewat Kopdes, Menkeu Suahasil Pastikan Gaji PNS Tetap Lewat Bank

Bukan Lewat Kopdes, Menkeu Suahasil Pastikan Gaji PNS Tetap Lewat Bank

Nasional3 jam lalu
Fenomena Bangun Pabrik Dulu, Baru Urus Izin Belakangan di Subang Disorot, Begini Perkembangan PT CMM

Fenomena Bangun Pabrik Dulu, Baru Urus Izin Belakangan di Subang Disorot, Begini Perkembangan PT CMM

Subang3 jam lalu
Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 Tingkat Kabupaten Subang, Bupati Amanatkan Makin Solid dan Kreatif Wujudkan Kelauarga Sejahtera

Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 Tingkat Kabupaten Subang, Bupati Amanatkan Makin Solid dan Kreatif Wujudkan Kelauarga Sejahtera

Subang3 jam lalu
Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Subang Dibuka, Ini 5 Formasi dan Jadwalnya

Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Subang Dibuka, Ini 5 Formasi dan Jadwalnya

Subang4 jam lalu