7 Aneka Kue Kering Lebaran yang Populer dan Banyak Disukai

PASUNDANEKSPRES.ID - Buat kamu yang bingung bikin kue Lebaran seperti apa, simak beberapa aneka kue kering Lebaran yang bisa kamu sediakan di meja.
Perayaan Lebaran tidak hanya identik dengan hidangan seperti ketupat dan opor ayam, tapi juga dengan berbagai kue kering yang tersaji di ruang tamu.
Kue kering biasanya disimpan dalam toples cantik dan disuguhkan untuk keluarga maupun tamu yang datang bersilaturahmi.
Tradisi menyajikan kue kering saat Lebaran sudah jadi kebiasaan di banyak rumah. Selain rasanya yang enak, kue kering juga memiliki daya tahan yang cukup lama sehingga bisa disiapkan beberapa hari sebelum hari raya tiba.
Ada banyak jenis kue kering yang sering dijumpai saat Lebaran. Beberapa di antaranya bahkan sudah jadi favorit dari generasi ke generasi. Kita cari tahu, yuk tentang beberapa aneka kue kering Lebaran yang populer dan sering jadi pilihan.
Aneka Kue Kering Lebaran
Berikut ini adalah beberapa aneka kue kering khas Lebaran.
1. Kue Kering Keju
Kue kering keju merupakan salah satu jenis kue Lebaran yang sangat populer. Banyak orang mengenal kue ini dengan nama kastengel atau kaastengels. Kue ini memiliki rasa gurih yang khas karena menggunakan keju sebagai bahan utamanya.
Biasanya kastengel dibuat dengan campuran keju seperti keju edam atau keju cheddar. Beberapa resep juga menambahkan keju parmesan untuk memberikan aroma yang lebih kuat dan rasa yang lebih kaya.
Ciri khas dari kue ini adalah bentuknya yang memanjang seperti stik kecil dengan taburan keju parut di bagian atasnya. Saat dipanggang, keju akan memberikan aroma harum yang menggugah selera.
Tekstur kastengel terkenal renyah dengan rasa asin gurih yang cukup dominan. Karena rasanya berbeda dari kue kering manis, kastengel sering jadi pilihan favorit bagi orang yang lebih menyukai camilan gurih.
2. Kue Putri Salju
Kue putri salju juga jadi salah satu kue kering yang sangat identik dengan Lebaran. Nama kue ini berasal dari tampilannya yang tertutup oleh taburan gula halus berwarna putih sehingga terlihat seperti salju.
Kue putri salju biasanya memiliki bentuk bulan sabit, meskipun saat ini banyak juga yang membuatnya dengan berbagai bentuk lainnya. Setelah dipanggang, kue akan digulingkan atau ditaburi gula halus hingga seluruh permukaannya tertutup.
Dari segi tekstur, kue putri salju memiliki karakter yang lembut dan sedikit rapuh. Ketika dimakan, kue ini biasanya langsung terasa lumer di mulut.
Rasanya cenderung manis dengan sedikit sentuhan gurih dari mentega atau kacang yang digunakan dalam adonan. Kombinasi rasa tersebut membuat kue putri salju disukai oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
3. Nastar
Nastar adalah salah satu kue kering yang hampir selalu hadir saat Lebaran. Kue kecil berbentuk bulat ini memiliki tekstur yang lembut dengan isian selai nanas yang manis dan sedikit asam.
Perpaduan antara adonan kue yang lembut dengan selai nanas yang legit membuat nastar memiliki rasa yang khas.
Biasanya bagian atas nastar diolesi kuning telur sebelum dipanggang. Proses ini membuat permukaan kue memiliki warna kuning keemasan yang cantik dan mengilap.
Seiring perkembangan waktu, nastar kini hadir dalam berbagai variasi. Ada yang menambahkan keju di dalam adonan, menggunakan topping cengkeh, hingga membuat nastar dengan rasa cokelat.
Meski begitu, nastar klasik dengan selai nanas tetap jadi pilihan utama di banyak rumah.
4. Kue Semprit
Kue semprit merupakan kue kering klasik yang juga cukup populer saat Lebaran. Kue ini dikenal dengan bentuknya yang cantik karena dibuat menggunakan cetakan atau spuit khusus.
Biasanya kue semprit memiliki bentuk seperti bunga dengan tambahan selai di bagian tengahnya. Warna dan tampilannya yang menarik membuat kue ini terlihat cantik ketika disusun dalam toples.
Tekstur kue semprit cenderung renyah dengan rasa manis yang tidak terlalu kuat. Hal ini membuat kue semprit terasa ringan dan cocok dinikmati sebagai camilan.
Selain rasa original, kue semprit juga memiliki berbagai variasi rasa yang menarik. Beberapa di antaranya adalah rasa cokelat, pandan, hingga red velvet. Variasi warna tersebut membuat kue semprit terlihat lebih meriah sebagai sajian Lebaran.
5. Sagu Keju
Sagu keju adalah kue kering yang memiliki tekstur khas dan berbeda dari kue lainnya. Kue ini dibuat menggunakan tepung sagu sehingga menghasilkan tekstur yang sangat renyah namun lembut di mulut.
Salah satu ciri khas dari sagu keju adalah sensasi “lumer” ketika dimakan. Kue ini biasanya terasa rapuh dan langsung meleleh di mulut.
Perpaduan tepung sagu dengan keju juga memberikan rasa gurih yang cukup kuat. Aroma keju yang harum membuat kue ini semakin menggugah selera.
Sagu keju biasanya dibentuk menggunakan spuit sehingga menghasilkan bentuk bunga atau batang kecil.
6. Kue Lidah Kucing
Kue lidah kucing juga termasuk kue kering yang banyak disukai saat Lebaran. Nama kue ini berasal dari bentuknya yang tipis dan panjang menyerupai lidah kucing.
Kue ini memiliki tekstur yang sangat renyah dan ringan. Meskipun tipis, lidah kucing memiliki rasa yang cukup kaya dengan kombinasi manis dan gurih.
Bahan utama yang digunakan untuk membuat kue lidah kucing biasanya terdiri dari tepung terigu, tepung maizena, susu bubuk, margarin, putih telur, dan vanila.
Semua bahan tersebut dicampur hingga membentuk adonan yang kemudian dipanggang hingga kering.
Keunikan lain dari kue lidah kucing adalah sensasi saat dimakan. Awalnya terasa renyah, tapi setelah digigit kue akan terasa lembut dan sedikit lumer di mulut.
Agar tetap renyah, kue lidah kucing biasanya disimpan dalam stoples yang tertutup rapat.
7. Kue Kering Jahe
Kue kering jahe atau gingerbread cookies dikenal memiliki aroma yang khas dari jahe. Walaupun kue ini sering dikaitkan dengan perayaan Natal, sebenarnya kue jahe juga cocok disajikan sebagai camilan saat Lebaran.
Kue ini memiliki rasa yang unik karena memadukan rasa manis dengan sedikit sensasi hangat dari jahe. Aroma jahe juga memberikan kesan berbeda dibandingkan kue kering lainnya.
Bahan utama yang digunakan untuk membuat kue jahe biasanya terdiri dari jahe bubuk atau sari jahe, kuning telur, tepung maizena, mentega, dan gula halus. Beberapa resep juga menambahkan ceri merah atau hijau sebagai hiasan.
Setelah adonan dibentuk, kue biasanya dipanggang pada suhu sekitar 180 derajat Celsius selama kurang lebih 25 menit hingga matang.
Selain rasanya yang lezat, aroma jahe yang harum membuat kue ini terasa lebih istimewa sebagai sajian Lebaran.
Aneka kue kering Lebaran selalu jadi bagian penting dalam menyambut hari raya. Selain enak dinikmati sendiri, kue kering juga jadi bentuk sambutan hangat untuk para tamu yang datang bersilaturahmi.
(ipa)
