Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

7 Negara Aman Ditinggali Saat Perang Dunia III, Indonesia Masuk Daftar

P
Paramitha AuliaEditor: Heru Ramdani
|14:50 WIB
Bagikan:
7 Negara Aman Ditinggali Saat Perang Dunia III, Indonesia Masuk Daftar
7 Negara Aman Ditinggali Saat Perang Dunia III, Indonesia Masuk Daftar (Image From: Canva)

PASUNDANEKSPRES.ID - Ini dia negara aman ditinggali saat Perang Dunia III. Ketegangan geopolitik dunia kembali meningkat.

Ancaman konflik berskala besar, termasuk kemungkinan penggunaan senjata nuklir, membuat sebagian orang mulai bertanya-tanya tentang jika perang besar benar-benar terjadi, ke mana harus mencari perlindungan?

Kekhawatiran ini tidak muncul tanpa sebab. Saling serang rudal di Timur Tengah serta meningkatnya retorika keras antara kekuatan global menambah kecemasan publik.

Banyak yang membayangkan skenario terburuk, termasuk potensi eskalasi yang melibatkan Rusia dan negara-negara Barat.

Meski tidak ada tempat yang benar-benar 100 persen aman dalam konflik global, beberapa wilayah dinilai relatif lebih terlindungi karena faktor geografis, politik, maupun demografis.

Simak sejumlah lokasi yang kerap disebut sebagai “zona aman” jika dunia memasuki fase perang besar.

Negara Aman Ditinggali Saat Perang Dunia III 

Berikut ini adalah beberapa tempat aman di dunia jika Perang Dunia III terjadi yang dilansir dari Daily Express U.S.

1. Antarktika: Terisolasi dan Minim Nilai Strategis

Antarktika sering disebut sebagai tempat paling terpencil di Bumi. Letaknya di ujung selatan planet ini dan jauh dari pusat kekuatan militer global menjadikannya nyaris tidak memiliki nilai strategis dalam konflik bersenjata.

Wilayahnya yang sangat luas, sebagian besar berupa hamparan es, membuatnya secara teori mampu menampung ribuan orang.

Namun, kondisi ekstrem dengan suhu sangat rendah tentu menjadi tantangan besar bagi siapa pun yang mempertimbangkan tempat ini sebagai lokasi perlindungan.

2. Islandia: Negara Damai di Utara

Islandia dikenal sebagai salah satu negara paling damai di dunia. Letaknya yang terpencil di Samudra Atlantik Utara membuatnya relatif jauh dari pusat konflik Eropa daratan.

Negara ini juga tidak memiliki sejarah panjang keterlibatan dalam perang besar.

Meski demikian, para analis mengingatkan bahwa jika terjadi perang nuklir berskala luas di Eropa, dampak radiasi tetap berpotensi mencapai wilayahnya dalam jumlah terbatas.

3. Selandia Baru: Netral dan Terlindungi Alam

Selandia Baru kerap masuk dalam daftar negara paling aman berdasarkan berbagai indeks perdamaian global.

Letaknya di Belahan Bumi Selatan memberikan jarak geografis yang cukup jauh dari pusat ketegangan di Eropa maupun Asia Timur.

Selain itu, bentang alamnya yang didominasi pegunungan dan wilayah terpencil dinilai memberikan perlindungan alami.

Sepanjang sejarah modern, Selandia Baru juga cenderung mengambil posisi yang relatif netral dalam banyak konflik internasional.

4. Swiss: Netralitas dan Infrastruktur Perlindungan

Swiss sudah lama identik dengan kebijakan netralitas, terutama sejak Perang Dunia Kedua.

Posisi geografisnya yang dikelilingi pegunungan Alpen memberikan perlindungan alami terhadap ancaman militer konvensional.

Yang menarik, Swiss memiliki jaringan bunker dan tempat perlindungan sipil yang cukup luas untuk menghadapi kemungkinan serangan nuklir.

Infrastruktur ini menjadi salah satu alasan negara tersebut kerap disebut sebagai lokasi yang relatif aman.

5. Greenland: Terpencil dan Berpenduduk Jarang

Greenland merupakan pulau terbesar di dunia dengan populasi sekitar 56.000 jiwa.

Letaknya yang terpencil di kawasan Arktik serta kepadatan penduduk yang sangat rendah membuatnya kecil kemungkinan menjadi target utama dalam konflik global.

Namun, kondisi iklim ekstrem dan keterbatasan infrastruktur tetap menjadi tantangan tersendiri.

6. Indonesia: Politik Luar Negeri Bebas dan Aktif

Indonesia juga kerap disebut dalam diskusi mengenai negara yang berpotensi relatif aman. Sejak era Presiden pertama, Indonesia menganut prinsip politik luar negeri “bebas dan aktif.”

Artinya, Indonesia berupaya tidak memihak blok kekuatan mana pun, sekaligus aktif mendorong perdamaian dunia. Sikap ini membuat Indonesia berusaha menjaga jarak dari konflik militer global.

7. Tuvalu: Kecil dan Minim Kepentingan Strategis

Tuvalu adalah negara kepulauan kecil di Samudra Pasifik dengan populasi sekitar 11.000 jiwa.

Minimnya sumber daya alam dan infrastruktur strategis membuatnya dinilai tidak menarik sebagai target militer.

Letaknya yang terpencil juga menjadi faktor tambahan yang mendukung asumsi bahwa negara ini kecil kemungkinan terlibat langsung dalam konflik global besar.

Meski sejumlah lokasi disebut relatif aman, para ahli menekankan bahwa dalam skenario perang dunia, terutama yang melibatkan senjata nuklir, dampaknya bisa bersifat global.

Radiasi, gangguan ekonomi, krisis pangan, dan kekacauan politik dapat melintasi batas negara.

(ipa)

Berita Terbaru

Jumat Bersih di Komplek CHR, Camat Ciater Dorong Kepedulian Lingkungan

Jumat Bersih di Komplek CHR, Camat Ciater Dorong Kepedulian Lingkungan

Subang3 jam lalu
Pojokan 326: “Ini Duniaku”

Pojokan 326: “Ini Duniaku”

Opini3 jam lalu
Polisi Razia Saritem Bandung, 21 Orang Terindikasi Positif Metamfetamin

Polisi Razia Saritem Bandung, 21 Orang Terindikasi Positif Metamfetamin

Jawa Barat5 jam lalu
Bupati Reynaldy Resmikan Jalan Rancasari–Mariuk, Panjang 740 Meter

Bupati Reynaldy Resmikan Jalan Rancasari–Mariuk, Panjang 740 Meter

Headline6 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kanwil KemenHAM Jabar Sebut Prosedur Pendirian Gereja di Purwakarta Telah Sesuai Aturan

Kanwil KemenHAM Jabar Sebut Prosedur Pendirian Gereja di Purwakarta Telah Sesuai Aturan

Headline6 jam lalu
Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Nasional7 jam lalu
6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline8 jam lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga8 jam lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline9 jam lalu
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline9 jam lalu