Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Penyebab Penurunan Tesla, Elon Musk Mengakui Tindakan yang Dibencinya

H
Hilman Fajri AmirullohEditor: Hilman Fajri Amirulloh
|20:48 WIB
Bagikan:
Penyebab Penurunan Tesla, Elon Musk Mengakui Tindakan yang Dibencinya
Foto: Screenshot via/Antara News

PASUNDAN EKSPRES - Penyebab penurunan drastis saham Tesla dalam beberapa hari terakhir adalah karena keputusan perusahaan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja massal.

Seperti yang dikutip dari CNBC Internasional pada 17 April 2024,  bahwa saham Tesla turun 6% pada hari Senin dan kembali tergelincir 2,7% keesokan harinya, mencapai level terendahnya sejak April 2023. 

CEO Tesla, Elon Musk, mengumumkan bahwa lebih dari 10% dari tenaga kerja global, sekitar 13.000 karyawan, akan di-PHK.

BACA JUGA:Jokowi Meminta CEO Apple Tim Cook dari Apple untuk Membangun Pabrik di Indonesia

Meskipun Musk menyatakan bahwa keputusan ini tidak disukainya, namun dianggap perlu dilakukan.

 

Ini adalah kali pertama pemutusan hubungan kerja massal berdampak signifikan pada saham Tesla, berbeda dengan kejadian serupa di masa lalu yang tidak menimbulkan dampak negatif pada pasar.

Sebagai contoh, pada tahun 2018, meskipun Tesla merumahkan 9% pegawainya, saham perusahaan justru naik lebih dari 3%.

 

Selain itu, terdapat penurunan pengiriman kendaraan Tesla selama kuartal pertama sebelum keputusan PHK, yang menambah tekanan pada perusahaan dalam menghadapi persaingan ketat di industri mobil listrik, terutama di China.

Selain dari produsen mobil lokal seperti BYD dan Xiaomi, Tesla juga harus bersaing dengan kebijakan harga yang diturunkan untuk mempertahankan pangsa pasar.

 

Kepergian dua eksekutif, Drew Baglino dan Rohan Patel, juga menjadi faktor lain yang memperumit situasi perusahaan.

Meskipun Tesla masih memimpin pasar mobil listrik di Amerika Serikat, namun di skala global, tekanan persaingan semakin terasa dengan produsen lain yang memperluas jangkauan dan memperkenalkan kendaraan dengan fitur canggih serta harga yang lebih terjangkau, seperti yang dilakukan oleh BYD yang berhasil menggeser posisi Tesla sebagai produsen kendaraan listrik terbesar di dunia pada kuartal keempat tahun 2023.

(hil/hil)

Berita Terbaru

Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Daftar Drama Korea Tayang November 2026, Ada The Remarried Empress hingga Good Partner 2

Lifestyle59 menit lalu
HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

HP Infinix Terbaru 2026 dari Rp1 Jutaan hingga Rp12 Jutaan, Ini Daftarnya

Lifestyle2 jam lalu
Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Rumah123 Ungkap Tren Rumah Tapak di Subang, Harga Penawaran Tembus Rp1,5 Miliar

Lifestyle3 jam lalu
Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Polda Metro Jaya Hapus Postingan Sumpah Pemuda di Instagram? Ini Informasi yang Beredar

Nasional3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle4 jam lalu
Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Subang4 jam lalu
Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle4 jam lalu
Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Lifestyle4 jam lalu
Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Nasional5 jam lalu
Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Nasional5 jam lalu