Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pola Makan Masyarakat Perkotaan Kekurangan Serat, Ancam Kesehatan Usus

R
Rian AlfianEditor: Rian Alfian
|20:00 WIB
Bagikan:
Pola Makan Masyarakat Perkotaan Kekurangan Serat, Ancam Kesehatan Usus

PASUNDAN EKSPRES - Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa pola makan masyarakat di perkotaan sangat kekurangan serat. Hal ini dikhawatirkan dapat mengubah cara usus manusia mencerna bahan-bahan nabati dan berakibat pada kesehatan metabolisme.

Bagaimana Manusia Mencerna Serat?

Meskipun buah dan sayuran merupakan bagian penting dari makanan manusia, pemahaman tentang bagaimana tubuh memecah selulosa, senyawa organik yang merupakan pelapis dinding sel tanaman, masih terus berkembang.

Sebelumnya, selulosa diasumsikan tidak dapat diuraikan oleh tubuh manusia. Baru pada tahun 2003, ilmuwan menemukan bakteri usus manusia yang mampu mencerna serat-serat tersebut.

BACA JUGA:Mengenal Lebih Dalam Tentang DBD Tahapan, Gejala, dan Penanganannya

Penemuan Baru: Kesamaan Usus Manusia dengan Hewan Ternak

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa manusia memiliki lebih banyak kesamaan dengan hewan ternak dalam hal pencernaan serat. Usus manusia ternyata memiliki beberapa spesies mikroba pengunyah selulosa yang sebelumnya luput dari perhatian. Ketiganya termasuk dalam genus Ruminococcus dan memiliki gen yang terlibat dalam pencernaan selulosa.

Kekurangan Mikroba Pencerna Serat pada Masyarakat Modern

Namun, mikroba usus yang sama ini sangat jarang ditemukan pada populasi masyarakat modern dan industri. Hal ini diduga karena peralihan gaya hidup dan pola makan yang rendah serat.

Para peneliti menjelaskan bahwa kekurangan serat tanaman dapat menyebabkan penurunan jumlah mikroba Ruminococcus di usus. Kekhawatirannya adalah spesies ini, yang berkontribusi pada kesehatan metabolisme, akan hilang di kalangan masyarakat perkotaan modern.

BACA JUGA:Efek Minum Kopi Hitam Jika dikonsumsi Setiap Hari, Kamu Wajib Tau!

Kekurangan serat pada pola makan masyarakat perkotaan dapat berdampak pada kesehatan usus dan metabolisme. Hal ini perlu menjadi perhatian dan mendorong perubahan pola makan dengan meningkatkan konsumsi serat dari buah, sayuran, dan sumber nabati lainnya.

Berita Terbaru

Bupati Reynaldy Resmikan Jalan Rancasari–Mariuk, Panjang 740 Meter

Bupati Reynaldy Resmikan Jalan Rancasari–Mariuk, Panjang 740 Meter

Headline16 menit lalu
Kanwil KemenHAM Jabar Sebut Prosedur Pendirian Gereja di Purwakarta Telah Sesuai Aturan

Kanwil KemenHAM Jabar Sebut Prosedur Pendirian Gereja di Purwakarta Telah Sesuai Aturan

Headline41 menit lalu
Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Nasional1 jam lalu
6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga2 jam lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline3 jam lalu
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline3 jam lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle3 jam lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle4 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle5 jam lalu