Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

100 Orang Diduga Keracunan MBG di Cirebon, SPPG Pemasok Makanan Disetop

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|09:35 WIB
Bagikan:
100 Orang Diduga Keracunan MBG di Cirebon, SPPG Pemasok Makanan Disetop
100 Orang Diduga Keracunan MBG di Cirebon, SPPG Pemasok Makanan Disetop (Image From: Kompas.com)

PASUNDANEKSPRES.ID - Sebanyak 100 orang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat, Selasa (20/10/2026). Menyusul kejadian tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan bagi para penerima manfaat dihentikan sementara operasionalnya.

100 Orang Diduga Keracunan MBG di Cirebon, SPPG Pemasok Makanan Disetop Sementara

Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengatakan, pemerintah daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bergerak cepat untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis.

Menurut Edo, keselamatan anak-anak yang mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu MBG menjadi prioritas pemerintah daerah. Koordinasi dengan sejumlah rumah sakit dan pihak terkait juga dilakukan untuk mempercepat penanganan.

“Sejumlah pasien mendapatkan perawatan di beberapa fasilitas kesehatan, di antaranya RS Gunung Jati, RS Cahaya Bunda, RS Siloam Putera Bahagia, dan RS Ciremai,” kata Edo saat konferensi pers di RS Siloam Putera Bahagia, Kota Cirebon, Selasa malam, dikutip Radar Cirebon, Rabu (21/10). 

Edo menyampaikan, kondisi para korban terus dipantau. Berdasarkan informasi yang diterimanya, tidak ada pasien yang dilaporkan dalam kondisi kritis dan sebagian korban sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan.

“Alhamdulillah tidak ada yang kritis, karena penanganan rumah sakit sangat cepat. Sudah ada yang pulang,” ujarnya.

Pemerintah Kota Cirebon juga telah mengambil sampel makanan yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut untuk menjalani pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan akan menjadi salah satu dasar untuk mengidentifikasi penyebab gangguan kesehatan yang dialami para penerima manfaat.

SPPG Pemasok MBG Dihentikan Sementara

Sementara itu, dilansir dari CNN Indonesia, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Cirebon, Yulian Septa Pratama, menyampaikan bahwa SPPG yang memasok makanan bagi para penerima manfaat di wilayah Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, telah dihentikan sementara operasionalnya.

Keputusan penghentian sementara atau suspend tersebut diambil menyusul munculnya laporan dugaan keracunan yang dialami sejumlah penerima manfaat MBG. Penghentian dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan sambil menunggu perkembangan pemeriksaan terhadap sampel makanan.

Pendataan jumlah korban masih berlangsung karena jumlah penerima manfaat yang mengalami gangguan kesehatan diperkirakan mencapai 100 orang. KPPG Cirebon juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan rumah sakit untuk memastikan seluruh korban memperoleh penanganan yang diperlukan.

Hingga Selasa malam, penyebab pasti dugaan keracunan belum dapat dipastikan. Pemeriksaan laboratorium masih diperlukan untuk mengidentifikasi kemungkinan kontaminasi atau faktor lain yang menyebabkan para penerima manfaat mengalami gangguan kesehatan.

Menu Sayur Sop Telur Puyuh Diduga Berkaitan dengan Kejadian

Dilansir dari Cirebon Bribin, dugaan keracunan massal tersebut dilaporkan terjadi setelah para siswa mengonsumsi menu MBG berupa sayur sop dengan telur puyuh. Sejumlah orang tua siswa menduga makanan tersebut berkaitan dengan munculnya gejala gangguan kesehatan pada anak-anak mereka.

Salah seorang orang tua siswa berinisial AG mengungkapkan bahwa anaknya mengeluhkan rasa makanan yang tidak enak dan asam, khususnya pada bagian telur puyuh. Setelah mengalami muntah-muntah, anak tersebut kemudian mendapatkan perhatian dari keluarga.

AG juga memperoleh informasi dari pihak sekolah bahwa sejumlah siswa lain mengalami keluhan serupa setelah mengonsumsi menu MBG yang dipasok oleh SPPG yang sama. Informasi tersebut memperkuat dugaan adanya keterkaitan antara makanan yang dibagikan dengan gangguan kesehatan yang dialami para siswa.

Orang tua siswa lainnya, DA, juga menyampaikan bahwa anaknya mengonsumsi sayur sop dengan telur puyuh sebelum mengalami gangguan kesehatan. Meski demikian, dugaan terhadap menu tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan laboratorium.

Gejala yang dialami para penerima manfaat umumnya berupa mual, muntah, dan buang air besar pada sore hari. Sejumlah anak kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan medis.

Korban di antaranya berasal dari SDN Kalijaga Permai, SDN Taman Kalijaga Permai, dan TK Teratai. Pendataan terhadap penerima manfaat yang mengalami keluhan masih dilakukan untuk memastikan jumlah keseluruhan korban serta memantau perkembangan kondisi mereka.

Pemeriksaan Laboratorium Jadi Penentu Penyebab

Pemerintah Kota Cirebon bersama KPPG dan pihak terkait terus melakukan koordinasi untuk menangani dugaan keracunan tersebut. Selain memastikan para korban mendapatkan perawatan, pemerintah juga menelusuri kemungkinan penyebab kejadian melalui pemeriksaan sampel makanan.

Penghentian sementara operasional SPPG pemasok menjadi langkah awal selama proses penelusuran berlangsung. Hasil laboratorium akan digunakan untuk membantu memastikan apakah gangguan kesehatan tersebut berkaitan dengan menu MBG yang dibagikan atau disebabkan oleh faktor lain.

Kejadian ini menjadi perhatian terhadap aspek keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, khususnya dalam proses pengolahan, penyimpanan, dan pendistribusian makanan kepada penerima manfaat.

Evaluasi terhadap proses penyediaan makanan diperlukan agar kualitas dan keamanan menu yang diberikan kepada siswa tetap terjaga. Pemerintah juga perlu memastikan bahwa setiap laporan gangguan kesehatan ditindaklanjuti secara cepat, disertai pemeriksaan yang menyeluruh.

Sementara itu, kondisi para korban terus dipantau oleh petugas medis dan pemerintah daerah. Kepastian mengenai penyebab dugaan keracunan massal di Kota Cirebon masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang telah dikumpulkan.

(ipa)

Berita Terbaru

Prancis Perluas Jam Malam Akibat Kerusuhan Biaya Hidup, Kemlu Pantau WNI

Prancis Perluas Jam Malam Akibat Kerusuhan Biaya Hidup, Kemlu Pantau WNI

Nasional8 menit lalu
Demo di Bandung Berujung Ricuh, Massa Serang Truk Polisi

Demo di Bandung Berujung Ricuh, Massa Serang Truk Polisi

Jawa Barat10 menit lalu
Jadi Sekolah Maung, SMAN 1 Subang Siapkan Empat Program Prioritas Cetak Generasi Unggul

Jadi Sekolah Maung, SMAN 1 Subang Siapkan Empat Program Prioritas Cetak Generasi Unggul

Subang15 menit lalu
SMK PGRI Subang Dukung Pengembangan Potensi Pelajar , Siap Jadi Tuan Rumah Lomba Tingkat SMP se-Jawa Barat

SMK PGRI Subang Dukung Pengembangan Potensi Pelajar , Siap Jadi Tuan Rumah Lomba Tingkat SMP se-Jawa Barat

Subang18 menit lalu
ADVERTISEMENT
Uskup Agung Jakarta Kardinal Suharyo Tinjau IKN: Gereja Berwajah Inkulturasi Disiapkan Menjadi Basilika Pertama Indonesia

Uskup Agung Jakarta Kardinal Suharyo Tinjau IKN: Gereja Berwajah Inkulturasi Disiapkan Menjadi Basilika Pertama Indonesia

Nasional18 menit lalu
Anne Ajak Kader Golkar Kabupaten Purwakarta Jaga Kepercayaan Masyarakat , Tantangan Semakin Dinamis

Anne Ajak Kader Golkar Kabupaten Purwakarta Jaga Kepercayaan Masyarakat , Tantangan Semakin Dinamis

Purwakarta20 menit lalu
Beban Sejarah Masa Emas, Om Zein: Kami Akan Kembalikan Ruh Budaya di Purwakarta

Beban Sejarah Masa Emas, Om Zein: Kami Akan Kembalikan Ruh Budaya di Purwakarta

Purwakarta22 menit lalu
Polres Purwakarta Pererat Kemitraan dengan Insan Pers lewat Donor Darah

Polres Purwakarta Pererat Kemitraan dengan Insan Pers lewat Donor Darah

Purwakarta27 menit lalu
Kasus ISPA akibat Karhutla di Indonesia Tembus 300 Ribu, Hampir 70 Ribu Menimpa Balita

Kasus ISPA akibat Karhutla di Indonesia Tembus 300 Ribu, Hampir 70 Ribu Menimpa Balita

Nasional33 menit lalu
Berantas Mafia Tambang, Kejari Subang Temukan 17 Titik Galian Material Tanah Merah di Kawasan HGU PT PG Rajawali II

Berantas Mafia Tambang, Kejari Subang Temukan 17 Titik Galian Material Tanah Merah di Kawasan HGU PT PG Rajawali II

Subang48 menit lalu