Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Hina UAS dan UAH, Herri Pras Digeruduk Petarung! Videonya Viral!

R
Rian AlfianEditor: Rian Alfian
|08:58 WIB
Bagikan:
Hina UAS dan UAH, Herri Pras Digeruduk Petarung! Videonya Viral!
konten kreator Herri Pras tengah menjadi sorotan - instagram

PASUNDANEKSPRES.ID - Nama kreator konten sekaligus praktisi bela diri, Herri Pras, mendadak menjadi sorotan publik. Setelah pernyataannya yang kontroversial terhadap Ustaz Abdul Somad (UAS) dan Ustaz Adi Hidayat (UAH) viral di media sosial, kediamannya justru didatangi sejumlah praktisi bela diri.

Peristiwa tersebut terjadi di kediaman Herri Pras di Jawa Timur, Senin (2/11/2026). Kedatangan rombongan itu langsung menyita perhatian warganet, terlebih salah satu sosok yang disebut ikut hadir merupakan petarung Mixed Martial Arts (MMA), Yudi Cahyadi, yang pernah tampil di ajang Road to UFC.

Momen kedatangan para praktisi bela diri tersebut terekam dalam video yang beredar luas di media sosial. Suasana yang awalnya tampak seperti pertemuan untuk meminta penjelasan kemudian disebut-sebut memanas hingga terjadi kontak fisik.

Berawal dari Pernyataan Kontroversial

Nama Herri Pras sebelumnya ramai diperbincangkan setelah kontennya yang menyinggung UAS dan UAH menuai kecaman.

Dalam unggahan yang beredar, Herri disebut melontarkan sejumlah ucapan bernada keras, termasuk menyebut kedua pendakwah tersebut dengan istilah "ulama munafik" dan "setan bisu".

Tak hanya itu, ia juga dikabarkan sempat melontarkan tantangan duel dengan pernyataan ekstrem, bahkan menantang pihak lain untuk bertarung sampai mati.

Pernyataan tersebut kemudian memancing reaksi sejumlah praktisi bela diri yang merasa perlu meminta pertanggungjawaban atas tantangan yang disampaikan Herri di media sosial.

Herri Pras Digeruduk Petarung, Suasana Mendadak Memanas

Kedatangan rombongan pada Senin (2/11/2026) menjadi perhatian setelah video pertemuan mereka menyebar di berbagai platform media sosial.

Dalam rekaman yang beredar, terjadi adu argumen antara Herri dan sejumlah orang yang datang ke kediamannya.

Herri disebut diminta mempertanggungjawabkan tantangan duel yang sebelumnya ia lontarkan. Namun, ia justru meminta agar tuduhannya terhadap UAS dan UAH dibuktikan terlebih dahulu melalui argumentasi.

Perdebatan tersebut kemudian semakin memanas.

Bahkan, dalam salah satu bagian video, seorang pria berkacamata terlihat melayangkan tendangan hingga membuat Herri terjatuh.

Adegan tersebut langsung memancing beragam komentar warganet. Meski demikian, kronologi lengkap, konteks kontak fisik, serta pihak yang memulai keributan masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut.

Ketua RT dan petugas keamanan setempat disebut ikut turun tangan untuk meredakan ketegangan agar situasi tidak semakin memburuk.

Benarkah Tantangan Duel Berujung Duel Sungguhan?

Peristiwa ini memunculkan pertanyaan besar di kalangan warganet. Apakah kedatangan para praktisi bela diri tersebut untuk memenuhi tantangan Herri, atau sekadar meminta klarifikasi atas pernyataan kontroversialnya?

Herri Pras sendiri dikenal sebagai kreator konten dan praktisi bela diri asal Jember, Jawa Timur. Ia juga merupakan pendiri Perguruan Pencak Silat Garuda Indonesia (PSGI).

Sementara itu, kehadiran nama Yudi Cahyadi membuat peristiwa tersebut semakin ramai diperbincangkan karena rekam jejaknya di dunia MMA.

Hingga berita ini disusun, belum tersedia keterangan langsung dari Herri Pras maupun Yudi Cahyadi mengenai kronologi lengkap pertemuan tersebut.

Terlepas dari polemik yang terjadi, kritik terhadap tokoh agama seharusnya disampaikan dengan argumentasi, bukan penghinaan personal. Begitu pula tantangan duel di media sosial tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan kekerasan atau main hakim sendiri.

Publik kini menunggu penjelasan langsung dari pihak-pihak yang terlibat. Apakah persoalan ini akan berakhir dengan tabayun atau justru berlanjut ke ranah hukum?

Berita Terbaru

KAI Terapkan Jadwal Baru, Gapeka 2026 Resmi Berlaku dan Tiket Desember Sudah Tersedia

KAI Terapkan Jadwal Baru, Gapeka 2026 Resmi Berlaku dan Tiket Desember Sudah Tersedia

Nasional1 jam lalu
Transfer Bank Bakal Kena Pajak Digital Mulai 9 November, Ini Kata DJP

Transfer Bank Bakal Kena Pajak Digital Mulai 9 November, Ini Kata DJP

Nasional1 jam lalu
Dari Kepedulian Menjadi Kebahagiaan, Kapolres Subang Wujudkan Impian Mak Datem Miliki Rumah Layak Huni

Dari Kepedulian Menjadi Kebahagiaan, Kapolres Subang Wujudkan Impian Mak Datem Miliki Rumah Layak Huni

Subang1 jam lalu
Persib Bandung Fokus Hadapi Melbourne Victory di ACL Two 2026/2027

Persib Bandung Fokus Hadapi Melbourne Victory di ACL Two 2026/2027

Olahraga1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Polres Subang Kerahkan 675 Personel Amankan Pilkades Serentak di 165 Desa

Polres Subang Kerahkan 675 Personel Amankan Pilkades Serentak di 165 Desa

Subang1 jam lalu
Kebakaran Hutan dan Lahan Kepung Papua, Warga Wamena Berjuang Cegah Api Merembet ke Permukiman

Kebakaran Hutan dan Lahan Kepung Papua, Warga Wamena Berjuang Cegah Api Merembet ke Permukiman

Nasional1 jam lalu
Tokoh Masyarakat Genteng Dukung Ibnu Al Mahdi di Pilkades Patimban

Tokoh Masyarakat Genteng Dukung Ibnu Al Mahdi di Pilkades Patimban

Subang2 jam lalu
Perdana, PT Meiloon Technology Indonesia Latih Warga Gembor dan Sembung Bahasa Mandarin dan Instrumentasi Kontrol

Perdana, PT Meiloon Technology Indonesia Latih Warga Gembor dan Sembung Bahasa Mandarin dan Instrumentasi Kontrol

Subang2 jam lalu
Puting Beliung Sagalaherang Subang Terjang Permukiman, Pohon Tumbang Tutup Jalan Utama

Puting Beliung Sagalaherang Subang Terjang Permukiman, Pohon Tumbang Tutup Jalan Utama

Subang2 jam lalu
26 Tahun Bertahan di Rumah Tak Layak, Potret Perjuangan Keluarga Encep yang Kini Dapat Bantuan

26 Tahun Bertahan di Rumah Tak Layak, Potret Perjuangan Keluarga Encep yang Kini Dapat Bantuan

Headline2 jam lalu