Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Komisi X DPR RI Bahas Kenaikan UKT Bersama Mendikbudristek Nadiem Makarim

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|16:22 WIB
Bagikan:
Komisi X DPR RI Bahas Kenaikan UKT Bersama Mendikbudristek Nadiem Makarim
Komisi X DPR RI Bahas Kenaikan UKT Bersama Mendikbudristek Nadiem Makarim

PASUNDAN EKSPRES- Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengadakan rapat kerja dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, untuk membahas kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang belakangan ini menuai banyak protes dari berbagai kalangan.

Dalam rapat yang dibuka oleh Wakil Ketua Komisi X, Dede Yusuf, pertanyaan langsung dilontarkan terkait penggunaan anggaran pendidikan yang besar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menanggapi hal tersebut, Nadiem Makarim menjelaskan bahwa dari total anggaran pendidikan, Kemendikbudristek hanya mengelola sebesar Rp 8 triliun.

Terkait kenaikan biaya UKT, Nadiem menegaskan bahwa peraturan UKT baru hanya berlaku untuk mahasiswa baru dan tidak berlaku bagi mahasiswa yang sudah menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

" Masih ada mispersepsi di berbagai kalangan di media sosial dan lain-lain bahwa ini akan tiba-tiba merubah UKT mahasiswa yang sudah melaksanakan pendidikannya di perguruan tinggi. Ini tidak benar sama sekali.

Ini hanya akan berlaku untuk mahasiswa baru dan sebenarnya tidak akan berdampak besar sama sekali kepada mahasiswa dengan tingkat ekonomi yang belum mapan atau belum memadai," jelas Nadiem.

Nadiem juga menambahkan bahwa struktur UKT memiliki beberapa tingkatan, dan tingkatan terendah, yaitu level 1 dan 2, tidak akan mengalami perubahan. "Yang mungkin akan terdampak adalah mahasiswa dengan keluarga dengan tingkat ekonomi tertinggi," tambahnya.

Rektor Universitas Airlangga, Muhammad Nasih, menyatakan bahwa posisi UKT di Universitas Airlangga masih berada dalam posisi ideal dan terjangkau, tergantung pada kondisi ekonomi mahasiswa.

"Posisi UKT di Airlangga masih terdistribusi sesuai dengan kemampuan ekonomi mahasiswa dan kebutuhan di luar sana meningkat sesuai dengan inflasi," kata Nasih.

Sementara itu, Rektor Universitas Padjadjaran, Rina Indiastuti, menjelaskan bahwa komposisi UKT di Unpad masih cukup ideal dan belum mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

"UKT di Unpad tidak mengalami perubahan signifikan khususnya di sisi puncaknya, bahkan kami cenderung menjadi perguruan tinggi yang masih cukup terjangkau. UKT terdistribusi dari level 1 hingga 8, dengan sebagian besar mahasiswa berada di level UKT 1 hingga 3, termasuk KIPK," ujarnya.

Rina juga menegaskan bahwa perguruan tinggi negeri (PTN) selalu mencari cara untuk memberikan keringanan bagi mahasiswa dari latar belakang ekonomi kurang mampu, baik melalui bantuan atau beasiswa.

Rapat kerja ini diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai kebijakan UKT baru dan memastikan bahwa kebijakan tersebut tidak memberatkan mahasiswa, khususnya yang berasal dari keluarga dengan ekonomi lemah.

Berita Terbaru

PBSI Beri Bonus untuk Tim Asian Games 2026, Leo/Daniel Diguyur Rp 1 Miliar

PBSI Beri Bonus untuk Tim Asian Games 2026, Leo/Daniel Diguyur Rp 1 Miliar

Olahraga12 menit lalu
Cara Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN, Ini Besaran Dananya

Cara Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN, Ini Besaran Dananya

Nasional1 jam lalu
Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Purwakarta2 jam lalu
Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Nasional3 jam lalu
Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Jawa Barat4 jam lalu
Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Jawa Barat4 jam lalu
Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Subang4 jam lalu
Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Nasional5 jam lalu
Lionel Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina Setelah 21 Tahun Berkarier

Lionel Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina Setelah 21 Tahun Berkarier

Olahraga5 jam lalu