Kelompok 4 KKN Universitas Bhakti Kencana Hadirkan Aksi Gemilang

Cegah Anemia & Nikah Dini untuk Remaja di SMP Yayasan Pendidikan 17 NAGREG
Kekurangan hemoglobin dapat menyebabkan anemia yaitu suatu kondisi yang ditandai dengan tubuh lemas, wajah pucat, menurunnya konsentrasi belajar, serta berkurangnya daya tahan tubuh. Berdasarkan Riskesdas 2018, remaja putri mengonsumsi TTD sesuai standar masih sangat rendah yaitu sebesar 1,4%. Kelompok 4 KKN UBK di Desa Citaman, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung telah melaksanakan program edukasi kesehatan dengan tema GEMILANG yaitu Cegah Anemia dan Nikah Dini untuk Remaja pada tanggal 15 Agustus 2025.
Kegiatan ini ditujukan untuk siswa kelas 7 di SMP Yayasan Pendidikan17 Nagreg dengan tujuan meningkatkan pengetahuan remaja tentang pentingnya menjaga kesehatan serta menghindari risiko pernikahan dini. Salah satu fokus utama program ini adalah edukasi serta Pembagian Tablet Tambah Darah (TTD) kepada para siswi di kelas 7 tersebut.
Tablet tambah darah ini mengandung zat besi (Fe) dan asam folat yang berperan penting dalam pembentukan hemoglobin dalam tubuh. Untuk membuat suasana lebih menyenangkan, Kelompk KKN juga menghadirkan games tebak gambar dan quiz interaktif. Pertanyaan seputar anemia, manfaat TTD, dan dampak nikah dini membuat siswa semakin aktif dan antusias.
Di SMP Yayasan Pendidikan 17 Nagreg ini sendiri tidak ada pembagian Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin yang diberikan 1 minggu sekali, yang mana menyebabkan remaja putri tidak mengkonsumsi TTD dan juga kurang mengerti megenai bahaya anemia. Oleh karena itu, kami Kelompok 4 KKN UBK memberikan edukasi dan penjelasan mengenai pentingnya TTD dan aturan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) yang benar, yaitu :
- Mengandung zat besi yang membantu pembentukan hemoglobin.
- Perlu diminum satu tablet seminggu sekali, setelah makan, dengan air putih.
- Tidak boleh diminum bersama teh, susu, atau kopi agar manfaatnya maksimal.
Selain pencegahan anemia, akibat maraknya pernikahan dini di Desa Citaman, mahasiswa KKN Kelompok 4 Universitas Bhakti Kencana mengadakan edukasi mengenai dampak negatif pernikahan dini bagi siswa-siswi SMP Yayasan Pendidikan 17 Nagreg. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman tentang dampak negatif pernikahan dini terhadap kesehatan, pendidikan, dan masa depan remaja, yang dilakukan dengan penanyangan Video Edukatif. Pernikahan di usia remaja dapat menimbulkan berbagai risiko, antara lain:
- Hilangnya kesempatan untuk menikmati masa remaja secara utuh.
- Terganggunyaaksespendidikan.
- Risiko kesehatan, seperti kehamilan dini, komplikasi persalinan, dan gangguan kesehatan mental.
- Dampak jangka panjang berupa kerentanan terhadap kemiskinan, kekerasan dalam rumah tangga, serta ketidaksetaraan gender.
Kegiatan Kelompok 4 KKN UBK di Desa Citaman melalui program GEMILANGmerupakan upaya nyata dalam membentuk Generasi yang sehat, cerdas, dan bersemangat meraih masa depan gemilang. Dengan mengedepankan pencegahan anemia dan pemahaman bahaya pernikahan dini, siswa diharapkan mampu menjaga kesehatan diri sekaligus mengambil keputusan yang bijak untuk masa depan.
Melalui kegiatan ini, Kelompok 4 KKN UBK tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga meninggalkan bekal penting bagi generasi muda di Desa Citaman untuk tumbuh sebagai pribadi yang berkualitas.(*)
