Pemda Purwakarta Ajak Warga Kelola Sampah Mandiri dan Berkelanjutan

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta menyosialisasikan pengelolaan sampah mandiri dan berkelanjutan, Kamis (30/10/2025).
Bertempat di Aula Kelurahan Nagri Tengah, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta, sosialisasi ini bertujuan guna mengantisipasi dampak datangnya musim penghujan.
Adapun kegiatan yang dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Purwakarta, Nina Herlina ini diikuti para lurah se-Kecamatan Purwakarta, kader lingkungan, serta masyarakat umum.
Turut mendampingi Pj Sekda di antaranya Plt Camat Purwakarta, Agus Alamsyah, dan Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Madya Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Nenden Noeni Kurniati.
Dalam sambutannya, Nina mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pengelolaan sampah secara mandiri merupakan langkah strategis dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi potensi banjir di tengah musim hujan.
"Ini kegiatan yang sangat positif. Pengelolaan sampah mandiri dan berkelanjutan harus dimulai dari rumah tangga. Ketika masyarakat sadar dan disiplin, penumpukan sampah bisa dicegah, dan lingkungan kita akan lebih bersih serta sehat," kata Nina.
Ia menegaskan, kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempat dan waktu yang tepat akan berdampak besar terhadap upaya pencegahan bencana serta penyakit yang kerap muncul saat curah hujan tinggi.
"Kalau sampah dibuang sembarangan, ke sungai atau saluran air, maka aliran bisa tersumbat dan menyebabkan banjir. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif menjaga kebersihan lingkungan," ujarnya kepada Pasundan Ekspres.
Nina juga menyinggung Program "Ngosrek" (Ngolah Sampah Sareng Rame-Rame), program kebersihan yang digagas oleh Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Bin Zein (Om Zein).
Ia berharap program Ngosrek tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diimplementasikan di lingkungan masyarakat.
"Program Ngosrek ini bukan sekadar seremonial, tapi harus menjadi gerakan nyata. Ketika masyarakat ikut terlibat langsung, pengelolaan sampah akan lebih efektif dan berkelanjutan," ucap Nina.
Sementara itu, Lurah Nagri Tengah, Engkun Kuntadi, mengimbau masyarakat agar tertib dalam membuang sampah sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purwakarta.
"Kami mengingatkan warga agar membuang sampah mulai pukul 08.00 malam hingga 06.00 pagi, sebelum armada pengangkut datang. Ketertiban waktu pembuangan ini penting agar lingkungan tetap bersih dan tidak menimbulkan bau tidak sedap," kata Engkun.
Ia berharap sosialisasi ini meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan mengelola sampah dapat semakin meningkat.
"Dengan begitu, lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas banjir dapat terwujud secara berkelanjutan di seluruh wilayah Purwakarta," ujar Engkun.(add/sep)
