Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Syahrul Yasin Limpo Bantah Terlibat Urusan Teknis Perjalanan Dinas di Kementan

K
Khoirul AnsoriEditor: Khoirul Ansori
|23:50 WIB
Bagikan:
Syahrul Yasin Limpo Bantah Terlibat Urusan Teknis Perjalanan Dinas di Kementan
Syahrul Yasin Limpo Bantah Terlibat Urusan Teknis Perjalanan Dinas di Kementan

PASUNDAN EKSPRES - Mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), dengan tegas menyatakan bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam urusan teknis perjalanan dinas di Kementerian Pertanian (Kementan). Pernyataan ini disampaikan oleh SYL dalam sidang dugaan pemerasan dan gratifikasi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Senin, 21 Mei 2024, saat menanggapi kesaksian yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penegasan SYL di Persidangan

SYL menegaskan bahwa sebagai seorang menteri, ia tidak mengurusi detail operasional seperti siapa yang melakukan perjalanan dinas dan bagaimana pengaturannya. "Saya tidak pernah cawe-cawe masalah teknis, saya menteri, siapa yang ikut perjalanan, pakai apa, ini kan teknikal operasional," ungkapnya di hadapan majelis hakim.

Menurut SYL, masalah teknis semacam itu biasanya ditangani oleh bagian yang khusus mengurus operasional, sehingga tidak sampai ke tingkat eselon I, apalagi seorang menteri. "Enggak ada, di eselon I pun tidak sampai di situ (pengetahuannya) apalagi menteri, mau tanya mana uangnya, dikasih sama siapa uangnya," ujarnya.

Klarifikasi Terkait Pernyataan "Silakan Mundur"

SYL juga memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang kontroversial, "yang tidak sejalan silakan mundur." Menurutnya, pernyataan tersebut ditujukan kepada pihak-pihak yang tidak mendukung program kerja di Kementan, bukan terkait dengan permintaan uang. "Bahwa yang tidak sejalan sama saya sebagai menteri, mundur. Bukan berkait dengan uang, pasti tidak, ini berkaitan dengan program," tegasnya.

Arahan untuk Optimalisasi Kinerja

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini mengungkapkan bahwa ia selalu mendorong bawahannya untuk bekerja secara optimal, termasuk melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah. Ia menginstruksikan agar para Direktur Jenderal (Dirjen) dan pejabat eselon I tidak hanya bekerja dari kantor, tetapi juga turun langsung ke lapangan. "Kami menghadapi suatu suasana yang Indonesia tidak baik-baik. Jadi, saya punya perintah antara lain tidak boleh ada Dirjen, eselon I, hanya di Jakarta, 70 sampai 80 persen harus di daerah dan cek kau punya hasil kerja. Kalau tidak, berhenti kamu dari sini. Itu, Yang Mulia," ucapnya.

Dugaan Gratifikasi dan Pemerasan

Dalam kasus ini, Jaksa KPK mendakwa SYL menerima uang sebesar Rp 44,5 miliar yang diperoleh melalui pemerasan terhadap bawahannya dan direktorat di Kementan untuk kepentingan pribadi dan keluarganya. Dugaan pemerasan ini dilakukan dengan bantuan beberapa pejabat Kementan, termasuk mantan Direktur Alat dan Mesin Pertanian Muhammad Hatta, mantan Sekjen Kementan Kasdi Subagyono, Staf Khusus Bidang Kebijakan Imam Mujahidin Fahmid, dan ajudannya, Panji Harjanto.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan pejabat tinggi negara yang diduga melakukan praktik korupsi. Pernyataan dan klarifikasi dari SYL di persidangan menjadi bagian penting dalam proses hukum yang sedang berjalan. Keputusan akhir dari kasus ini diharapkan dapat memberikan keadilan dan menjadi langkah maju dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

Berita Terbaru

Sederet Publik Figur Ikut Aksi di Bundaran HI, Ada Reza Rahadian hingga Wanda Hamidah

Sederet Publik Figur Ikut Aksi di Bundaran HI, Ada Reza Rahadian hingga Wanda Hamidah

Nasional48 menit lalu
Viral Tehbotol Isi Sabun di Tengah Aksi Demo 28 Oktober, Ini Klarifikasi PT Sinar Sosro

Viral Tehbotol Isi Sabun di Tengah Aksi Demo 28 Oktober, Ini Klarifikasi PT Sinar Sosro

Nasional51 menit lalu
Timnas Indonesia U15 Lolos ke Perempat Final Piala Dunia U15 Usai Kalahkan Panama 5-3

Timnas Indonesia U15 Lolos ke Perempat Final Piala Dunia U15 Usai Kalahkan Panama 5-3

Olahraga57 menit lalu
Pemda Purwakarta Diminta Tindaklanjuti Tiga Fokus Utama dalam Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Pemda Purwakarta Diminta Tindaklanjuti Tiga Fokus Utama dalam Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Purwakarta1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Pemda Purwakarta Dorong Program Gerakan Berkah Sampah untuk Purwakarta Istimewa.

Pemda Purwakarta Dorong Program Gerakan Berkah Sampah untuk Purwakarta Istimewa.

Purwakarta1 jam lalu
Profil Alvin Tedjo, Keturunan Indonesia yang Terpilih Menjadi Wali Kota Mississauga, Kanada

Profil Alvin Tedjo, Keturunan Indonesia yang Terpilih Menjadi Wali Kota Mississauga, Kanada

Nasional1 jam lalu
Kembangkan Kemampuan Siswa, SMP IT Al-Majid Subang Perkuat Pembelajaran Bahasa Mandarin

Kembangkan Kemampuan Siswa, SMP IT Al-Majid Subang Perkuat Pembelajaran Bahasa Mandarin

Subang1 jam lalu
Satpol PP Karawang Bantu Biaya Pengobatan dan Perbaikan Motor Ojol

Satpol PP Karawang Bantu Biaya Pengobatan dan Perbaikan Motor Ojol

Karawang1 jam lalu
Cegah Stunting, Bidan Desa bersama kader Posyandu Wancimekar Laksanakan Screening

Cegah Stunting, Bidan Desa bersama kader Posyandu Wancimekar Laksanakan Screening

Karawang1 jam lalu
Demo Mahasiswa Trisakti Siap Geruduk Istana, Ini Desakan untuk Prabowo-Gibran

Demo Mahasiswa Trisakti Siap Geruduk Istana, Ini Desakan untuk Prabowo-Gibran

Nasional1 jam lalu