Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kemenkes Maksimalkan Kebutuhan Obat Jemaah Selama Penyelenggaraan Ibadah Haji 2024

I
Inessia Nabila MEditor: Inessia Nabila M
|15:01 WIB
Bagikan:
Kemenkes Maksimalkan Kebutuhan Obat Jemaah Selama Penyelenggaraan Ibadah Haji 2024
Kemenkes memaksimalkan kebutuhan obat jemaah selama penyelenggaraan Ibadah Haji 2024. (Foto: laman resmi Kementerian Kesehatan)

PASUNDAN EKSPRES - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terus berupaya memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi jemaah haji, termasuk menyediakan obat-obatan yang dibutuhkan. 

Pada penyelenggaraan haji tahun 1445 H/2024 M, Kemenkes RI menyediakan 62,3 ton obat untuk menunjang kesehatan para jemaah haji selama di Tanah Suci.

Kepala Pusat Haji Kemenkes RI Liliek Marhaendro Susilo mengungkapkan, proses pengadaan sebagian obat dan perbekalan kesehatan (perbekkes) lainnya untuk kebutuhan pelayanan di Arab Saudi dilakukan di Indonesia, kemudian dikirim ke Arab Saudi. 

Ada pula proses pengadaan sebagian lainnya dilakukan di Arab Saudi.

Setelah seluruh obat diterima, obat tersebut didistribusikan ke wilayah kerja Makkah dan Madinah, dengan proporsi 80% untuk Makkah dan 20% untuk Madinah.

Dari 80% proporsi obat di Makkah, 10% disiapkan untuk puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Pembagian proporsi obat ini didasarkan pada perkiraan lama waktu jemaah haji berada di setiap wilayah. 

Sebagai informasi, total perjalanan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi selama 40 hari. 

Dari lama waktu tersebut, jemaah haji diperkirakan hanya menghabiskan waktu 8-9 hari atau sekitar 20% dari total waktu jemaah berada di Arab Saudi. 

Sedangkan di Makkah, jemaah tinggal lebih lama, yakni sekitar 31-32 hari.

Koordinator Obat dan Perbekalan Kesehatan di Arab Saudi Ahadi Wahyu Hidayat menjelaskan, Makkah dan Madinah mempunyai sedikit perbedaan terkait pendistribusian obat. 

Untuk di Makkah, depo obat menyalurkan obat untuk apotek di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, sektor, kloter, serta pos satelit. 

Sedangkan di Madinah, depo obat hanya menyalurkan obat ke apotek di KKHI Madinah, sektor dan kloter karena tidak terdapat pos satelit di Madinah.

Lebih lanjut, Ahadi menjelaskan, untuk mempercepat proses pelayanan serta mendisiplinkan proses pencatatan dan pelaporan digunakan aplikasi SSLOH, yaitu Satu Sehat Logistik Obat Haji. 

Dengan demikian, kloter, sektor, apotek di KKHI, pos satelit, dan ruang perawatan harus menggunakan aplikasi SSLOH untuk meminta obat.

"Mereka (sektor, apotek, kloter, pos satelit, dan ruang pelayanan) punya akun masing masing untuk pelayanannya," ucap Ahadi.

"Juga, sudah diterapkan e-resep yang digunakan sebagai dasar untuk pengeluaran obat menggunakan aplikasi," sambungnya.

Sementara itu, depo farmasi saat ini melayani 554 kloter, 158 pos satelit, 11 sektor, apotek, dan ruang perawatan. Tenaga farmasi di depo berjumlah 4 orang, ditambah 7 orang TPK.

Pada tahun sebelumnya, terdapat tenaga farmasi di sektor. Kloter dapat mengambil obat di sektor, dan depo mendorong obat ke 11 sektor secara rutin, yakni 2-3 hari sekali. 

Tenaga farmasi di sektor mengendalikan obat di wilayah kerjanya, sehingga pelayanan lebih cepat dan pengendalian lebih mudah.

"Tantangan kami adalah menyelesaikan kegiatan di seluruh rangkaian penatalaksanaan untuk memberikan pelayanan obat bagi jemaah yang sakit di unit pelayanan kesehatan. Alhamdulillah dapat diselesaikan sampai Armuzna meski dengan segala kekurangan dan keterbatasan," pungkasnya. (inm)

Berita Terbaru

Pembahasan Tingkat I RUU Pengaturan Reforma Agraria Disepakati untuk Dilanjutkan ke Sidang Paripurna

Pembahasan Tingkat I RUU Pengaturan Reforma Agraria Disepakati untuk Dilanjutkan ke Sidang Paripurna

Headline8 jam lalu
Cara Lapor Soal Pendidikan di Subang: Panduan Lengkap untuk Masyarakat

Cara Lapor Soal Pendidikan di Subang: Panduan Lengkap untuk Masyarakat

Subang9 jam lalu
Pemkab Purwakarta Perkuat Program Bangga Kencana

Pemkab Purwakarta Perkuat Program Bangga Kencana

Purwakarta10 jam lalu
Pengalaman Wisata Subang untuk Pebisnis: Menggabungkan Bisnis dan Liburan

Pengalaman Wisata Subang untuk Pebisnis: Menggabungkan Bisnis dan Liburan

Lifestyle10 jam lalu
ADVERTISEMENT
Ganggu Pendidikan hingga Merusak Masa Depan, Kapolres Subang Ingatkan Pelajar Jauhi Narkoba

Ganggu Pendidikan hingga Merusak Masa Depan, Kapolres Subang Ingatkan Pelajar Jauhi Narkoba

Subang10 jam lalu
10 Tempat Healing Dekat Kawasan Industri Subang, Cocok untuk Lepas Penat Setelah Kerja

10 Tempat Healing Dekat Kawasan Industri Subang, Cocok untuk Lepas Penat Setelah Kerja

Lifestyle11 jam lalu
Cara Lapor Soal Pendidikan di Subang, Bisa Lewat Kanal Ini!

Cara Lapor Soal Pendidikan di Subang, Bisa Lewat Kanal Ini!

Subang11 jam lalu
Bisnis Wisata yang Menjanjikan di Subang, Peluang Usaha yang Bisa Dilirik

Bisnis Wisata yang Menjanjikan di Subang, Peluang Usaha yang Bisa Dilirik

Subang12 jam lalu
Biaya Admin Bank Mandiri, BCA, BNI, dan BRI Terbaru Tahun 2026

Biaya Admin Bank Mandiri, BCA, BNI, dan BRI Terbaru Tahun 2026

Lifestyle13 jam lalu
Otorita IKN Siapkan Sumur Bor untuk Masyarakat di Kawasan Deliniasi IKN

Otorita IKN Siapkan Sumur Bor untuk Masyarakat di Kawasan Deliniasi IKN

Headline13 jam lalu